Tag Archive | KBRI London

The Heritage of Indonesia

“The Heritage of Indonesia” adalah tema dari pagelaran budaya di bulan Oktober 2010 yang diadakan oleh KBRI London bekerja sama dengan Masyarakat Pencinta Seni Budaya Cinta Nusantara (Citra) binaan dari letjen TNI (purn) Agum Gumelar.

Pada tanggal 27 Oktober lalu, sebanyak 48 orang seniman dan seniwati Indonesia dari kelompok Citra turut meramaikan pagelaran budaya di London, mereka telah memukau lebih dari 200 orang undangan yang memenuhi Conway Hall, Red Lion Square, di pusat kota London.

Pagelaran budaya “The Heritage of Indonesia” diawali dengan mencicipi makanan khas Indonesia seperti, Sate Ayam, Lontong, Mie Goreng dan Martabak Telur yang telah disiapkan oleh ibu-ibu DWP KBRI London sehingga membuat para tamu undangan semakin tertarik untuk mengikuti kelanjutan acara. Continue reading

Yohanes Sobirin Kuliner KBRI London

Kalau ada yang membuat perut terasa kenyang dan hati bahagia bila mengunjungi kantin di KBRI  London, adalah tak lain karena tangan seorang lelaki yang bernama lengkap “Yohanes Sobirin” lahir di Cirebon, 14 Agustus 1958,…..Yah siapa yang tidak mengenal bapak satu anak ini. “Sobirin” begitulah seluruh staff dan karyawan KBRI London memanggilnya. Dengan gaya khas serta senyum dan bicara yang kadang sekenanya adalah ciri dari si “empunya” resep Lamb Chop dan Cumi bumbu bawang putih yang banyak digemari ini.

Yohanes Sobirin mulai masuk London pada tahun 1987 lelaki yang mempunyai banyak nama panggilan ini   memulainya dengan bekerja di beberapa restaurant dan mengikuti pendidikan perhotelan di London dan juga pernah mengikuti praktek kerja di French Restaurant “ BISTRO “ selama 3 tahun, ini pula yang akhirnya menjadi titik awal suami dari ibu Nanik ini kemudian menekuni pekerjaan sebagai pemasak. Sampai kemudian Yohanes Sobirin  ikut andil dalam mengelola dan mempunyai saham di beberapa restaurant tersebut. Salah satu restaurant yang dikelolanya adalah “Sate Bar” dan “South Gate” selama satu tahun.  Setelah tidak lagi mengelola “Sate Bar” dan South Gate” Yohanes Sobirin kemudian melamar pekerjaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia sebagai pemasak karena kebetulan pada saat itu tidak ada pemasak di kantin KBRI London, atas jasa seseorang yang bernama Pak Pribadi lah akhirnya Pak Sobirin dapat bekerja di kantin sampai sekarang. Continue reading