Archives

Hijrah

Dalam dunia yang serba dinamis ini, hijrah atau berpindah ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu bagi manusia adalah hal yang lumrah. Perpindahan tidak hanya diasosiasikan dengan tempat, seperti pindah rumah, pindah sekolah, bedol desa, tetapi dapat juga berupa perpindahan yang berhubungan dengan daya atau kemampuan seseorang seperti saat pindah profesi, naik pangkat, naik kelas atau sudah tobat.

Jangan takut dengan kepindahan, ada banyak manfaat positif dari hidup dinamis dengan mempelajari hal-hal yang baru. Kita akan dapat menggali potensi dalam diri kita agar tidak sia-sia dan sebagai wujud syukur pada Allah. Selanjutnya dengan berkarya lebih baik selain akan meningkatkan kualitas diri, pada puncaknya usaha kita akan dapat berguna bagi orang lain.

Pembaca yang budiman, meski pada edisi akhir-akhir ini kami tidak penuh dalam menampilkan rubrik-rubrik favorit Anda, kami tetap berusaha menyajikan berita untuk Anda, antara lain kegiatan DWP KBRI London dalam 5 bulan terakhir, kepindahan Ibu Sandra dan beberapa pengurus DWP KBRI lainnya dan artikel-artikel dari rubrik Info dan Dapur Kita.

Pada penerbitan kali ini pula, redaksi Buletin Online menyatakan akan hijrah dari alamat di hosting yang lama (http://dwplondonmedia.blogsome.com) ke alamat hosting yang baru:

(https://dwplondonmedia.wordpress.com)

Selamat membaca dan sampai jumpa pada penerbitan berikutnya di alamat yang baru.

Advertisements

Memata-Matai Matahari

Bulan Juni hingga Agustus merupakan bulan-bulan musim panas di Inggris. Meski hari memanjang menjadi rata-rata 16 jam perhari, tidak berarti sepanjang hari cuaca yang cerah dan panas akan menyelimuti Inggris. Ternyata, rata-rata harian matahari bersinar di musim panas bervariasi dari lima jam hingga delapan jam saja. Cuaca yang terang benderang dapat berubah dalam beberapa saat menjadi mendung atau sebaliknya, akibat angin yang bertiup kencang di langit karena pengaruh iklim maritim.

Cuaca yang demikian sedikit banyak mempengaruhi jadwal aktivitas kita, terutama dalam hal pembuatan rencana liburan atau olahraga di hari libur. Juga dalam urusan pemilihan pakaian, apakah cukup membawa jaket windbreaker, jas hujan atau perlu membawa payung.

Beruntunglah kita karena tidak perlu lagi membaca sasmita alam melalui tingkah laku hewan, tumbuhan, benda langit atau angin untuk memprediksi cuaca, karena sudah ada teknologi berupa satelit cuaca yang dapat mengawasi perilaku awan yang dapat memprediksikan cuaca, bahkan dalam kondisi jam per jam. Sistem prakiraan cuaca juga dapat menginformasikan kadar ultra violet sinar matahari, kecepatan angin, kelembaban udara hingga kadar serbuk sari bunga di suatu wilayah.

Bila alam dapat diprediksi lantas bagaimana dengan perjalanan hidup kita? Apakah masih perlu kita tajamankan ’tanggap ing sasmita’ ? Hmmm…?

Pada penerbitan triwulanan kedua ini, kami suguhkan informasi menarik mengenai jejaring sosial yang menjamur di masyarakat dunia, berita mengenai pernikahan William dan Kate yang beritanya mendunia, beberapa informasi mengenai kesehatan, info wisata dari Ibu Sandra Thamrin hingga resep-resep kue teman minum teh di sore yang masih terang benderang. Selamat membaca, salam hangat dari kami.

Musim Berganti

Keberadaan musim semi umumnya diasosiasikan dengan kegembiraan, kebahagiaan, kecerahan dan peningkat vitalitas setelah beberapa waktu lalu suasana dingin dan gersang menyelimuti, kemudian alam sekeliling berganti perlahan dengan keberadaan udara segar yang hangat, dedaunan yang bersemi dan bunga yang bermekaran berwarna-warni.

Demikianlah keberadaan waktu yang terus berjalan dan berputar, mengubah semua hal dengan sendirinya kecuali unsur batin kita. Kualitas roh, akal dan nafsu kita tidak dipengaruhi waktu, kita sendirilah yang mengubahnya. Tanpa terus mendidik diri, walau tubuh kita menua belum tentu kita berubah menjadi arif-bijaksana. Dan yang mampu menilai bukanlah diri kita sendiri melainkan lingkungan kita dan hanya tebatas pada mereka yang arif.

Seperti halnya cuaca yang terkadang mendung terkadang cerah, kehidupan kita pun mengalami pergantian antara kesuksesan dan kegagalan, himpitan hidup dan keleluasaan hidup. Adalah manusiawi bila kita terpuruk saat mengalami kesulitan, namun jangan berlama-lama dalam keterpurukan, segeralah bangkit, terus berjuang, terus berusaha, karena hanya yang mencari yang akan segera mendapatkan, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah.

Menyinggung terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di Negara Matahari Terbit-Jepang pada 11 Maret lalu, kami tim redaksi merasa turut prihatin dan berdukacita atas musibah yang melanda Jepang dan warga Sendai pada khususnya.

“Semoga destruksi yang terjadi segera pulih kembali”

Meski penerbitan kali ini agak terseok-seok penggarapannya dan mundur dari jadwal waktu tebit karena semakin berkurangnya jumlah penulis naskah serta hambatan akibat kesibukan dan cuaca yang kurang ramah, kami terus berusaha menyusun dan menyajikan info-info seoptimal mungkin kepada para pembaca setia Buletin on-Line. Dapatkan informasi mengenai alergi di musim semi/bunga, beberapa alternatif tempat wisata yang dapat dijadikan pilihan pada liburan spring term mendatang, bunga-bunga apa saja yang biasa dilihat di musim semi, berita seputar Maulid Nabi hingga resep masakan pilihan. Selamat membaca!

Rencanakan Hidup Kita

Hidup dengan berbagai ragam kegiatan kadang membuat kita tertekan karena kewalahan dan kekurangan waktu. Ungkapan “tidak dapat mengatur waktu adalah bencana” sepertinya benar belaka.

Agar hidup kita di dunia yang singkat ini berharga mengantarkan kita selamat dan bahagia di dunia maupun akhirat, selain harus diusahakan juga perlu direncanakan. Perencanaan akan memudahkan kerja, mengoptimalkan hasil, mengantisipasi berbagai kemungkinan dan mencegah waktu tersia-sia.

Bukan hanya urusan bisnis, pekerjaan dan keuangan yang perlu direncanakan, tetapi segala sesuatunya seperti kesehatan, mendidik anak, peningkatan keimanan, ahlak, pengetahuan, amal soleh dan masih banyak lagi.

Dari sekarang mulailah merencanakan segala sesuatunya dan jangan memilih yang mudah-mudah saja atau terfokus pada hal-hal yang bersifat jangka pendek sehingga terlupakan hal-hal yang lebih besar.

Menjelang tutup tahun 2010 simak artikel-artikel yang telah kami siapkan, diantaranya tentang mengatur keuangan keluarga, masalah kesehatan, wisata dan beberapa berita kegiatan DWP KBRI London menjelang akhir tahun.

“Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2011”

Foto: istockphoto

Maaf-Memaafkan

Sudah fitrah bahwa manusia tidak ada yang sempurna, rentan terhadap kesalahan dan kekeliruan. Manakala hal ini terjadi, manakah yang lebih mudah dilakukan meminta maaf atau memaafkan?

Meminta maaf tidak semudah membalik telapak tangan. Bila meminta maaf dilontarkan dengan berat hati, tidak sepenuhnya rela atau justru terlalu mudah sekedar dilontarkan saja atau bahkan hanya sekedar berjabat tangan, maka perbuatan itu tidak akan ada maknanya selain sekedar mencairkan suasana agar tidak tegang. Sedangkan hati kecil kita tetap tidak nyaman dan benar-benar merasa lapang dari kesalahan. Meminta maaf memerlukan kejujuran atas kesalahan diri dan  niat memperbaiki kesalahan.  Meminta maaf menuntut keberanian melepas gengsi atas harga diri, umur maupun status untuk menyampaikan permintaan maaf secara baik dan tulus yang mencerminkan penyesalan. Selain itu meminta maaf juga membutuhkan keberanian untuk menerima konsekuensinya.

Memberi maaf juga tidak mudah. Diperlukan keikhlasan membuka pintu maaf untuk memperbaiki keadaan. Memaafkan dengan memberi kesempatan orang untuk memperbaiki diri akan lebih baik dari pada menyimpannya atau berusaha membalas dendam.

Meski dengan meminta maaf dan memaafkan tidak mengubah masa lalu tetapi ia akan melapangkan masa depan.

Masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri, tim redaksi beserta seluruh pengurus DWP KBRI London menyampaikan:

 “SELAMAT IDUL FITRI 1 Syawal 1431 HIJRIYAH”
“MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”

Di edisi pertiga bulan kali ini, kami menampilkan sosok Berry Natalegawa yang peduli nasib anak-anak yang kurang beruntung, ulasan kehadiran KRI Dewaruci di Hartlepool-Durham, peristiwa menarik di sekitar sungai Thames, tips dan info yang patut kita ketahui, hingga menu andalan sahur. Selamat membaca!

Berbahagialah!

Bila kita kaji bahkan dengan teori “othak athik gathuk” sekalipun, memperoleh hidup yang bahagia sebenarnya tidak sulit. Banyak orang yang tidak sadar bahwa keberadaan kebahagiaan sesungguhnya sangat dekat dengan kita, tidak sulit dicari karena kebahagiaan sebenarnya bersumber dalam diri kita sendiri bukan dari faktor luar. Yang dibutuhkan untuk mendapat kebahagiaan adalah menumbuhkan kesadaran dan menikmati apapun yang sedang kita miliki atau lakukan tanpa banyak syarat. Tidak bisa dipungkiri bahwa “laut mana tak berombak, bumi mana tak ditimpa hujan” dan “air pun ada pasang surutnya”. Susah dan senang dalam hidup ini datang silih berganti. Setelah melakukan usaha yang terbaik terimalah realita dengan ikhlas dan senyum, karena seberat apapun masalah dalam hidup ini apabila kita hadapi dengan senyuman secara psikologis beban itu telah terkurangi. Sedangkan mengingkari hanya membuat kecewa. Syukuri atas apa pun yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, karena rasa syukur adalah pendorong utama kebahagiaan. Dan bila kebahagiaan sudah didapat bagikan pada orang-orang terdekat, karena kebahagiaan seperti halnya menggunakan wewangian yang keharumannya juga dapat dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita.

Di edisi bulan bahagia kali ini tim redaksi menyuguhkan artikel KPC Melakti UK, yaitu suatu organisasi yang peduli pada perkawinan campuran di Inggeris, profil Mbak Lita Winadi yang berbahagia karena dapat menyumbangkan jasanya selama menemani suami bertugas di London, dan sekilas seputar Valentine’s Day. Juga, tidak ada salahnya ide merayakan kebahagian dengan berwisata ke tempat yang unik yaitu Gua Gong atau Warwick City atau bahkan hanya dengan menikmati semangkuk laksa hangat bersama keluarga di rumah.

Desember pun Berlalu…

Umumnya peristiwa perpisahan membuat perasaan kita sedih. Tetapi tidak demikian dengan perpisahan akhir tahun. Bulan terakhir ini senantiasa menarik dengan berbagai kesibukan persiapan dan perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, liburan akhir tahun hingga kesibukan berbelanja saat Boxing Day. Kesemarakan di bulan Desember tahun ini pun bertambah dengan adanya pergantian tahun Hijriyah dan perayaan HUT DWP.

Berbagai kesibukan dan suka-cita pesta wajar dilakukan sebagai cerminan rasa syukur apa yang telah kita peroleh sepanjang tahun ini. Adalah bijaksana bila kita pun meluangkan waktu untuk perenungan,mengintrospeksi diri kita agar dapat mengambil hikmah dari apa yang telah kita lakukan selama setahun. Umat Kristian agar mengingat kelahiran dan kehidupan Nabi Isa yang sederhana dan memantapkan dalam hati ajaran-ajaran Beliau. Umat Islam yang telah terlebih dahulu merayakan Tahun Baru 1431 Hijriyah agar menyambut tahun baru Hijriyah ini dengan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT dan menambah semangat beramal ibadah yang lebih besar lagi.

Menutup akhir tahun, kami tetap setia menemani pembaca dengan menghadirkan sekilas ulasan mengenai HUT ke-10 Dharma Wanita Persatuan, info tentang kiat belanja untuk Hari Natal, rangkuman liputan perayaan Idul Adha dan Hari Natal warga RI di London. Info-info menarik mengenai busana muslim musim dingin, mengelola keuangan rumah tangga, wisata, hingga merangkai bunga. Selain itu masih ada ulasan mengenai profil Mbak Nunik dan resep kuliner untuk akhir tahun. Jangan lewatkan kolom event of the month mengenai kembang api di London yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat London dan sekitarnya setiap tahun untuk mengiringi dan merayakan pergantian tahun.

“Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2010”
“Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga kita dapat menata diri kita dan menggapai masa depan yang lebih baik”

Sumber Foto: s200.photobucket.com