Menu Pesta Tradisional

Tiga resep hidangan tradisional ini sering kali hanya muncul di acara pesta, tapi tidaklah menutup kemungkinan bagi Ibu-Ibu untuk membuat dan menghidangkannya dalam pesta kecil besama keluarga inti di akhir pekan. Selamat mencoba!

Saksang

Makanan khas dari daerah Sumatera Utara dengan aromanya yang harum dan pendas ini dibuat dari daging sapi dengan tambahan kelapa parut dan ketumbar. Daging sapi dapat juga diganti dengan daging kerbau, kambing atau ayam.

Bahan:
• 500 gr daging sapi, potong kecil-kecil
• 2 buah hati ayam
• 200 ml santan encer
• ¼ sdm garam dan
• 1 sdm air jeruk nipis
• 500 gr kelapa parut
• 100 gr ketumbar halus
• 1 batang serai, ambil bagian putihnya, geprek
• 3 lembar daun jeruk purut
• 1 lembar daun salam
• 5 buah cabai rawit (bila suka pedas), belah dua
• Minyak goreng untuk menumis
• 500 ml air

Bumbu yang dihaluskan:
• 6 buah bawang merah
• 4 siung bawang putih
• 3 cm jahe
• 5 cm lengkuas
• 1 cm kunyit, potong-potong
• ½ sdm andaliman (atau sesuai selera)
• 5 buah cabai merah besar, giling halus
• 1 sdt garam

Cara membuat:

  1. Haluskan hati ayam, tambahkan santan, air jeruk dan garam, didihkan. Sisihkan.
  2. Sangrai kelapa dan ketumbar hingga harum dan berwarna kecoklatan. Segera tumbuk hingga halus dan mengeluarkan minyak. Sisihkan.
  3. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus, daun jeruk, daun salam dan serai hingga harum lalu tambahkan cabai rawit.
  4. Masukkan daging, aduk hingga bumbu merata dan daging berubah warna. Tambahkan air, masak hingga air berkurang setengahnya.
  5. Tambahkan tumbukan kelapa, aduk rata, masak hingga daging empuk dan kuah agak mengering.
  6. Masukkan larutan hati ayam, didihkan, aduk terus hingga merata dan kuah mengering.
  7. Sajikan segera.

Andaliman atau Sichuan pepper adalah bumbu masak yang dikenal dalam masakan Asia Timur dan Asia Selatan. Di Indonesia bumbu berasa khas ini sering digunakan dalam masakan Batak seperti Saksang dan Arsik.

Daging Masak Habang

Hidangan dari kota Banjarmasin ini tidak pernah ketinggalan dihidangkan pada acara pernikahan maupun syukuran. Meski masakan ini terlihat berwarna merah cabai, jangan khawatir karena rasanya ternyata tidak terlalu pedas.

Bahan:

• 500 gr daging has, potong 5 x 6 cm
• 4 sdm air asam
• 300 ml air
• 1 sdm gula merah sisir
• 2 sdm minyak untuk menggoreng

Bumbu yang dihaluskan:

• 6 butir bawang merah
• 2 siung bawang putih
• 8 buah cabai merah, buang bijinya
• 6 buah kemiri
• 1 sdm gula merah
• ½ sdt terasi
• 2 sdm garam

Cara membuatnya:

  1. Tumis bumbu halus dengan minyak hingga harum.
  2. Tumis daging bersama gula merah, sedikit garam dan 2 sdm air asam  hingga setegah matang.
  3. Masak daging bersama bumbu, air asam dan air dengan api sedang sampai daging lunak dan kuah mengental.
  4. Angkat dan sajikan.

Ayam Ingkung

Masakan Jawa Tengah  yang penuh simbol berupa ayam kampung yang dimasak utuh dengan bumbu opor, santan dan daun salam ini biasanya dijadikan pendamping nasi tumpeng dalam acara syukuran, selamatan atau siraman.

Bahan:
• 1 ekor ayam kampung utuh
• 2 sdm air jeruk nipis
• 1 sdm garam
• 3 sdm minyak, untuk menumis bumbu
• 750 ml santan dari 1 buah kelapa
• 3 lembar daun jeruk purut
• 2 lembar daun salam
• 2 batang serai, memarkan
• 1 sdm gula merah
• 1 sdm air asam jawa
• minyak goreng untuk menumis
• garam secukupnya

Bumbu Halus:
• 8 siung bawang merah
• 5 siung bawang putih
• 5 butir kemiri, sangrai
• 1 cm jahe
• 3 cm kunyit
• 1 sdm ketumbar, sangrai
• ½ sdt jintan
• ½ sdt lada halus

Cara Membuat:

  1. Setelah mencuci bersih ayam, buang bagian kakinya, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, biarkan selama 15 menit, lalu cuci lagi. Lilitkan leher ayam dan sayap dengan benang kasur/tali bambu. Kemudian ujung tali dililitkan ke leher ayam bagian atas yang telah ditegakkan dengan bantuan tusuk sate, sisihkan.
  2. Panaskan minyak goreng dalam wajan cekung yang besar
  3. Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan daun jeruk dan serai. Masak hingga layu.
  4. Tuang santan dan masukkan gula merah dan garam.
  5. Lalu masukkan ayam dalam posisi duduk dan terendam.
  6. Masak kurang lebih 20 menit atau sampai air santan mengental, sambil sesekali ayam dibalik atau dilumuri bumbu santan.
  7. Bila suka, ayam bisa dipanggang sambil diolesi sisa bumbu atau digoreng dengan menggunakan wajan besar dan ayam terendam dalam minyak yang sudah dipanaskan terlebih dahulu hingga tidak perlu dibalik. Bila sudah berwarna kuning kecoklatan, angkat dan sajikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s