Mengenal Sakit Kepala

Dari sekian banyak masalah kesehatan yang pernah menghampiri tubuh kita, bisa jadi sakit kepala adalah keluhan fisik terbanyak dalam hidup kita. Sensasinya beragam, ada yang berupa nyut-nyutan, kepala seperti diikat, cekit-cekit seperti ditusuk-tusuk, kepala terasa ringan, seperti dipukul-pukul hingga pusing dengan pandangan serasa berputar-putar, dengan derajat kesakitan mulai dari ringan, sedang hingga berat.

Penyebab atau pemicu sakit kepala juga bermacam-macam. Ada yang sakit kepala saat mencium bau bensin, saat dikejar deadline pekerjaan, mendapat kacamata baru, kurang tidur, migren yang kambuh, sakit gigi, sedang datang bulan, dehidrasi akibat terpapar matahari saat upacara, sedang sakit influenza, hingga tidak punya uang pun bisa menimbulkan pusing.

Meski masyarakat umum mengetahui bahwa sakit kepala ringan dan sedang biasanya dapat diredakan secara swamedikasi dengan pain killer, tetapi karena penyebabnya beragam, maka penatalaksanaan yang tepat untuk sakit kepala adalah kasuistik. Untuk itu penting bagi penderita untuk mengetahui apa penyebab sakit kepalanya, selain untuk upaya menghilangkan rasa sakitnya juga untuk mencegah terjadi sakit kepala di kemudian hari. Contohnya, apabila penyebabnya adalah menurunnya kadar gula darah karena terlambat makan maka penanganannya adalah dengan segera makan, bila ada hubungannya dengan gigi maka perbaiki juga masalah gigi tersebut, bila karena migren yang kambuh maka jalani langkah-langkah penatalaksanaan migren dari dokter. Jika sakit kepala tidak berhenti meski sudah mengkonsumsi obat dengan resep, segeralah mendatangi penyedia layanan kesehatan untuk menentukan apakah mungkin hal itu berkaitan dengan sesuatu yang lebih serius.

Dari 200 lebih jenis sakit kepala dan berbagai penyebabnya berikut di bawah ini adalah beberapa jenis sakit kepala yang patut kita ketahui.

Sakit kepala muskular adalah sakit kepala yang paling umum, merupakan sekitar 75% dari semua kasus sakit kepala. Rasa sakit dengan intensitas sakit kepala ringan hingga sedang dirasakan menetap pada kedua sisi kepala dan digambarkan sebagai kepala yang seperti diikat dengan kuat. Rasa sakit muncul akibat kontraksi otot-otot di sekitar kepala yang juga dapat meluas ke wajah hingga leher dan bahu yang disebut tension headache. Penyebab utama sakit kepala ini adalah faktor psikologis seperti stres dan depresi dalam mengantisipasi konflik, selebihnya karena postur tubuh yang menyebabkan ketegangan otot, arthritis di leher, atau masalah pada temporomandibular. Untuk mengatasi sakit kepala jenis ini penderita harus mengubah perangai psikoneurotiknya menjadi santai. Untuk sekedar mengurangi rasa sakit kepala dapat dilakukan pemijatan pada otot yang tegang.

Sakit kepala vaskular disebabkan oleh efek vaskular seperti pembengkakan pembuluh darah dan hiperemia. Sakit kepala yang termasuk golongan ini adalah migren, sakit kepala cluster dan sakit kepala toksik.

Migren merupakan jenis sakit kepala dengan intensitas sedang hingga berat dan kambuhan. Kondisi ini ada kaitannya dengan kuncupnya pembuluh darah otak. Sensasi sakit biasanya pada satu sisi kepala, seperti dihantam dan berdenyut-denyut di pelipis. Rangkaian sensasi migren diawali dengan gejala prodromal selama beberapa menit hingga beberapa jam berupa depresi, lemas, mengantuk atau kesemutan, kemudian dapat dilanjutkan dengan munculnya gambaran titik-titik cahaya, pandangan dobel atau gambaran visual lain, dan terakhir adalah puncak serangan berupa nyeri kepala yang luar biasa. Saat terjadi serangan penderita mengalami gangguan penglihatan bisa juga disertai mual, muntah, mulas hingga diare. Puncak serangangan dapat berlangsung 4 hingga 72 jam. Nyeri kepala dapat diperberat oleh rangsangan cahaya, suara atau bau-bauan. Saat serangan terjadi umumnya penderita tidak bisa beraktivitas. Penderita migren umumnya ada kaitan dengan faktor keturunan dan sudah dimulai sejak kanak-kanak. Faktor pencetus migren yang tersering adalah makanan yang dikonsumsi, stres, obat-obatan tertentu, dehidrasi, alkohol dan kafein.

Sakit kepala sebelah. Pada sakit kepala jenis ini tidak ada penguncupan pembuluh darah otak dan gejala pendahuluan seperti pada migren. Pada kasus ini penderita langsung terjadi nyeri kepala. Maka penting bagi penderita untuk mengingat penyebab sakit kepalanya.

Cluster headaches merupakan jenis sakit kepala yang paling berat dan tidak umum. Sakit yang dirasakan sangat menyakitkan, tajam seperti ditusuk-tusuk. Rasa sakit biasanya terjadi pada satu sisi kepala, di belakang mata, atau pada daerah pelipis. Serangan berlangsung selama 15-180 menit, terjadi teratur pada waktu dan jam-jam tertentu dan tersering pada musim semi dan gugur. Sakit kepala jenis ini dapat bertahan 2 minggu sampai 3 bulan lalu hilang begitu saja dan kemudian muncul kembali dalam beberapa minggu, bulan atau tahun. Rasa sakit yang sangat parah menyebabkan beberapa dari penderita harus diawasi karena ditakutkan akan bunuh diri sehingga sakit kepala ini dikenal dengan sebutan suicide headaches.

Toxic headaches berhubungan dengan demam akibat infeksi  dimana aliran darah di kepala terpengaruh racun berupa patogen toksik seperti virus atau bakteri, jamur, parasit penyebab penyakit. Contohnya adalah sakit kepala saat influenza dan pneumonia akut. Penyebab lain adalah akibat terpapar bahan-bahan kimia dari luar tubuh seperti seperti MSG, insektisida, karbon monoksida atau timbal hasil pembakaran bensin. Hangover atau mabuk adalah salah satu jenis sakit kepala toksik yang disebabkan oleh alkohol.

Traction headaches terjadi jika sel-sel saraf di dalam otak tertarik, teregangkan atau terpindahkan karena adanya hematoma, tumor otak atau saat memelototkan mata untuk mengkompensasi kelelahan mata. Ciri-ciri sakit kepala jenis ini adalah adanya sensasi tekanan yang kuat pada kepala.

Sakit kepala akibat pembengkakan/inflamasi biasanya merupakan akibat dari penyakit serius yang mempengaruhi kepala, leher, tulang belakang, sinus, gigi atau telinga. Nyeri yang timbul umumnya ringan sampai sedang, dan bisa periodik atau berkesinambungan, tergantung pada penyebabnya. Contoh pencetus sakit kepala ini adalah meningitis yaitu inflamasi pada membran selaput luar otak.

Sakit Kepala Sinus. Sakit ini disebabkan oleh peradangan pada rongga sinus. Rasa sakit dirasakan konstan di kepala dan muka di tempat tertentu. Biasanya disertai dengan gejala sinus lainnya, seperti hidung berair, telinga terasa penuh, demam dan bengkak pada wajah. Rasa sakit terasa hebat bila kepala digerakan secara tiba-tiba, bangun dari posisi tidur atau menundukkan kepala.

Vertigo. Penderita vertigo merasakan pusing, lingkungannya seolah berputar-putar atau sensasi sempoyongan. Perasaan ini akibat sistem keseimbangan dalam otak terganggu. Biasanya gejala ini disertai pucat, muntah, keluar keringat dingin, perubahan denyut nadi dan tekanan darah. Vertigo sebenarnya merupakan gejala suatu penyakit. Untuk mengetahui penyebabnya perlu dilakukan pemeriksaan yang teliti.

*adp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s