Mengenal Lebih Dekat CHILDREN AND FAMILIES ACROSS BORDERS (CFAB) UK

“Satu hal yang sangat menarik apabila Anda berkunjung ke Negari Ratu Elizabeth II dan Anda senang untuk berburu barang-barang kerajinan khas dan unik dari berbagai Negara, Anda pasti akan senang bila dapat mengunjungi International Bazaar UK di Kensington Town Hall di kawasan barat kota London”

Demikianlah kira-kira isi dari iklan-iklan yang seringkali dimuat berbagai media cetak maupun disiarkan lewat media eletronik di London. Ya ……tepat sekali! Event yang sangat popular dan selalu ditunggu-tunggu dengan penuh antusias oleh berbagai kalangan masyarakat di London ini tidak lain dan tidak bukan adalah International Bazaar UK yang diselenggarakan setiap tahunnya di awal musim semi oleh Children and Families Across Borders (CFAB) UK.

Event tahunan ini terjadwal secara teratur dan menjadi salah satu acara bergengsi dari berbagai obyek wisata di London, suatu kota di Eropa penuh dengan daya tarik karena begitu kaya dengan tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi dan dilihat. Oleh karenanya tidak mengherankan apabila Inggris, dengan salah satu icon-nya kota London, pada tahun 2010 telah dikunjungi 28,13 juta wisatawan dari berbagai Negara (termasuk Indonesia).

Sepertinya penyelenggara acara ini sudah hafal betul dengan sifat dan karakter masyarakat Inggris, khususnya yang tinggal di London, yaitu senang berbelanja di saat cuaca sudah lebih hangat dengan datangnya musim semi, yang membuat suasana hati lebih bahagia setelah mengalami musim dingin. Dengan datangnya musim semi kota London juga tampak semakin indah dan menawan dengan pepohonan yang mulai menghijau dan bunga-bunga di taman dan halaman rumah-rumah penduduk juga tampak mulai bermekaran. Suasana hati yang bahagia ini tentulah sangat berpengaruh pada mood dan kesediaan para pengunjung bazaar untuk membelanjakan uang yang selama ini mereka simpan. Terlebih lagi, apa yang mereka dapatkan pada bazaar kali ini merupakan barang-barang yang memiliki cerita atau kisah yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Tentu kesempatan berbelanja di International bazaar tidak hanya dinikmati oleh masyarakat asli Inggris, namun juga masyarakat pendatang yang tinggal menetap di kota ini serta para wisatawan yang sedang berkunjung ke London. Sebagaimana kita ketahui bahwa London, dengan penduduk sekitar 12,3 juta, merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di dunia dengan penduduk selain orang Inggris juga terdapat pendatang yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Keragaman ini telah memberikan suatu keunikan dan warna tersendiri, serta memumbuhkan rasa saling menghargai dan mencintai keberagaman yang ada.

Keberagaman dari berbagai suku bangsa, ras, agama dan latar belakang budaya dari Negara peserta bazaar inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Hal ini patut dilestarikan dan secara teratur ditampilkan untuk menambah daya tarik kota London serta sebagai perekat yang baik antara warga asli Inggris dan penduduk pendatang yang tinggal di London dan daerah lain di luar kota London. Sangat menarik bukan? Nah, hal inilah yang mengilhami diadakannya International Bazaar UK setiap tahunnya dengan tujuan memberikan kesempatan kepada setiap bangsa tsb untuk menunjukkan keragaman adat dan budaya dari masing-masing Negara para peserta bazaar serta sebagai penambah daya tarik kota London. Selain itu kegiatan bazaar ini juga dimanfaatkan pula untuk pengumpulan dana (fund-raising) bagi kegiatan amal yang dilakukan oleh penyelenggara, dalam hal ini CFAB.

Pembaca yang budiman, saya ingin sedikit memberikan informasi mengenai kiprah CFAB dari awal pembentukannya hingga kini. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi para pembaca.

CFAB merupakan lembaga amal dengan tujuan untuk memajukan dan memberikan perlindungan hak anak-anak serta kesejahteraan anak-anak dan orang-orang dewasa yang kondisinya rapuh (vulnerable) serta memerlukan bantuan, tanpa melihat batas-batas Negara. Melalui jaringan internasionalnya, lembaga ini telah membantu orang-orang dan anak-anak yang terpisah dari keluarga akibat perceraian, migrasi, pencarian suaka, perdagangan manusia maupun penculikan.

Mari kita simak sedikit tentang latar belakang berdirinya organisasi ini. Pada tahun 1924 berdirilah sebuah organisasi sosial yang dikenal dengan International Social Service (ISS) di Jenewa, Swiss. Tujuan organisasi ini adalah untuk memberikan layanan kepada keluarga-keluarga yang terpisah ketika bermigrasi dari Eropa dan Timur Tengah ke Amerika.

Kemudian tidak lama setelah Perang Dunia II, tepatnya pada tahun 1955, berdirilah International Social Service (ISS) di Inggris sebagai cabang atau jaringan ISS yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. Tujuan utama dari lembaga ISS Inggris juga tidak jauh berbeda dari organisasi induknya, yaitu membantu menangani masalah-masalah kesejahteraan keluarga di seluruh Eropa. Lembaga inipun didaftarkan sebagai lembaga amal/charity di Inggris. Dan pada Januari 2010 ISS Inggris berubah nama menjadi Children and Families Accross Borders (CFAB) UK.

CFAB beroperasi di tingkat makro dan mikro, yaitu menyediakan layanan yang menyangkut kasus yang bersifat antar negara secara langsung kepada individu dan keluarga atau melalui kemitraan dengan pihak berwenang yang relevan. Lembaga ini juga memberikan saran dan pelatihan untuk proyek-proyek tertentu yang berhubungan dengan kerja sosial antar negara dan melakukan lobby untuk mempengaruhi kebijakan Pemerintah Inggris agar tergerak untuk memberikan perhatian pada masalah tersebut. Melalui jaringan internasionalnya, CFAB melakukan pertukaran informasi lintas batas Negara dan bekerja untuk meningkatkan jangkauan dan profesionalisme jasa pekerjaan sosial antarnegara yang diberikan kepada anak-anak, orang dewasa dan keluarga dalam menghadapi masalah social dan hukum, baik dalam dimensi pribadi, nasional maupun internasional.

Sama halnya dengan organisasi sosial non-pemerintah agar dapat menjalankan roda organisasinya dengan baik, CFAB membutuhkan dukungan banyak dana. Sumber-sumber dana yang didapat oleh CFAB antara lain dari dukungan amal per-orangan dan lembaga, baik itu lembaga pemerintah maupun lembaga swasta, antara lain seperti: CAF American Donor Fund, The City Bridge Trust, The Department for Children, Schools and Families, The Department for Education, The Foreign and Commonwealth Office, The Henry Smith Charity, The Home Office, The Rayne Foundation, dan Comic Relief.

Salah satu cara penggalangan dana terbesar yang dilakukan oleh CFAB adalah dengan mengadakan International Spring Fair atau International Bazaar setiap tahunnya di London. Bazar ini sudah menjadi event tetap di London. Acara ini juga dimeriahkan dengan kesenian/cultural performance yang datang dari beberapa Negara peserta, sehingga membuat suasana bertambah meriah dan makin menyenangkan. Bazaar kali ini diikuti oleh lebih dari 100 negara peserta dan CFAB berhasil mengumpulkan dana sebesar £65.000,-

Acara bazaar ini secara regular juga diikuti beberapa perwakilan negara asing yang ada di UK, termasuk salah satunya Kedutaan Besar Indonesia untuk Inggris Raya. Pada tahun 2011 DWP KBRI London kembali ikut berpartisipasi pada acara bazaar tahunan ini yang jatuh pada tanggal 10 – 11 Mei 2011. Bertempat di Kensington Town Hall, London, yang terletak di bagian barat kota London. Kali ini Indonesia membuka dua stall: yaitu stall barang dan stall makanan. Untuk stall barang kami mendapat dukungan/donasi berupa barang-barang kerajinan dari Ibu Nunik, seorang pengusaha perhiasan dan kerajinan dari Indonesia. Sementara untuk stall makanan, Indonesia seperti biasanya menyediakan makanan khas Indonesia yang dibuat oleh ibu-ibu anggota DWP KBRI London. Stall makanan Indonesia, sepertinya biasanya, selalu menjadi salah satu stall makanan terlaris dan dinanti-nanti oleh setiap pengunjung yang datang. Sajian makanan khas Indonesia yang antara lain terdiri dari, sate, gado-gado, nasi goreng, soto dan aneka jajanan pasar terhidang dengan menarik dan penuh cita rasa yang menggugah selera para pengunjung sehingga mereka ingin mencicipi dan memutuskan untuk membeli makanan Indonesia. “Ehhmmmm yummy and it’s very delicious……..Indonesian food is one of the best.” Begitu rata-rata komentar para pengunjung yang dengan penuh antusias telah mencicipi makanan Indonesia yang memang sudah dikenal karena kelezatannya. Alhasil semua stall makanan dengan cepatnya kehabisan persediaan dan beberapa pengunjung yang terlambat hadir terpaksa tidak berkesempatan untuk dapat mencicipi semua hidangan makanan yang tersedia.

Penulis: Ny. Restuti G. Nugroho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s