Discover The Beauty of West Java

“DISCOVER THE BEAUTY OF WEST JAVA”
LADIES COFFEE MORNING 2011
LONDON, UK

                             AUTUM  LEAVES
                             (by Nat King Cole)

The falling leaves drift by the window
The autumn leaves of red and gold
I see your lips, the summer kisses
The sun burned-hand I used to hold

Since you went away, the days grow long
And soon I’ll hear the winter song
But I missed you most of all my darling
When autumn leaves start to fall

     ……………End

Demikianlah sebuah petikan  lagu yang begitu indah dan begitu terkenal untuk di nyanyikan serta enak sekali di dengarkan pada saat memasuki musim gugur kali ini.

London di penghujung musin panas dan di awal musin gugur kali ini terasa begitu indah.  Dimana suhu udara dirasakan lebih dingin meskipun sesekali masih kita rasakan kehangatan musim panas yang baru saja kita lewati.  Dedaunanpun mulai berganti warna, mulai dari warna hijau berubah menjadi warna ke kuningan emas dan coklat tua.  Taman-taman yang tadinya hijau terhampar dan tersebar di hampir semua sudut kota London, sebelumnya terbentang bak permadani hijau kini mulai ditutupi oleh dedaunan tua berwarna coklat keemasan yang berjatuhan gugur tertiup angin autumn breeze  dari pepohonan yang berdiri menjulang tinggi dan perkasa.  Kicau burung yang berterbangan di antara kerimbunan pepohonan pun sayup-sayup masih terdengar.

Suasana dan keindahan ini terasa sekali pada saat kami, Dharma Wanita Persatuan KBRI London menjadi tuan rumah acara Ladies Coffee Morning” atau disingkat LCM di kediaman resmi Dubes RI, Wisma Nusantara, Bishops Grove, Bishops Avenue, London yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2011 yang lalu.

Acara LCM kali ini terasa begitu istimewa.  Hal ini dikarenakan dua hal, yaitu pertama  LCM tahun ini baru pertama kali diadakan setelah sekian lama seolah-olah mati suri.  Dan yang ke dua LCM kali ini merupakan kesempatan bagi Ketua DWP KBRI London, Ny. Risandrani Thamrin untuk berpamitan karena dalam waktu dekat beliau akan segera kembali ke tanah air, seiring dengan berakhirnya tugas Bapak Yuri O. Thamrin selaku Dubes RI di London pada akhir Oktober 2011.

Dihadiri oleh tidak kurang 50 orang undangan, yang terdiri dari istri-istri kepala perwakilan negara-negara anggota ASEAN yang di dampingi oleh beberapa orang ladies dari masing-masing perwakilan.  Juga turut hadir pada acara tersebut adalah Presiden dan anggota The Women Council, UK, The Diplomatic Neighbours UK, Journalists, Writers, lembaga perwakilan perbankan Indonesia di London dan tentunya para friends of Indonesia.

Ladies Coffee Morning kali ini mengambil tema “ Discover the beauty of West Java”.  Tema kali ini sengaja dipilih karena kita ingin memberikan sesuatu yang lain dari tema-tema sebelumnya.  Seperti yang kita ketahui selama ini, bahwa pengetahuan dan informasi ataupun awareness masyarakat dunia, termasuk di Inggris, terhadap berbagai daerah di Indonesia masih terasa kurang.  Kebanyakan orang  atau masyarakat asing lebih  mengenal Indonesia dengan Bali atau Yogjakarta.  Nah disinilah tujuan yang ingin kita capai melalui acara dimaksud, yaitu memberikan informasi lebih lengkap dan mendalam mengenai adat dan budaya, tari-tarian serta  makanan/kuliner khas Jawa Barat tentunya.

Para tamu undangan tampak begitu antusias untuk hadir dan tepat pukul 11:00 pagi tampak mulai berdatangan dan acara dimulai dengan resepsi sekitar 30 menit.  Pada waktu jarum jam menunjukkan pukul 11:30 siang  suara merdu dari MC terdengar mengundang para undangan untuk memasuki ruangan utama tempat acara Coffee Morning diadakan guna memulai acara.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua DWP KBRI London, Ny. Risandrani Thamrin.  Pada kesempatan ini ibu Sandra, begitu beliau biasa dipanggil, menyampaikan   pentingnya kita untuk tetap secara terus menerus memberikan informasi guna memperkenalkan  adat dan budaya Indonesia yang begitu kaya dan begitu beragam. Indonesia yang memiliki begitu banyak suku bangsa dan bahasa memiliki keragaman dan keunikan tersendiri. Dengan penyampaian informasi secara berkesinambungan kesadaran masyarakat dunia terhadap Indonesia dan berbagai keunikan dari berbagai daerah didalamnya tentunya akan semakin baik. Kesempatan kali ini juga dimanfaatkan oleh Ibu Sandra untuk berpamitan kepada hadirin semua.  Ucapan terima kasih dan penghargaan disampaikan atas hubungan baik, persahabatan, kerjasama dan dukungan yang telah mereka berikan selama ibu Sandra berada di London mendamping suami tercinta bertugas di KBRI London.

Program yang kami kemas kali ini termasuk didalamnya pemaparan mengenai Batik Jawa Barat, yang disampaikan oleh Ibu Nunik Annurningsih, seorang Warga Indonesia yang tinggal di Inggris dan memiliki perhatian serta ketertarikan yang besar terhadap batik di Indonesia pada umumnya dan batik Jawa Barat pada khususnya.  Ibu Nunik menjelaskan mulai dari sejarah batik di Indonesia yang  ternyata mendapat banyak pengaruh dari budaya India dan China.  Batik sebenarnya adalah sebuah proses yang dilakukan dalam meletakkan atau membuat suatu desain/motif yang dimulai dengan penempatan sebuah titik pada sepotong kain. Dengan daya imaginasi seni yang tinggi dan dengan ketrampilan proses pembuatan yang berulang kali akan menghasilkan sebuah desain yang indah dan  khas dengan berbagai warna yang begitu menarik.  Demikian yang disampaikan oleh Ibu Nunik dalam pembukaan presentasinya.

Selanjutnya dijelaskan bahwa untuk membuat batik diperlukan beberapa proses persiapan dan hal-hal lain yang perlu dilakukan. Pertama adalah penentuan jenis kain, jenis kain ini dapat berupa katun, silk atau bahan dari serat.  Setelah itu perlu penentuan desain atau  motif yang di-inginkan serta proses pewarnaan dan pencucian berulang-ulang.  Sedangkan proses terakhir adalah pengeringan.  Untuk mendapatkan sebuah batik yang berkualitas baik, diperlukan proses pengerjaan lebih kurang dua bulan lamanya.  Sehingga dapat dikatakan bahwa proses pembatikan tidak hanya sekedar proses pembuatan batik itu sendiri, namun didalamnya juga merupakan pekerjaan yang bernilai seni tinggi dan juga memerlukan kesabaran.  Tanpa kedua hal tersebut dapat dikatakan bahwa batik yang didapat akan kurang baik atau bahkan tidak memiliki nilai seni.

Ada lima jenis batik Jawa Barat yang popular, utamanya yang berasal dari daerah Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Indramayu, dan Karawang.  Bahkan hampir disetiap kota besar di provinsi Jawa Barat, memiliki ciri khas tersendiri.  Setiap desain atau motif dari tiap-tiap daerah merefleksikan kehidupan dan budaya daerah setempat.  Namun demikian dapat dikatakan bahwa secara umum batik-batik di Jawa Barat memiliki keanekaragaman warna yang cerah dan desain yang unik.

Dalam presentasinya ibu Nunik juga menjelaskan berbagai macam desain dan jenis batik koleksi  beliau yang telah dikumpulkan sejak lama.  Ada yang berupa kain maupun sarung.  Mulai dari bahan berupa katun, silk maupun serat.  Semuanya memiliki latar belakang cerita, desain dan warna yang menarik.

Presentasi ditutup dengan penampilan beberapa orang ibu dalam memperagakan berbagai macam model pakaian dari batik.  Berbagai jenis baju batik yang ditampilkan antara lain; rok kain batik   yang dipadukan dengan atasan polos, cocok untuk acara santai.  Batik kain yang dipadukan dengan kebaya untuk acara resmi atau setengah resmi.  Batik kain  dipadu dengan busana muslim.   Dan yang terakhir adalah busana batik modern yang dapat dipakai untuk acara-acara formal dan non formal, desain terbaru batik untuk musim dingin berupa dress dan coat.  Para peragawati yang memperagakan berbagai busana ini tampil dengan elegan dan lincahnya.  Meskipun tidak satu orang pun dari mereka yang memiliki latar belakang peragawati.  Mereka tidak lain adalah ibu-ibu pengurus DWP KBRI London.

Setelah mendengarkan presentasi batik yang disampaikan oleh Ibu Nunik yang mendapatkan antusiasme luar biasa dari para hadirin,  pertanyaanpun  berdatangan mengenai batik.  Ibu Nunik pun dengan telatennya melayani satu per satu hadirin dengan sabar dan penuh perhatian.

Tepat pukul 13:00 siang, perut mulai keroncongan dan tamupun diajak untuk mencicipi hidangan makanan khas Sunda yang  disajikan langsung di meja yang telah dipersiapkan atau dikenal dengan sebutan” Sitting Dinner”.  Tentunya makan siang kali ini tidak akan terasa lebih nikmat tanpa di iringi lantunan merdu musik kecapi suling.  Sajian hidangan pembuka yang disuguhkan adalah Soto Bandung. Seperti kita ketahui kelezatan dan kekhasan soto satu ini antara lain dengan potongan daging yang kecil persegi dan dilengkapi dengan kacang kedelai, daun bawang segar serta gorengan bawang merah, merupakan suatu kombinasi indah dengan sup beningnya.  Disusul dengan sajian menu utama yaitu Nasi Timbel, didalamnya terdiri dari Nasi berbungkus daun pisang, empal daging, kering kentang, tumis buncis, tempe goreng dan sambal  plus aneka kerupuk.  Kemudian tibalah makanan penutup keluar, pilihan kali ini adalah Es Teler, komposisi isi yang cantik, rasa manis segar dan mmmmmhhhhhh yuuuummmmmyyy  sekaliiiiii.  Tambahan hidangan penutup adalah kopi dan teh berikut chocolates.

    

Acara ditutup dengan sajian tari Jaipongan yang ditampilkan oleh Ny. Evy Nurcahyanto, Ny. Diah Fajar dan Ny. Lia Parimeng.  Ketiganya adalah pengurus DWP KBRI London.  Meskipun mereka bukan penari profesional tetapi jangan salah penampilan yang mereka sajikan luar biasa dan mendapatkan acungan jempol dari para hadirin.  Tidak berlebihan kiranya kalau mereka mendapat julukan “the dancers of the day”.  Gerakan lincah, dinamis dan indah diperlihatkan dengan mengikuti iringan jaipong yang sangat dinamis dan enerjik.  Penontonpun terpukau dan terpesona dengan tarian yang disuguhkan.  Acara semakin heboh setelah para penari kita mengundang para hadirin untuk ikut menari jaipongan bersama.  Semua hadirin dengan sangat antusias ikut turun mengikuti lenggang lenggok para penari dan saking asyiknya dari tari jaipongan sempat-sempatnya dilanjutkan dengan penampilan spontan dan dadakan tari Poco-Poco yang juga sangat disukai oleh hadirin.

Akhirnya sampailah kita pada penghujung acara.  Penutupan dilakukan oleh MC dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada setiap tamu yang hadir sembari berucap  “dengan perasaan menyesal kami sampaikan bahwa dengan berakhirnya tarian Jaipongan maka dengan berat hati acara terpaksa kita akhiri.  Atas nama Ibu Risandrani Thamrin sebagai tuan rumah, kami semua  mengucapkan banyak terima kasih atas kehadirannya pada hari ini.  Sampai bertemu di lain waktu dan kesempatan.  Selamat siang dan Good bye”.

Penulis: Ny. Restuti G. Nugroho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s