Kenwood House

 

Setiap kali melintasi jalan di sekitar Kenwood House, sering terpikir apa yang membuat gedung tersebut dijadikan salah satu tempat wisata Inggris yang harus dilestarikan dan masuk dalam English Heritage?

Kenwood House terletak kurang lebih satu kilometer dari Wisma Nusantara, tempat kediaman resmi Kepala Perwakilan Indonesia di London, tepatnya gedung ini berada di perbatasan utara daerah Hampstead, London. Karena jaraknya yang dekat inilah, maka saya sering berjalan-jalan di taman sekitar gedung megah ini. Gedung ini dikelilingi dengan hamparan rumput hijau dengan taman yang indah dihiasi bunga-bunga dan patung-patung karya seni pemahat-pemahat Inggris, danau-danau kecil yang diramaikan dengan itik-itik dan angsa-angsa yang bermain riang hilir mudik, hutan kecil dengan jalan setapak sampai mendaki bukit kecil di mana kita bisa memandangan panorama kota London dari kejauhan.

Dipenuhi dengan rasa keingintahuan yang besar, maka di hari Sabtu pagi yang cerah di musim semi, saya menyempatkan diri untuk masuk ke dalam Kenwood House. Kalau di lihat dari luar, gedung putih milik negara ini hanyalah sebuah gedung tua yang megah dengan pemandangan alam yang indah di sekelilingnya, tapi begitu saya menapakkan kaki ke dalam, siapa yang mengira begitu banyak benda berharga tersimpan di dalamnya.

Kenwood House merupakan rumah mewah abad ke-18 dengan bentuk bangunan gedung bertingkat yang megah yang dibeli oleh William Murray pada tahun 1754. William Murray adalah seorang Attorney General of England keturunan Scotland, yang bergelar Earl Mansfield I. Pada tahun 1764, Murray menugaskan Robert Adam seorang arsitektur yang beraliran Roman dan Greek, untuk merenovasi Kenwood House, dan menunjuk George Saunders pada tahun 1793 untuk membuat penambahan ruangan-ruangan di sayap kiri dan kanan gedung utama. Kenwood House, akhirnya merupakan tempat kediaman Earl Of Mansfield I, II, dan III. Pada tahun 1925, ahli waris keluarga Guinness, Edward Cecil Guinness, yang merupakan Earl of Iveagh I, membeli Kenwood House dari keluarga Mansfield. Gedung megah ini akhirnya disumbangkan kepada negara setelah ia meninggal dunia tahun 1927. Setahun kemudian Kenwood House dibuka untuk umum.

Sebenarnya, saya bukanlah tipe orang yang gemar akan lukisan-lukisan maupun barang-barang antik, namun begitu memasuki ruang makan yang banyak didekor dengan keramik-keramik Wedgwood berwarna biru dan hijau serta plafon yang dilukis dengan lukisan-lukisan bergaya Yunani, saya begitu terpana atas kecantikan ruangan ini. Lebih lanjut kaki saya langkahkan menuju tangga ke arah ruangan atas yang merupakan ruangan dengan jendela-jendela yang lebar menyajikan pemandangan danau-danau dan bukit-bukit yang begitu indah. Konon, dahulu dari tempat ini bisa terlihat panorama kota London, namun seiring dengan waktu tidak lagi bisa terlihat karena terhalang oleh pohon-pohon yang ada di sekitarnya. Masih dengan kekaguman dengan penataan ruangan yang artistik dengan dekorasi yang begitu cantik, saya meneruskan melangkah ke ruang perpustakaan. Ruangan ini banyak di dekorasi dengan warna-warna merah jambu, biru dan emas dengan gaya yang beraliran Roman. Lukisan-lukisan diri dari keluarga Mansfield mendominasi dinding-dinding sekitar perpustakaan, sementara furnitur dan buku-buku asli masih terpajang di ruangan ini.

Sebagian besar ruangan-ruangan yang ada di Kenwood House ini dipenuhi dengan lukisan-lukisan dari para pelukis terkenal, salah satunya adalah lukisan potret diri Rembrandt yang begitu berkesan hidup. Selain itu juga dipenuhi dengan barang-barang dan keramik-keramik antik yang sangat berharga yang menghiasi setiap ruangan di gedung itu. Yang paling mengesankan buat saya adalah begitu memasuki ruang musik, di mana ruangan itu dipenuhi dengan lukisan wanita-wanita pada abad ke-18. Dari ruangan yang dikelilingi oleh jendela kaca yang besar-besar inilah, taman yang ditata dengan indah dan danau dengan jembatan kecilnya dikejauhan terlihat sangat cantik.

Rasanya tidak sia-sia mengikuti kata hati saya untuk mengenal lebih dekat Kenwood House yang sering saya lintasi ini, karena Kenwood House memang benar-benar tempat yang patut dikunjungi selama berada di London.

*RIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s