Berkerudung Modis dengan Kombinasi Syal

       

Sejak tahun 70-an penggunaan kerudung penutup kepala atau jilbab oleh wanita muslim Indonesia semakin memasyarakat. Model berkerudung pun turut mengalami perkembangan dari masa ke masa. Dari foto-foto eyang-eyang kita zaman dahulu dapat kita lihat penggunaan kerudung yang sederhana dari kerudung berbentuk empat persegipanjang berbahan katun, linen atau sifon polos atau berbordir yang penggunaannya hanya ditempatkan di kepala lalu bagian lebihannya dililit atau disilangkan di leher. Kemudian di awal tahun 80-an muncul istilah jilbab yang lebih berupa kerudung dilipat segitiga berbahan katun atau linen polos, berbagai warna atau dengan tambahan bordir yang disemat peniti atau bros di bawah leher. Lalu muncul model jilbab instan sederhana berbahan kaos atau spandex yang dijahit. Setelah itu model jilbab menjadi begitu beraneka ragam, mulai dari yang sederhana dari bentuk dasarnya maupun ornamennya, yang praktis penggunaannya namun modis, hingga yang perlu lebih banyak waktu penataannya bisa menjadi pilihan. Banyaknya artis berkerudung yang tampil di media masa turut memberi andil terjadinya perubahan trend gaya berkerudung dan berjilbab di Indonesia.

Demi berbagi ilmu dan pengalaman mengenakan kerudung modis dalam waktu singkat yang dapat dilakukan sendiri dan tanpa harus menyetrika sesaat sebelum penataannnya, Ibu Bonita Fauzi memberikan demonstrasi “Cara berkerudung praktis dengan mengkombinasikan syal” pada Pertemuan Bulanan DWP KBRI London tanggal 4 Mei 2011 di Ruang Serbaguna KBRI London.

Sebelum menata kerudung ada beberapa hal yang yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu pemilihan model atau gaya kerudung dan persiapan perlengkapannya. Yang menjadi pertimbangan pemilihan model atau gaya kerudung adalah kesesuaian dengan waktu, acara, aktivitas dan busana. Setelah itu disiapkan perlengkapan berkerudung, antara lain ciput atau topi dalaman untuk menutupi rambut dan mencegah posisi kerudung berubah, bergo atau jilbab instan, peniti dan jarum pentul, syal bentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang sesuai pilihan model dan aksesoris bila diperlukan. Syal yang dipilih dapat berbahan tebal atau tipis dan lembut jatuhnya seperti kaos, sifon, sutera, georgette, shantung atau organdi. Aksesoris yang dapat ditambahkan pada kerudung adalah korsase, bros atau jepit.

Di acara tersebut ada empat model kerudung praktis karya Ibu Bonita yang dapat kita adopsi dan menjadi tambahan khasanah ketrampilan berkerudung kita.

 *adp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s