Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

“Humanisme dalam Sirah Nabawiyah

Sosok Rasulullah SAW adalah suri tauladan yang selalu dikenang khususnya oleh umat Islam di mana pun berada, sehingga setiap Maulid (Kelahiran Nabi Muhamad SAW) tiba selalu diperinggati oleh seluruh umat Islam diseluruh penjuru dunia. Masyarakat muslim Indonesia di London pun turut memperingatinya. Kurang lebih 150 orang hadir dalam perayaan Maulid yang diselenggarakan di kantor KBRI London beberapa waktu lalu.

Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad tahun ini dimeriahkan oleh ibu-ibu pengajian yang diketuai oleh Ibu Ana Passin, bersalawat dengan mengunakan alat tradisional rebana membuat suasana maulid menjadi meriah. Sebelum ceramah sebagai mata acara utama dimulai, dilaksanakan salat isya berjamaah dan dilanjutkan santap malam bersama yang telah disediakan oleh ibu-ibu masyarakat Indonesia di london.

“Humanisme dalam Sirah Nabawiyah” adalah tema ceramah Maulid kali ini yang disampaikan oleh ustad Muhammad Muhtar Arifin Sholeh. Beliau adalah dosen Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA) Semarang, lulusan jurusan Antropologi Universitas Gajah Mada dan jurusan Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Yogyakarta dan sedang merampungkan program doktornya di University of Sheffield.

Dalam ceramahnya disebutkan bahwa sebagai umat Nabi Muhammad maka umat Islam perlu mempelajari Sirah Nabawiyah, yaitu sejarah dan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW. Risalah kenabian merupakan ajaran-ajaran (Ibrah) yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Ibrah tidak sekadar jalan cerita kehidupan Nabi Muhammad SAW dari waktu ke waktu, tetapi juga di dalamnya terdapat, hikmah dan makna filosofis. Humanisme dalam risalah kenabian perlu dipelajari untuk memahami pribadi Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah dan dari aspek-aspek kemanu- siaannya.

Ustad Muhtar juga menerangkan tujuan kajian Sirah Nabawiyah adalah untuk memperoleh gambaran tentang hakekat hidup Islam secara kaffah (kepasrahan dan totalitas). Menegaskan kepada kita bahwa dalam hal beragama kita tidak boleh setengah-setengah, begitu pula dalam memeluk agama Islam, segala aktivitas kita dalam keseharian harus mengacu kepada nilai-nilai Islam, seperti yang tercermin dalam diri Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang tertulis dalam surat Al-Ahzaab, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. Nabi Muhammad selain menjadi uswah hasanah (contoh yang baik) atau tipe ideal yang perlu diteladani untuk kehidupan, keteladanan dalam diri Rasulullah SAW juga mendorong manusia untuk memahami Alquran sebagai sumber Sirah Nabawiyah.

Ustad Muhtar mengatakan dalam ceramahnya, “Kita mengkaji cara dakwah Rasulullah dan pembinaan umat manusia, dalam upaya memperoleh ilmu pengetahuan dan gambaran kehidupan masyarakat masa Nabi dan sahabat.”

Demikian ceramah yang disampaikan oleh ustad Muhammad Muhtar Arifin Sholeh dalam perayaan mengenang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

*Oleh: Ine Sudrajat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s