Mengatur Keuangan Keluarga

Pasangan muda yang baru saja menikah, dengan semangatnya membuka semua “ANGPAO” dari para undangan yang hadir di pesta perkawinan mereka yang baru saja berlangsung.

Suami: “sayang, uangnya lumayan banyak, kira-kira mau
diapakan?”

Istri   : “wow iya sayang, ini sih bukan lumayan lagi, tapi
dengan uang ini kita bisa buat rencana macam-macam
kedepan, ade ide ngga sayang?”

Itu adalah sedikit cuplikan diolog dua orang suami istri yang baru saja memasuki dunia berkeluarga dan punya keinginan untuk membuat kehidupan keluarga mereka kelak dapat hidup layak dan bahagia seperti kebanyakan keluarga lainnya.

Pasangan suami istri saat ini dapat dikatakan punya cukup modal untuk memulai kehidupan keluarga yang berencana. Berencana dalam hal ini termasuk kapan saat yang tepat untuk memiliki momongan, menabung untuk mencicil rumah, kendaraan pribadi dan persiapan dana pendidikan anak serta dana pensiunan dimasa depan kelak.

Kebanyakan dari pasangan muda saat ini, diawal rumah tangga mereka masing-masing sudah berkarir, bahkan ada kalanya sang istri memiliki karir yang lebih baik dari sang suami. Hal demikian tidaklah tabu lagi, tetapi justru kondisi seperti ini harus didukung dengan komitmen yang baik dan kuat dari pasangan tersebut.

Lain halnya dengan lazimnya kehidupan berkeluarga yang klasik, dimana, seorang suami setelah menikah praktis menjadi provider atau mendatangkan nafkah untuk keluarganya. Hal ini tentu saja sangat baik apabila memang mampu dan mencukupi. Tetapi juga tidak ada salahnya apabila sang istri ikut membantu menafkahi keluarga, apalagi kalau belum memiliki momongan. Segala sesuatunya dapat diatur sehingga baik karir maupun keluarga dapat berjalan seimbang dan selaras.

Apakah kita sudah cukup bijak dalam menjalankan pengaturan keuangan didalam keluarga kita? Dari beberapa buku-buku hasil karya para penulis yang juga Perencana Keuangan handal dan terkenal yang ada, dapat disimpulkan bahwa untuk mengelola keuangan keluarga yang diperlukan adalah hal-hal sebagai berikut:

  1. Membuat Perencanaan Keuangan Keluarga
    Untuk mengatur keuangan keluarga diperlukan suatu rencana atau tujuan keuangan keluarga yang ingin dicapai. Hali ini untuk menentukan tujuan pendek ataupun tujuan panjang yang dikehendaki dalam periode tertentu.
    Tujuan pembuatan rencana keuangan disebabkan oleh bebarapa hal antara lain; keinginan atau rencana dimasa depan, tinggi dan selalu naiknya biaya hidup saat ini dan kedepan, keadaan ekonomi dan sosial masyarakat yang terkadang susah diprediksi, umur dan kondisi kesehatan fisik dari kita sendiri (pencari nafkah dalam keluarga) dan berbagai alternatif atau tawaran dari institusi keuangan dalam berinvestasi.
    Rencana keuangan yang harus kita buat antara lain berisikan; bagaimana kita mulai menyisihkan sebagian dari dana penghasilan suami-istri setiap bulannya, berapa dari dana tersebut yang harus dimasukkan ke tabungan jangka pendek antara lain; untuk membeli atau mencicil rumah, kendaraan pribadi, biaya pendidikan dini anak, biaya kesehatan (emergency), premi asuransi jiwa pencari nafkah, liburan keluarga dll. Sedangkan untuk jangka panjang; berapa banyak dari uang tersebut yang harus kita masukkan ke tabungan untuk pendidikan tinggi anak dan dana pensiun.
    Berapa untuk masing-masing pos tersebut kita alokasikan? Jawabannya sangat bervariasi, tergantung berapa besar dana yang ada dan toleransi yang kita berikan.
    Sebagai gambaran yang dapat anda lakukan adalah sbb; 40% alokasi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (makan, minum, transportasi, dan tagihan-tagihan), 35% alokasi untuk memenuhi target tujuan jangka pendek, 25% alokasi target jangka panjang. Tips: mulailah menabung sedini mungkin dan menabung dulu baru belanja! Susah? Tidak bila kita memiliki will power.
  2. Membuat Anggaran Keluarga
    Anggaran Keuangan keluarga perlu dibuat guna mengetahui berapa besar pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya. Disini dapat dilihat apakah selisih antara pemasukan dan pengeluaran itu sehat (+) atau tidak sehat (-).
    Dalam anggaran keuangan keluarga didalamnya termasuk; jumlah pemasukan, bebagai pos pengeluaran uang (hutang, premi asuransi, tabungan rutin, dan biaya hidup).
  3. Menjalankan pengelolaan keuangan sehari-hari secara sehat. Lakukan sesuai anggaran keuangan yang sudah dibuat sebelumnya, monitor alokasi dana untuk setiap pos yang sudah ada. Gunakan beberapa rekening untuk memudahkan pengaturan dana tsb, ada rekening untuk pengeluaran sehari-hari dan ada rekening untuk menampung dana tabungan, dll.
  4. Cermat dalam berbelanja. Gunakanlah selalu uang cash atau kartu debit saat berbelanja. Hal ini untuk memberikan batasan kepada anda bahwa pada saat berbelanja maka uang direkening akan berkurang.  Ingat: Hindari penggunaan kartu kredit Tips: sebelum berbelanja buatlah terlebih dahulu daftar belanjaan, disiplin dengan list yang ada.  Segera bayar belanjaan dan pergi dari pusat perbelanjaan.
  5. Bijaklah dalam menggunakan kartu kredit. Gunakan hanya dalam keadaan darurat.
  6. Pelajari dan pilihlah produk investasi yang terbaik untuk mengalokasikan atau menempatkan tabungan pendidikan anak dan dana pensiun dimasa depan. Banyak pilihan yang ada antara lain; reksadana, obligasi dan saham.  Semuanya dapat dilakukan secara kecil-kecilan, yang penting rutin dan disebar di beberapa produk dan tempat, ingat ”jangan pernah menaruh telur dalam satu keranjang
  7. Pilih dan belilah asuransi; kesehatan untuk semua anggota keluarga (rawat inap saja dulu) dan asuransi jiwa untuk kepala rumah tangga.
  8. Persiapkan dana pensiun dan masa pensiun sedini mungkin. Sehingga bila saatnya tiba kita sudah tidak kebingungan mau ngapain apalagi panik / tidak siap menghadapinya.
  9. Melakukan investasi secara cerdas dan memonitornya secara teratur.
  10. Lakukan pendidikan keuangan kepada anak, tujuannya agar mereka sadar dan bertanggung jawab dalam penggunaan uang.

*RGN, dari berbagai sumber
Foto:
money management

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s