Puasa di Musim Panas

Melaksananakan ibadah puasa Ramadhan di negara empat musim seperti di Inggris memiliki suka-duka dan tantangan tersendiri. Berpuasa yang berlangsung 18 hingga 20 jam menuntut kesabaran dan ketahanan fisik pelakunya. Bagi orang dewasa bertubuh sehat puasa panjang ini masih mungkin dijalani. Ada energi dari glukosa untuk kisaran 4 hingga 8 jam setelah sahur dan sesudah itu ada cadangan energi dari glikogen hati yang cukup untuk menyuplai tubuh untuk 10 hingga 12 jam kedepan. Bila masih kurang akan diambil cadangan dari lemak atau glikogen otot. Meski tubuh memiliki cukup energi, dehidrasi tidak terelakkan saat melakukan puasa panjang. Untuk itu kita perlu mengatur aktivitas fisik agar dehidrasi diminimalkan.

Namun, bagi orang-orang lansia dan yang memiliki catatan kesehatan tertentu, puasa di musim panas mendatangkan kekhawatiran. Apalagi bagi para pengidap penyakit yang tergantung dengan jadwal makan dan minum obat, seperti para pengidap gangguan maag, diabetes, jantung dan gangguan ginjal. Dalam kondisi tertentu, mereka dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal.

Kiat-kiat berpuasa dimusim panas tanpa mengorbankan kesehatan:

  • Selain menyiapkan kondisi tubuh yang sehat, berniat beribadah puasa yang sungguh-sungguh dan penuh kerelaan dapat membantu puasa kita lancar tanpa wajah yang cemberut dan lesu.
  • Bagi pengidap penyakit atau memiliki catatan kesehatan perlu berkoordinasi dengan dokter dalam menganalisis kemungkinan untuk berpuasa. Kontrol ketat terhadap kandungan gula darah, tekanan darah dan kandungan kolesterol harus dilakukan sekurangnya dua minggu sebelum puasa untuk mengetahui dapat atau tidaknya menjalani puasa. Meski dokter mengizinkan berpuasa dan dalam pantauannya, pasien tetap perlu waspada dan mengontrol diri sendiri.
  • Lakukan latihan berpuasa sebelum masuk bulan Ramadhan agar tubuh perlahan-lahan beradaptasi terhadap berkurangnya asupan sumber energi dan cairan akibat perubahan pola makan dan minum.
  • Bersahurlah mendekati Subuh agar kesediaan cairan dan energi tubuh cukup hingga waktu berbuka nanti.
  • Jauhi makanan yang manis saat sahur yang menyebabkan perut merasa cepat kenyang sedangkan pasokan konsumsi zat lain belum terpenuhi secara optimal. Pilih makanan sahur yang mengandung cukup protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air. Perbanyaklah makan makanan berkarbohidrat kompleks, protein dan serat agar asupan lebih lambat dicerna sehingga lebih mampu menahan lapar. Menu sahur sebaiknya tidak terlalu berbumbu tajam atau pedas karena akan membuat cepat lapar.
  • Bila ingin tidur kembali maka tundalah sekurangnya satu jam setelah sahur, saat lambung sudah mulai mengerjakan tugasnya dan untuk mencegah refluks esofagus (makanan dari lambung kembali ke kerongkongan).
  • Di siang hari, hindari terpapar panas matahari, kurangi kegiatan fisik dan istirahatlah bila ada waktu.
  • Merasa haus dan lapar akibat berpuasa yang panjang adalah wajar. Tetapi rasa lapar bukanlah masalah gawat darurat. Biasanya dengan menunggu 10 menit kemudian, maka perasaan lapar ini akan hilang dengan sendirinya.
  • Tidak memaksakan diri untuk melanjutkan berpuasa bila terdapat tanda-tanda gangguan kesehatan seperti lemas, keringat dingin, gemetar, dan ketidaksadaran. Sebagai pertolongan pertama segeralah berbuka dengan minum atau makan makanan manis.
  • Saat Magrib segeralah berbuka puasa dengan minuman hangat. Minuman dingin akan membuat rasa haus terus menerus, perut kembung dan menyebabkan lapar ditengah malam. Makanlah kurma (kandungan nutrisinya dapat menurunkan keasaman lambung akibat berpuasa) atau kue-kue yang tidak terlalu manis dalam porsi kecil dan tidak berlemak agar kadar gula darah dan cairan tubuh kembali ke posisi normal secara perlahan-lahan.
  • Makan malam dilakukan setelah salat Magrib untuk memberi keseimbangan terlebih dahulu terhadap sistem pencernaan. Makanlah makanan yang berimbang dan kurangi makanan berlemak. Jangan makan berlebihan agar masih sanggup untuk makan sahur. Untuk mencegah terjadi sembelit selama puasa, perbanyak makan makanan berserat. Hindari makanan gorengan dan pedas untuk mencegah gangguan pencernaan.
    Perbanyak minum air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan. Tahan keinginan untuk minum teh, kopi atau soda karena minuman ini memicu tubuh kita untuk mengeluarkan urine.
    Jangan merokok yang dapat mengakibatkan ganguan tidur sehingga tidak bersemangat untuk bersahur yang hanya berselisih beberapa jam dari berbuka puasa.
  • Bagi yang sedang minum obat dan penderita penyakit kronis yang berpuasa jangan mengabaikan mengkonsumsi obat, dan jangan mengubah pola konsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Jangan begadang setelah salat Tarawih. Kurang tidur akan mengakibatkan kondisi tubuh kita kurang fit.

Puasa adalah kewajiban bagi kaum muslim. Semakin berat tantangan berpuasa dapat menandakan sekuat apakah iman kita. Tetapi bagi mereka yang tidak mampu berpuasa diwaktu yang terlalu panjang karena alasan medis, maka Allah tidaklah memberatkan hambanya dengan memberi alternatif kepada mereka untuk berpuasa pada hari-hari lain atau membayar fidyah.
Selamat berpuasa!

*adp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s