Archive | September 2010

Maaf-Memaafkan

Sudah fitrah bahwa manusia tidak ada yang sempurna, rentan terhadap kesalahan dan kekeliruan. Manakala hal ini terjadi, manakah yang lebih mudah dilakukan meminta maaf atau memaafkan?

Meminta maaf tidak semudah membalik telapak tangan. Bila meminta maaf dilontarkan dengan berat hati, tidak sepenuhnya rela atau justru terlalu mudah sekedar dilontarkan saja atau bahkan hanya sekedar berjabat tangan, maka perbuatan itu tidak akan ada maknanya selain sekedar mencairkan suasana agar tidak tegang. Sedangkan hati kecil kita tetap tidak nyaman dan benar-benar merasa lapang dari kesalahan. Meminta maaf memerlukan kejujuran atas kesalahan diri dan  niat memperbaiki kesalahan.  Meminta maaf menuntut keberanian melepas gengsi atas harga diri, umur maupun status untuk menyampaikan permintaan maaf secara baik dan tulus yang mencerminkan penyesalan. Selain itu meminta maaf juga membutuhkan keberanian untuk menerima konsekuensinya.

Memberi maaf juga tidak mudah. Diperlukan keikhlasan membuka pintu maaf untuk memperbaiki keadaan. Memaafkan dengan memberi kesempatan orang untuk memperbaiki diri akan lebih baik dari pada menyimpannya atau berusaha membalas dendam.

Meski dengan meminta maaf dan memaafkan tidak mengubah masa lalu tetapi ia akan melapangkan masa depan.

Masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri, tim redaksi beserta seluruh pengurus DWP KBRI London menyampaikan:

 “SELAMAT IDUL FITRI 1 Syawal 1431 HIJRIYAH”
“MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”

Di edisi pertiga bulan kali ini, kami menampilkan sosok Berry Natalegawa yang peduli nasib anak-anak yang kurang beruntung, ulasan kehadiran KRI Dewaruci di Hartlepool-Durham, peristiwa menarik di sekitar sungai Thames, tips dan info yang patut kita ketahui, hingga menu andalan sahur. Selamat membaca!

Advertisements

Merah Putih Berkibar di Hartlepool

Hartlepool yang berjarak 257 miles dari London dengan waktu tempuh 4 jam 40 menit, adalah kota kecil berpenduduk 90.000 jiwa yang terletak di sebelah timur Laut England. Hartlepool tumbuh menjadi kota pelabuhan karena posisinya yang berdekatan dengan laut. Pada pertengahan abad ke-18, banyak terdapat industri pembuatan kapal di kota ini, sehingga pada Perang Dunia Pertama Hartlepool adalah sasaran utama Jerman untuk dimusnahkan. Hartlepool adalah kota yang sepi dan lengang dalam kesehariannya, tetapi suasana ini berubah total pada tanggal 7‒10 Agustus 2010, ketika diadakan penutupan “Tall Ships’ Races 2010”.

Continue reading

Berry Natalegawa

DENGAN TEKAT YANG BESAR, BERJALAN KAKI TANPA LELAH
DEMI MENGGALANG DANA BAGI ANAK-ANAK YANG KURANG BERUNTUNG

Bila mendengar nama keluarganya, orang sering bertanya-tanya, adakah hubungan antara Pak Berry yang tinggal di London dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Pak Marty Natalegawa? Ternyata “ada”. Bahkan Pak Berry memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, yaitu kakak dari Pak Marty Natalegawa.

Pak Berry sudah lama tinggal di Inggris, yaitu sejak beliau bersekolah di Sekolah Menengah Atas di Inggris tahun tujuh-puluhan bersama Pak Marty Natalegawa. Beliau kemudian melanjutkan pendidikan di AA School of Architecture London dan hingga kini berprofesi sebagai arsitek dan konsultan desain gedung di London. Diwaktu senggangnya, Pak Berry memiliki hobi berolahraga bela diri Karate. Karateka penyandang ‘ban hitam’ ini hingga sekarang senang menyalurkan hobinya dengan menggajar karate dan mempunyai murid kurang lebih 100 orang.

Continue reading

Perayaan HUT ke-65 RI & Idul Fitri 1431 H

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat bulan Agustus dan bulan Ramadhan yang hampir tumpang tindih, bersamaan, kali ini Kbri London menggelar dua acara besarnya sekaligus, yaitu pesta Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesi ke-65 dan acara Halal Bihalal Idul Fitri 1431 H pada hari Minggu 12 September 2010. Kegiatan dan peristiwa memperingati dua acara tersebut dapat dilihat di halaman  Galeri

River Thames Festival

River Thames Festival yang setiap tahunnya diselenggarakan di pinggiran sungai terkenal di kota London adalah festival rakyat yang meriah yang cukup menarik untuk di kunjungi.

Betapa tidak, selain kita bisa menikmati keindahan pemandangan di sepanjang pinggiran sungai tersebut, kemegahan bangunan Westminster Abbey dan Big Ben yang merupakan icon kota London yang terkenal, kita akan dapat menemukan berbagai kegiatan yang dipusatkan di sekitar area antara Westminster Bridge  dan Tower Bridge. Continue reading

Puasa di Musim Panas

Melaksananakan ibadah puasa Ramadhan di negara empat musim seperti di Inggris memiliki suka-duka dan tantangan tersendiri. Berpuasa yang berlangsung 18 hingga 20 jam menuntut kesabaran dan ketahanan fisik pelakunya. Bagi orang dewasa bertubuh sehat puasa panjang ini masih mungkin dijalani. Ada energi dari glukosa untuk kisaran 4 hingga 8 jam setelah sahur dan sesudah itu ada cadangan energi dari glikogen hati yang cukup untuk menyuplai tubuh untuk 10 hingga 12 jam kedepan. Bila masih kurang akan diambil cadangan dari lemak atau glikogen otot. Meski tubuh memiliki cukup energi, dehidrasi tidak terelakkan saat melakukan puasa panjang. Untuk itu kita perlu mengatur aktivitas fisik agar dehidrasi diminimalkan. Continue reading

Terima Kasihku

Bismillahirohmanirohim.

Terima kasih dan puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas bimbingan dan tuntun-NYA kepada saya selama ini.  Teman-teman pengurus dan anggota DWP KBRI London yang saya cintai.  Ungkapan terima kasihku ini saya buat karena adanya pergantian Ketua pada kepengurusan DWP KBRI London dari Ketua lama, saya, Ny. Restuti G. Nugroho kepada Ketua yang baru Ibu Risandrani Thamrin.

Sebagai Ketua DWP KBRI London periode Maret 2009–Juli 2010, yang diangkat dan disahkan  oleh SKEP PENGESAHAN NO: B 379/SET/DWP DEPLU/III/2009, Tanggal 16 Maret 2009. Banyak sekali pengalaman yang telah saya dapat. Mulai dari menjalankan kegiatan rutin Ketua sebagaimana yang diamanatkan kepada saya yang diatur didalam AD/ART Dharma Wanita Persatuan, maupun berbagai rutinitas yang sifatnya tidak formil di organisasi.  Kegiatan tersebut antara lain menjalankan jalannya roda organisasi DWP KBRI London,  menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dengan KBRI London. Membina dan menjaga hubungan yang baik dengan wanita Indonesia di London khususnya yang menjadi anggota khusus DWP KBRI London. Continue reading