“Merah” dan “Pinky” di Hari yang Sama

Kita mengenal tanggal 14 Februari sebagai Valentine Days, dan para pencinta selalu menunggu-nunggu datangnya tanggal tersebut. Segala pernak-pernik Valentine seperti bunga, cokelat, boneka, bungkus kado telah dipersiapkan untuk hari tersebut dan tentu saja dengan warna yang khas, yaitu …PINK…!!!

Ada yang tidak biasa pada tanggal 14 Februari 2010 kali ini, yaitu dimana ada dua perayaan yang identik dengan suatu warna terjadi dihari yang sama dan dirayakan bersamaan, yaitu Hari Valentine dan Tahun Baru China 2561 yang biasa disebut Imlek. Semua orang tahu Valentine dikenal dengan pinky “Cinta”-nya dan Imlek dengan Naga “Merah”-nya, kedua warna ini siap meramaikan 14 Februari tahun ini.

Warna Pink dan Hari Valentine

Dalam perayaan Valentine warna pink dipilih sebagai karena mewakili sesuatu yang terkesan “romantis” dan “penuh cinta”. Itulah mungkin mengapa warna pink adalah simbol dari hari Valentine. Dan kebanyakan wanita sangat menyukai warna ini. Sebuah evolusi menyebabkan perempuan menyukai warna kemerahan dan pink. Mereka cenderung memilih buah warna merah, wajah kemerahan. Budaya juga memberi andil di dalamnya. Bisa jadi ini akibat peran kaum perempuan sejak dulu adalah memilih bahan pangan untuk keluarga. Kebiasaan turun temurun untuk mencari buah matang yang identik dengan warna merah, menyebabkan sampai saat ini “anak cucu” Hawa itu meyukai warna merah atau kemerahan.

Mitos Warna Merah dan Imlek

Imlek yang diperingati dengan nuansa merah menyala ternyata punya kisah yang menarik. Penggunaan ornamen-ornamen warna merah ternyata berakar pada suatu legenda klasik Tiongkok.

Menurut Legenda, dahulu kala ada seekor binatang raksasa pemakan manusia dari pegunungan yang bernama ‘Nian’, yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri mereka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa bila melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah disiapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil panen. Pada suatu ketika penduduk melihat Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dengan gulungan kartu merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat adat pengusiran Nian ini kemudian berkembang menjadi perayaan Tahun Baru yang disebut Guò nián yang berarti “menyambut tahun baru”, secara harfiah berarti “mengusir Nian”.

Bagi masyarakat Tionghoa warna merah juga mempunyai mitos kegembiraan, semangat dan memberikan nasib baik. Dengan menggunakan ornament-ornamen berwarna merah menjelang tahun baru, diharapkan segala kesedihan akan sirna berganti dengan kebahagiaan. Pernak-pernik Imlek yang mewarnai kemeriahan Tahun Baru Imlek diantaranya:

  • Lampion
  • Gantungan kertas bergambar sesuai tahun yang dirayakan (tahun 2010 bergambar macan)
  • Replika buah dewa dan pohon Mei Hwa
  • Baju-baju berkerah Shanghai hingga Cheongsam Dress
  • Lilin
  • Aneka kartu dan angpao

Lepas dari perayaaan maupun makna-makna kedua peringatan tersebut, bagi saya atau ibu-ibu lain yang memiliki putri yang masih kecil, bulan Februari adalah bulan dimana kita harus tahan-tahan dengan rengekan anak-anak yang ‘gemas’ melihat barang-barang pajangan berwarna merah dan pink di etalase toko.

*Oleh: Ny. Indah Sakri

Sumber Foto: stockphotopro.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s