Mengenal Obat batuk

Batuk, semua orang pasti pernah mengalaminya. Musim yang berganti, polusi udara, debu dan peradangan disinyalir dapat menyebabkan munculnya batuk. Ditambah lagi jika stamina tubuh kita sedang turun, dijamin batuk langung akan menyerang kita. Batuk sendiri sebenarnya bukan merupakan penyakit, tetapi merupakan suatu reflek pertahanan tubuh untuk mengeluarkan riak, dahak atau benda asing yang masuk ke dalam saluran pernafasan. Batuk tidak bisa dianggap sepele, karena bila kita terserang batuk bisa saja mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Untuk batuk yang tidak terlalu parah, kita bisa mengobatinya dengan obat-obatan OTC (over the counter) atau obat-obat yang bisa dibeli bebas tanpa resep dokter, tetapi bila batuk yang kita alami bukan batuk biasa, kita harus segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Untuk mengetahui obat batuk yang tepat untuk kita, ada baiknya kita mengetahui jenis batuk yang kita alami. Ada dua jenis batuk, yaitu;

  1. Batuk Kering atau batuk non produktif, merupakan batuk yang tidak menghasilkan dahak, sering membuat tenggorokan menjadi gatal dan menyebabkan suara menjadi serak atau hilang. Batuk kering seringkali dipicu oleh karena kita menghirup partikel asing, bahan iritan, asap rokok ataupun perubahan temperatur. Dibandingkan dengan batuk produktif, batuk kering tidak menyebabkan sesak dada atau gangguan pernafasan.
  2. Batuk Berdahak atau batuk produktif, merupakan batuk yang menghasilkan dahak dan memiliki ciri khas yaitu dada terasa “penuh” atau berbunyi. Bila kita mengalami batuk berdahak, dada terasa sesak dan kadang kesulitan bernafas.

Untuk jenis Batuk Kering, sediaan obat batuk yang kita perlukan adalah obat batuk antitusif, yaitu obat batuk yang dapat menekan batuk di pusat batuk, yaitu di sumsum lanjutan. Obat-obatan yang biasa terkandung dalam obat batuk antitusif adalah dektrometorfan atau difenhidramin. Dua zat kimia inilah yang biasanya ada dalam kandungan obat batuk antitusif yang bisa dibeli bebas. Obat batuk antitusif biasanya dikombinasi dengan antihistamin, yang dapat memberikan efek sinergis untuk menekan batuk dan dapat mengurangi keinginan batuk. Antihistamin yang biasa digunakan adalah chlorpheniramin maleat atau biasa disingkat dengan ctm dan dichlorpheniramin maleat. Efek yang didapat jika menggunakan antihistamin adalah efek sedasi atau mengantuk, jadi bila kita akan mengendarai mobil jangan gunakan obat yang dapat menyebabkan efek ini.

Untuk batuk berdahak, sediaan obat yang kita perlukan adalah obat batuk ekspektoran dan mukolitik. Obat batuk ekspektoran berfungsi untuk memproduksi dahak encer sehingga mudah untuk dikeluarkan. Kandungan zat kimia yang biasanya ada di obat batuk ekspektoran yang biasa dijual bebas adalah radix ipeca, glyceryl guaiacolat atau sering disingkat dengan gg, guaiafenesin dan ammoniumklorida. Sedangkan obat batuk mukolitik adalah obat batuk yang fungsinya mengencerkan dahak yang kental, yang biasanya mengganggu pernafasan. Zat kimia yang berfungsi untuk mengencerkan dahak adalah ambroxol dan bromhexin.

Terapi alami yang bisa dilakukan untuk membantu menyembuhkan batuk adalah minum air putih minimal 8 – 10 gelas sehari, mandi air hangat dan menggunakan balsam yang dioleskan di dada.

Bila kita sudah mengetahui jenis batuk yang kita alami dan sudah menggunakan obat batuk yang sesuai ditambah lagi dengan terapi alami sudah dilakukan selama 3 – 5 hari dan tidak ada perubahan, jangan tunda lagi untuk pergi ke dokter, untuk segera mendiagnosa jenis batuk yang kita alami.

*Oleh: WR
Sumber Foto: fadlie.web.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s