Kutu Rambut pada Anak Sekolah

Baru-baru ini saya menerima surat pemberitahuan dari sekolah anak saya mengenai adanya kutu rambut pada beberapa anak di sekolah dan himbauan untuk memeriksa rambut anak dan seluruh keluarganya di rumah. Heran rasanya mengingat zaman sudah berubah dan saat ini kita tinggal di Eropa yang sanitasinya lebih baik tetapi kutu rambut masih tetap dijumpai pada anak-anak.

Meski kutu kepala tidak menimbukan penyakit, rasa gatal di kepala kepala dapat mengganggu dan menjengkelkan. Selain itu menggaruk kepala dapat menimbulkan iritasi pada kulit kepala. Rasa gatal ini disebabkan reaksi alergi saliva kutu kepala saat kutu menggigit. Anak-anak umumnya lebih sensitif terhadap saliva kutu. Sedangkan dalam sehari kutu ini bisa menghisap darah 3 hingga 4 kali.

Bila anak mengeluh gatal dan sering menggaruk kepala segera periksa rambutnya. Telur kutu sering dijumpai di pangkal rambut daerah belakang telinga dan dekat leher. Bila kutu atau telur kutu ditemukan segeralah membasminya agar tidak berkembang biak, karena seekor kutu dapat bertelur 6 hingga 8 buah perhari dan telur-telur itu akan menetas setelah satu minggu. Periksa juga seluruh anggota keluarga karena kutu ini mudah menular.

Membasmi kutu rambut ‘susah-susah gampang’ dan harus sabar. Cara yang biasa dilakukan untuk menghilangkan kutu kepala adalah metode mematikat kutu kepala dengan bahan kimia dan metode melepas kutu kepala dari rambut dengan cara mekanis.

"Wet Combing Method" yang dikenal juga dengan "Metode Sisir dan Kondisioner" adalah cara yang disarankan oleh sekolah. Metode ini menggunakan sisir dan kondioner atau bahan lain yang berminyak untuk menyelubungi kutu sehingga kutu tidak dapat bernapas. Meski tidak mematikan kutu, dengan cara ini kutu akan menjadi lamban sehingga mudah ditangkap. Caranya:

  1. Cuci rambut anak secara normal. Bubuhkan banyak kondioner pada kepala dan balurkan ke seluruh rambut hingga kuli kepala agar kondisioner sampai ke kutu. Biarkan + 20 menit.
  2. Sisir dengan sisir bergigi jarang agar rambut tidak kusut.
  3. Ganti dengan sisir bergigi rapat untuk melepas telur dan kutu dari helaian rambut. Dimulai dari pangkal rambut hingga turun ke ujung rambut.
  4. Setiap kali selesai menyisir bersihkan kondioner dari sisir dengan tisu. Jika anak mempunyai kutu akan terlihat kutu pada tisu.
  5. Sisir seluruh rambut berkali-kali hingga tidak ada kutu dan telur kutu pada tisu.
  6. Bilas rambut hingga bersih dan keringkan.
  7. Lakukan langkah ini setiap dua hari sekali berturut-turut dalam dua minggu.

Metode lain adalah Perawatan Kimia. Ada himbauan agar tidak menggunakan insektisida, alkohol atau minyak tanah pada kepala anak. Penggunaan sampo anti kutu juga sudah tidak direkomendasikan lagi.

Bila memilih menggunakan produk yang dijual, pastikan untuk membaca label penggunaannya dan praktekkan sesuai anjuran. Jika perawatan tidak efektif maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Dan di bawah ini merupakan tindakan pencegahan agar anak bebas dari kutu:

  • Biasakan anak mencuci rambut dengan benar dan menyisirnya.
  • Sekali-kali periksa rambut bagian belakang telinga dan bagian leher.
  • Cuci sisir secara berkala dengan air mendidih. Gunakan satu sisir untuk satu orang.
  • Ajarkan jangan saling bertukar menukar topi, syal saat musim dingin, atau meminjam handuk atau sisir setelah berenang.
  • Ikat rambut anak bila panjang agar tidak mudah tertulari teman yang berkutu.
  • Bersihkan tempat tidur dan peralatan tidurnya setiap hari.

*Oleh: adp
Sumber:  Surat dari Oliver Goldsmith Primary School, www.patient.co.uk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s