Tidak ada Kata ”Tidak Bisa”

Tidak ada kata “tidak bisa” yang ada hanya “harus bisa” demikian moto dari Ibu berusia 54 tahun yang biasa dipanggil Mbak Nunik oleh teman-teman dekatnya. Mbak Nunik yang selalu tersenyum memang dikenal sebagai “Ibu yang serba bisa” dan aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari mendesain perhiasan, promosi budaya hingga kegiatan sosial.

Salah satu kegiatan Mbak Nunik yang membuatnya bahagia ketika Mbak Nunik bekerja sebagai tenaga sukarela selama 18 tahun ditempat anak-anaknya bersekolah. Untuk mencari dana anak-anak yang kurang beruntung diseluruh dunia, antara lain Amerika Latin, India dan Indonesia.

Mbak Nunik yang tinggal di Oxford, Inggris, tersebut memang dididik oleh orang tuanya untuk selalu mandiri.  Pengalaman masa kecil yang masih melekat dalam ingatannya adalah ketika ia harus menjahit baju kurungnya sendiri ketika ia terpilih untuk menari serampang dua belas di KBRI Moscow tempat ayahnya bekerja.

Mbak Nunik saat ini mempunyai tiga orang anak yang sudah dewasa. Putra tertua saat ini tengah bersekolah di Bristol University, sedangkan putra yang kedua sedang bersekolah Oxford University. Sementara putrinya yang bungsu juga akan mengikuti jejak kakaknya untuk bersekolah di Oxford University.

Mbak Nunik terdorong untuk mencoba mendesign perhiasan ketika seorang teman memintanya untuk membutkan tasbih sebanyak 125 buah. Ketika waktu luangnya makin banyak setelah anak-anaknya mulai dewasa, ia mulai memberanikan diri memulai usaha mendesign perhiasan yang terbuat dari perak dan emas dengan kombinasi batu mulia yang ada di Indonesia. Usaha yang dimulai dari keinginannya untuk mengisi waktu tersebut, kemudian  dikembangkan dengan menambahkan desain mutiara mabe dan mutiara bulat yang dibudi dayakan diperairan Indonesia.

Hasil karya Mbak Nunik tersebut dipasarkan dengan memakai nama produk “Aulia Jewellery“ dan pernah dipamerkan di berbagai Negara, diantaranya di Polandia, Italia dan Singapura. Pada musim panas tahun lalu, hasil karyanya tersebut juga dipamerkan di Roma selama 1 bulan bekerjasama dengan KBRI Roma.

Kecintaan Mbak Nunik akan keindahan negaranya semakin tebal, berawal pada awal tahun 2009, Mbak Nunik bersama beberapa rekannya, mendirikan” Yayasan Segi Tiga Terumbu Karang”. Yayasan ini bertujuan untuk memelihara kehidupan biota laut yang mana semua ini dapat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di Wakatobi. Wakatobi yang terletak di perairan Sulawesi Tenggara merupakan tempat yang sangat digemari bagi para pengemar olah raga menyelam. Di sana terdapat 750 species terumbu karang tumbuh dan juga terdapat 956 species ikan yang telah didata. Wakatobi merupakan taman nasional yang menurutnya perlu dijaga dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk melestarikan kekayaan dunia ini. Perairan Wakatobi juga menjadi persinggahan Penyu untuk bertelur dan persimpangan jalan Ikan Paus, Ikan Lumba-lumba dan Ikan Tuna.

Mbak Nunik bercita-cita agar ia selalu dapat mengamalkan hasil usahanya untuk mensejahterakan masyarakat setempat. Dia berpendapat bahwa seandainya setiap individu mau menyisihkan sebagian kecil dari hasil usahanya untuk membantu memberi ‘kail’ kepada sesama manusia yang memerlukannya, maka niscaya perjuangan dunia untuk menghapuskan kemiskinan akan dapat diatasi dalam waktu yang relatif singkat.

“Selamat bejuang Mbak Nunik mudah-mudahan segala cita-citamu yang mulia akan tercapai”.

 

*Oleh: Ny. Ine Insani Sudrajat
Sumber: Ny. Nunik

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s