Merencanakan Kebebasan Finansial

Adakah suatu hal terlintas didalam benak anda pada saat anda membaca judul dari tulisan saya ini? Bagi orang awam seperti saya judul diatas mengandung arti yang sangat dalam, yaitu; bagaimana saya menyiapkan masa depan saya dan keluarga sebaik mungkin sejak dini dengan harapan dimasa yang akan datang saya tidak akan mengalami kesulitan didalam menjalani kehidupan saya dan keluarga.

Mendapat kepercayaan dari suami untuk mengurusan urusan domestik rumah tangga merupakan suatu tantangan tersendiri bagi saya. Contoh; mengatur pengeluaran rumah tangga, sehingga tidak terjadi devisit atau yang biasa dikenal orang dengan ungkapan “besar pasak dari pada tiang”.

Berbekal dari satu keinginan agar kita dapat memahami betul, apa yang saya harus ketahui untuk dapat menjalankan suatu pengelolaan keuangan yang sehat didalam rumah tangga. Mulailah saya rajin membaca berbagai buku atau artrikel yang berhubungan atau mengupas masalah pengelolaan keuangan keluarga, sehingga kita dapat memulai didalam penerapan cara perencanaan yang sehat didalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Tentu anda setuju dengan saya dalam hal, kita hidup bukan untuk saat ini saja, bukan? Kita butuh biaya untuk mempersiapkan pendidikan untuk buah hati kita, menyiapkan sewaktu-waktu kita perlu biaya untuk berobat, mewujudkan impian-impian kita al; rumah yang layak, mobil yang lumayan dan dana pensiun yang cukup dihari tua kita kelak.

Baiklah kita awali saja merancang kebebasan financial kita dengan mengetahui berapa besar pemasukan keuangan keluarga setiap bulannya. Kemudian hitung berapa pengeluaran untuk kebutuhan hidup. Biasanya maksimum pengeluaran untuk biaya hidup sebesar 70 % dari pemasukan perbulannya. Sementara sisa sebesar 30% harus segera kita masukkan ke dalam tabungan atau di investasikan.

Berbagai cara dapat kita lakukan untuk menabung atau menyimpan dana yang kita sisihkan setiap bulannya (30%) yang kita bicarakann diatas. Ada filsafat orang bijak yakni; “siapkanlah masa tuamu pada saat anda muda, kuat, sehat dan produktif”. Hal ini saya pikir ada benarnya. Karena semakin muda umur kita di dalam merencanakan masa depan kita semakin kecil pula dana yang harus kita sisihkan untuk mencapai tujuan-tujuan atau rencana-rencana yang ingin kita capai dimasa depan kita.

Mari kita membuat rencana-rencana yang ingin kita capai dari 30% dana yang tersedia setiap bulannya dari pemasukan;

1.   biaya pendidikan tinggi anak (10%),

2.   biaya kesehatan (2.5%),

3.   dana pensiun (15%), dan

4.   dana darurat (2.5%).

Nah setelah kita sudah dapat memformulasikannya seperti diatas, maka kita harus memikirkan cara bagaimana dana-dana tersebut di biakkan dengan instrument investasi yang ada.

Berbagai Instrumen investasi yang tersedia:

  1. Tabungan di bank; aman, sederhana tetapi tidak memberikan hasil yang bagus.
  2. Deposito di bank; aman, sederhana dan hasil sedikit lebih baik dari tabungan.
  3. Reksadana atau Mutual Fund;wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari pemodal, untuk selanjudnya di investasikan dalam beberapa portofolio oleh Manager Investasi. Hal ini diatur oleh undang-undang no. 8 tahun 1995. Keuntungan produk ini adalah; a). pengelolaan secara professional; b). pembagian risiko / minimalisasi risiko; c). kemudahan Pencairan; d).kemudahan Investasi; e). keleluasan Investasi; f). keringanan biaya; g). keringanan pajak.Tersedia berbagai bentuk Reksadana yang disesuaikan pada profil investornya. Antara lain:a.   Reksadana Pasar Uang (risiko sangat kecil).b.   Reksadana Pendapatan Tetap (risiko kecil).c.   Reksadana Campuran (risiko sedang).d.   Reksadana Saham (risiko tinggi).…..(keterangan lebih lanjut baca catatan)

  4. Obligasi / Surat hutang berjangka; Negara atau Perusahaan.
  5. Sukuk atau surat hutang berbasis syariah.
  6. Saham / Effek; surat penyertaan modal pada perusahaan terbatas yang sudah terdaftar di Pasar Modal.Kelebihannya: deviden dan capital gain. Risikonya: capital loss dan risiko likuidasi.

CATATAN:

  • Semakin kecil risiko yang anda ambil, semakin kecil hasil/keuntungan yang akan anda dapat.
  • Semakin besar risiko yang anda ambil, semakin besar potensi keuntungan yang akan anda dapat.  Sebar investasi anda dibeberapa tempat/produk.
  • Jangan pernah meletakkan telur dalam satu keranjang.
  • Pahami tujuan investasi anda.
  • Kenali profil risiko anda.
  • Pelajari alternative investasi anda.
  • Tentukan batas investasi sesuai kemampuan keuangan anda.
  • Tentukan waktu investasi anda; jangka pendek (1-5 thn), menengah (5-10 thn) atau investasi jangka panjang (10 + thn).
  • Teliti sebelum membeli sebuah produk investasi; Manager Investasi, Bank Kustadian, Jenis Reksadana, Kinerja masa lalu.
  • Pastikan bahwa product tsb terdaftar di BAPEPAM DEPARTEMEN KEUANGAN dan di BURSA EFFEK INDONESIA.
  • Pantau / monitor selalu perkembangan investasi anda.

Bagaimana sejauh ini? Apakah anda sudah mulai ingin membuat perencanaan keuangan masa depan anda sehingga kebebasan finansial dapat anda capai ?

Rumusan 70% vs 30% dapat anda komposisikan sendiri, disesuaikan dengan situasi dan kondisi keuangan anda saat ini.

Selamat membuat rencana keuangan pribadi dan keluarga, rencanakan sebaik mungkin agar orang-orang yang kita cintai dapat menjalani kehidupan ini dengan baik. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Rasanya saya yakin anda setuju dengan saya.

“SELAMAT BERINVESTASI”

“WUJUDKAN CITA-CITA ORANG-ORANG YANG ANDA CINTAI”

Disclaimer: Berinvestasi di berbagai product investasi mengandung risiko. Investor harus membaca dan mempelajari prosfektus terlebih dahulu sebelum memutuskan berinvestasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja saat ini.

*Oleh: Ny. Restuti G. Nugroho

Sumber: Indonesia Stock Exchange, Danareksa, Infovesta.

Sumber Foto: uangtabunganekstra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s