Ibadah Haji

Bulan haji telah tiba.  Jutaan umat islam dari berbagai penjuru dunia berduyun-duyun menghadap Allah, Tuhan penciptanya untuk menjalankan perintah yang tertuang di dalam rukun islam yang ke-empat  yaitu menunaikan ibadah haji ke baitullah bagi yang mampu. 

Haji itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu perjalanan suci ke Mekah dan tempat-tempat lainnya untuk melakukan ibadah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Seperti yang telah disampaikan diatas, ibadah haji merupakan suatu perintah Allah yang harus dilakukan bagi yang mampu.  Dengan berhaji berarti kita telah berjihad di jalan Allah, membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah kita perbuat, dengan ketentuan apabila haji yang kita lakukan sesuai dengan perintah Allah.   Dengan menjalankan haji berarti pula bahwa kita telah  mengeluarkan uang di jalan Allah serta imbalan yang akan kita dapat adalah SURGA bagi haji yang mabrur.  Demikian keutamaan ibadah haji yang dapat kami sampaikan.

Di dalam pelaksanaanya ibadah haji itu dapat dibagi menjadi dua (2) bagian, yaitu: 1). Rukun haji dan 2). Wajib haji.

1). RUKUN HAJI adalah segala kegiatan yang harus dilakukan didalam menjalankan ibadah haji, apabila tidak melalukan salah satu dari rukun haji maka hajinya dianggap tidak syah.  Adapun yang termasuk rukun haji itu adalah: IHRAM, pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram disertai niat haji. WUKUF DI ARAFAH, berdiam diri dan berdoa di padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.  TAWAF IFADAH, mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali , dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.  SA’I, berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Safah dan Marwah, sebanyak 7 kali setelah Tawaf Ifadah.  TAHALLUL, bercukur atau menggunting rambut setelah Sa’i. Dan yang terakhir adalah TERTIB, mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.

2). WAJIB HAJI adalah kegiatan yang harus dilakukan pada ibadah haji, tetapi apabila anda tidak mengerjakan maka harus menggantinya dengan DAM atau membayar DENDA.  Adapun yang termasuk Wajib Haji itu adalah: NIAT IHRAM, dilakukan setelah memakai pakaian Ihram.  Bermalam di Muzdalifah pada tanggal 9 Zulhijah dalam perjalanan dari Arafah ke Mina.  Melempar jumroh Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.  Menginap di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11 – 13 Zulhijah).  Melempar jumrah Ula, Wasta dan Aqabah pada tanggal 11 – 13 Zulhijah.  Tawaf Wada, tawaf terakhir sebelum meninggalkan kota Mekkah.  Meninggalkan perbuatan yang dilarang pada saat Ihram.

Hal-hal yang dilarang pada saat Ihram al: tidak boleh memotong atau mencabut rambut, memotong kuku, menggaruk sampai kulit berdarah.  Tidak boleh menggunakan parfume atau wewangian termasuk wewangian pada sabun.  Tidak boleh bertengkar, bermesraan, berhubungan suami istri, mengeluarkan kata-kata kotor, menikah atau menikahkan orang.   Bagi kaum pria anda dilarang memakai penutup kepala, memakai pakaian berjahit dan memakai alas kaki sampai menutupi mata kaki.  Bagi wanita dilarang ber-make up, memutup wajah dan memakai sarung tangan sampai menutupi telapak tangan.  Anda juga dilarang berburu / membunuh binatang kecuali yang mengancam jiwa.  Tidak diperbolehkan memotong atau mencabut tanaman atau mengganggu kehidupan mahluk. 

Sampailah kita pada persiapan ibadah haji, ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebelum menunaikan ibadah haji yaitu al: membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah maupun sesama.  Hal yang anda dapat lakukan adalah menambah keimanan dan berbuat serta berprilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.  Mempersiapkan mental untuk melakukan rangkaian ibadah haji yang memerlukan ketangguhan, keiklasan, ketawakalan dan kepasrahan kepada Allah Swt.  Mempersiapkan biaya selama perjalanan dan bagi keluarga yang ditinggal.  Melaksanakan kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, al: membayar hutang, zakat, infaq, nazar ataupun sedekah.  Menyelesaikan semua urusan keluarga, meminta doa restu pada orang tua (apabila mereka masih hidup) dan keluarga terdekat.  Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama khususnya Manasik haji.  Menjaga kesehatan dan mempersiapkan obat-obatan selama menjalankan ibadah.    Serta mempersiapkan segala kebutuhan (pakaian) selama menjalankan ibadah. 

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa Allah akan memberikan SURGA bagi umatnya yang menjalankan ibadah haji sesuai perintah Allah dan menjadikannya seorang haji yang mabrur.  Seorang akan mendapatkan haji mabrur apabila yang bersangkutan didalam menjalankan ibadah hajinya melalukan dengan motivasi dan niat, iklas semata-mata  mengharap ridho Allah.  Menjalankan syarat, rukun dan wajib dan bahkan sunnah haji sesuai yang telah dicontohkan oleh Rasullah.  Melaksanakan ibadah haji dengan menggunakan uang yang halal bukan haram.  Dan yang terpenting, setelah selesai menunaikan ibadah haji adanya dampak positif dalam kehidupan sehari-hari yang membawanya ke arah perubahan kwalitas prilaku yang lebih baik dan lebih terpuji, baik itu dalam beribadah maupun prilaku kehidupan sehari-hari.  Menjauhi segala laranganNYA dan menjalankan segala perintahNYA.

Akhir kata ijinkan saya pada kesempatan ini menyampaikan doa dan harapan agar kepada bapak / ibu yang telah terpanggil dalam menjalankan ibadah haji pada tahun ini, selalu diberikan kesehatan dan rahmat serta hidayah dari ALLAH SWT, diberikan kemudahan dan kelancaran didalam menjalankan ibadah anda.  Dan menjadikan anda seorang haji yang mabrur.  Amin ya robbal alamin. 

 

Penulis: Ny. Restuti G. Nugroho

Sumber: haji dan umroh.com

 Sumber Foto : Yahoo Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s