KESAN DAN PESAN: MENDAMPINGI SUAMI BERTUGAS DI KBRI LONDON

Ass. wr.wb.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Ijinkan saya pada kesempatan yang sangat berbahagia ini untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada DWP KBRI London,  atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbagi kesan dan pesan selama saya mendampingi suami bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, dengan memuatnya di Buletin on Line DWP KBRI London.

Perkenalkan nama saya Renny, istri dari Bapak Ahmad Djelani, home staff bagian administrasi keuangan atau lebih dikenal dengan sebutan BPKRT, pada KBRI London.  Teman-taman biasa memanggil saya dengan panggilan Bu Djey.  Rasanya sebutan itu sangat melekat ditelinga saya dan buat saya ini merupakan suatu penghormatan karena saya sedikit di-tua-kan dengan panggilan tsb, terlebih lagi ini datangnya dari teman-teman sesama anggota / pengurus DWP KBRI London.

Berbicara mengenai kesan dan pesan saya selama mendampingi suami, ada baiknya saya kembali ke tahun 2006, tepatnya tanggal 13 Oktober 2006, ketika kami sekeluarga tiba di London.  Pada waktu London sudah mulai memasuki musim gugur dan terasa ada kesan yang lain di banding dengan udara Jakarta yang gerah dan panas.  Tampak orang-orang di London sudah mulai memakai pakaian hangat dan berjalan agak tergesa-gesa untuk mengusir rasa dingin.   Sama seperti halnya kebanyakan orang yang baru datang atau pindahan, kesibukan pertama yang kami hadapi adalah mencari tempat tinggal.  Rumah yang nyaman, lingkungan yang baik dan aman, kemudahan akses transportasi maupun  pertokoan serta berdekatan dengan masyarakat Indonesia lainnya adalah persyaratan mutlak kami didalam mencari rumah tempat tinggal.  Alhamdullah akhirnya kami menemukan rumah yang memenuhi kreteria diatas di daerah Colindale, London.

Suami saya Pak Djelani adalah BPKRT yang ditugaskan pada KBRI London, masa tugas ini lebih kurang untuk kurun waktu tiga (3) tahun.   Karena London kota yang indah dan menarik waktu 3 tahun bagi kami terasa begitu singkat. 

Merupakan suatu rahmat dan anugrah bagi kami sekeluarga dapat ditempatkan di kota London ini, kota yang begitu tersohor di seluruh penjuru dunia.  Ditinjau dari karir suami,  ini merupakan kesempatan yang sangat baik dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menambah pengalaman dan pengetahuan.  Demikian pula halnya dengan saya, tentu waktu 3 tahun yang saya lalui di kota ini banyak sekali kesempatan dan pengalaman yang dapat saya petik dan ambil.

Ada beberapa hal yang patut saya catat  selama kami bekerja dan menetap di London selama lebih kurang 3 tahun, yaitu : Perwakilan RI di London ini termasuk perwakilan yang sangat sibuk, baik dengan rutinitas kegiatan KBRI maupun tingkat kehadiran tamu yang datang, baik urusan dinas maupun urusan lainnya. Sudah tentu hal ini berdampak langsung maupun tidak langsung kepada para staf KBRI London dan keluarganya, terutama para istri. Hal lain yang dapat saya sampaikan juga adalah tingginya biaya hidup di kota London ini.  Namun demikian kedua hal diatas bagi kami justru merupakan suatu tantangan tersendiri dan alhamdulialah kami merasakan bahwa tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik, apakah itu di pekerjaan ataupun di dalam kehidupan rumah tangga sehari-harinya.

Selama keberadaan saya mendampingi suami di kota London ini saya secara otomatis ikut sebagai pengurus organisasi istri pegawai negeri RI yang ada yaitu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI London.  Saya bersyukur dapat bergabung dengan organisasi DWP ini, karena saya bisa lebih banyak mengetahui seluk beluk berorganisasi dan ikut terlibat aktif di setiap kegiatannya.  Selain itu  saya juga mendapatkan pengetahuan tentang hal-hal  baru dan ini merupakan pengalaman yang sungguh berharga bagi saya. 

Dapat saya catat berbagai kegiatan yang selalu kami ikuti selama menjadi pengurus, yaitu al: pertemuan istri-istri diplomat dari Negara-negara anggota ASEAN, atau dikenal dengan sebutan Asean Ladies Programs, yang biasanya diadakan secara bergantian oleh Negara-negara anggota ASEAN yang ada di London.  Mengikuti acara-acara yang diselenggarakan oleh  Women Council dan tidak ketinggalan pula program-progam menarik yang diadakan oleh asosiasi wanita setempat lainnya di London yaitu Diplomatic Neighbours.  Setahun sekali kami juga aktif di dalam International Spring Fair yang diorganisir oleh ISS.

Kegiatan lain yang tidak pernah lepas dari peran serta DWP adalah membantu dinas (KBRI) di dalam persiapan (konsumsi maupun dekorasi ) perayaan hari-hari besar nasional maupun keagamaan Indonesia seperti perayaan HUT RI berikut Resepsi Diplomatik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri.  Hal lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah pada saat DWP KBRI London mendapat kepercayaan dan tanggung jawab untuk mengkoordinir penyediaan konsumsi anggota rombongan Presiden RI yang berkunjung ke London dalam rangka menghadiri acara G-20 London Summit pada akhir Maret sampai awal April 2009 yang lalu. 

Kegiatan internal DWP yang bertujuan untuk peningkatan keterampilan dari para pengurusnya yang pernah saya ikuti al: kursus membuat roti, merangkai bunga, bahasa Perancis dan senam aerobic.  Hal ini saya pandang tidak saja menambah keterampilan semata tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri saya.

Selain kegiatan rutin sebagai pengurus DWP KBRI London, saya juga memanfaatkan keberadaan saya untuk mengeksplorasi kota London dan kota-kota di Inggris lainnya. Kota London khusunya dan Negara Inggris pada umumnya, sudah sangat terkenal sebagai  kota/Negara penarik wisatawan dunia.  Hal ini tentu saja menjadikan kota London ramai sekali di kunjungi  oleh para turis yang datang dari berbagai negara. Dapat saya sampaikan di sini bahwa pendapatan Inggris dari industri pariwisata ini merupakan sumber devisa terbesar kedua setelah pendapatan dari industri keuangan yang merupakan industri utama di negara ini.

Sebut saja tempat-tempat terkenal yang ada di London yang merupakan tujuan para turis yang berkunjung ke kota ini al: Big Ben, Gedung Parlemen, London Eye (malam hari lebih menarik untuk dinikmati), Madam Tussaud (patung lilin para orang terkenal, pemimpin dunia maupun selebriti terkenal), Istana-istana megah keluarga kerajaan Inggris, seperti Buckingham Palace, Windsor Castle, dan Kensington Palace.  Tidak ketinggalan pula Theatre yang menyajikan berbagai pertunjukan live dengan citra rasa seni tinggi sehingga menghasilkan cerita atau drama yang luar biasa “MAMA MIA ”. 

Seperti yang saya sampaikan diatas bahwa penempatan kami ke London ini merupakan kesempatan yang sangat baik.  Untuk itu kamipun memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menikmati kota London dengan segala daya tariknya. 

Masih banyak lagi tempat-tempat menarik yang belum sempat dikunjungi, karena waktu dan hal lain. Namun saya yakin kesan-kesan yang saya sampaikan di atas paling tidak dapat dijadikan sebagai informasi ringkas tentang Inggris kepada para pembaca buletin.

 

Wassalam,

Ny. Renny Gusfia Djaelani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s