Selayang Pandang: Kunjungan Presiden SBY Bersama Ibu Negara Ke London Dalam Rangka Menghadiri KTT G-20

Inggris Raya atau yang biasa dikenal dengan sebutan “The Great Britain and Northern Ireland” , merupakan salah satu negara industri maju dan kaya di dunia yang tergabung di dalam kelompok negara-negara kaya lainnya dan berpengaruh seantero dunia.  Kelompok negara-negara ini termasuk di-antaranya Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Prancis, Kanada, Italia, Jepang dan Rusia, yang  dikenal sebagai Kelompok G-8. Karena adanya kesadaran adanya realitas kekuatan ekonomi lainnya di dunia negara Kelompok G-8 kemudian memperluas forum G-8 menjadi G-20  dengan mengajak negara-negara kekuatan ekonomi baru (emerging economies) bergabung dalam kelompok ini.

Indonesia patut berbangga termasuk di dalam kelompok ini, karena dari kawasan ASEAN kita satu-satunya negara yang masuk ke dalam kelompok ini.  Negara-negara yang tergabung dalam Kelompok G-20 boleh dikatakan sebagai “the most powerfull countries in the world”.

Di penghujung bulan Maret 2009 yang lalu, KBRI London disibukkan dengan kehadiran Bapak Presiden SBY beserta para Menteri kabinet terkait dan rombongan yang ikut menghadiri G-20 London Summit yang berlangsung di Gedung ExCell, kawasan London Timur, tanggal 2 April 2009.  Kesibukan terlihat disana-sini, dimulai dengan kedatangan “advance team” dari pusat, yang datang dalam 2 (dua) gelombang, mulai bersinergi dengan seluruh staff KBRI London di bawah pimpinan Bapak DUBES Yuri O. Thamrin.

Semua persiapan harus dilakukan sebaik-baiknya agar kunjungan RI-1 untuk menghadiri G-20 London Summit ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.  Mulai dari persiapan penyambutan untuk kehadiran RI-1 dan rombongan yang tiba di Airport Gatwick dan setelah sampai di Hotel Grosvenor House, Park Lane-London, pengaturan akomodasi, transportasi dan konsumsi.

Adapun serangkaian agenda Presiden SBY selama di London setelah kedatangan pada tanggal 30 Maret 2009 dan sebelum menghadiri G-20 London Summit tanggal 2 April 2009 antara lain telah mengadakan beberapa pertemuan bilateral dengan kepala negara/pemerintah negara-negara sahabat dan pemimpin penting dunia, seperti PM Jepang, PM Australia, PM Thailand (hadir dalam G-20 selaku Ketua ASEAN) dan Sekjen PBB. Tidak ketinggalan  pula tuan rumah PM Inggris, Gordon Brown; Ketua Partai Konservatif (Oposisi), David Cameron; dan Pangeran Andrew untuk bertemu dengan Presiden SBY. Presiden RI juga menghadiri pertemuan para kepala negara/pemerintah bertemu dengan Pangeran Charles yang dikenal sebagai Prince of Wales. Semua pertemuan ini tentu saja sangat penting bagi Indonesia, baik secara multilateral maupun bilateral.

Terlepas dari kesibukan menjalankan agenda yang sudah ada, Presiden SBY juga berkesempatan memberikan kuliah umum di London School of Economic and Political Science (LSE), dengan cerama bertajuk “Indonesia: Regional Role, Global Reach” yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dan tokoh penting Inggris. Pada kuliah tersebut Presiden SBY antara lain menyampaikan bahwa Indonesia menjadi contoh nyata bahwa demokrasi, islam dan modernitas dapat berjalan dan bergandengan secara harmonis. Oleh karena itu Indonesia telah berbuat konkrit untuk secara aktif memprakarsai dan memfasilitasi dialog antar agama dan keyakinan, antar kebudayaan dan antar-media, tidak hanya untuk kemunitas nasional Indonesia melainkan juga untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan kawasan dunia lainnya.

Presiden SBY berserta Ibu Negara dan anggota rombongan juga berkesempatan untuk mengadakan temu muka dan berdialog secara interaktif dengan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Inggris dan Irlandia yang dilangsungkan di kediaman resmi Dubes RI Yuri O. Thamrin, Wisma Nusantara, Bishop Grove, London.  Kurang lebih 500 undangan dari berbagai organisasi pelajar, keagamaan, pendidikan dan sosial budaya,wartawan dan tokoh masyarakat hadir dalam acara tersebut. Acara dimulai dengan makan malam bersama, tanya jawab dan foto bersama.

Di tengah-tengah kesibukan mendampingi Bapak Presiden RI, seperti jamuan kenegaraan oleh Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham dan jamuan makan malam oleh PM Gordon Brown di Downing Street No. 10, Ibu Negara juga berkesempatan untuk menikmati indahnya kota London di awal musim semi 2009, cuaca cerah dan kota yang indah juga tidak terlewatkan.  Di hari terakhir kunjungannya di London, Ibu Negara juga berkesempatan mengundang sarapan pagi Ibu Herawati Wirajuda dan Ibu Risandrani Thamrin serta beberapa ibu perwakilan dari anggota DWP KBRI London. Pada kesempatan ini Ibu Negara memberikan dorongan semangat kepada para ibu yang hadir untuk selalu bekerja sebaik mungkin, karena kita telah diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi “front liners” dalam menjalankan diplomasi Indonesia di luar negeri, berbanggalah dengan semua capaian yang sudah kita raih dan jemputlah berbagai peluang yang dapat kita tangkap guna kemajuan dan peningkatan kesejahteraan bangsa Indonsia.

Selama kunjungan rombongan Presiden SBY di London ini, DWP KBRI London mendapat kehormatan untuk mempersiapkan konsumsi dan mendampingi Ibu Negara selama melakukan kegiatan mendampingi Presiden SBY di London. Semua menu yang disajikan tentu saja kami pilih atas masukan dari advance team dan arahan dari Ibu Herawati Wirajuda.

Presiden SBY dan Ibu Negara beserta rombongan meninggalkan London pada tanggal 2 April 2009 dan langsung bertolak menuju Jakarta Indonesia.  Selamat jalan Bapak dan Ibu, terima kasih untuk kehadirannya di London.  Selamat menjalankan tugas-tugas kenegaraan selanjutnya di tanah air.

Penulis: Ny. Restuti Gumay Nugroho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s