Ibu Sri Owen, Duta Masakan Indonesia di Inggris dan Mancanegara

 

Untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di London atau bahkan di Inggris, tidak ada yang tidak mengenal Ibu Sri Owen. Selain dikenal sebagai tokoh masyarakat Indonesia di London, Ibu Sri Owen dikenal sebagai seorang penulis buku masakan Indonesia yang bukunya sudah banyak diterbitkan baik dalam bahasa Inggris maupun berbagai bahasa lainnya. Ibu Sri Owen juga dikenal sangat aktif memberikan pengajaran mengenai masakan Indonesia maupun memberikan demonstrasi memasak masakan Indonesia di depan masyarakat Inggris maupun asing lainnya. Untuk pembaca yang belum mengenal sosok Ibu Sri Owen, kami yakin anda tertarik dan ingin mengenal  lebih jauh mengenai beliau yang sangat ahli dalam bidang masakan atau kuliner, khususnya masakan Indonesia.

Ditemui di rumahnya di daerah Wimbledon, Inggris, Ibu Sri Owen menceritakan latar belakangnya dan mengapa ia sampai tinggal di Inggris. Dilahirkan di Padang Panjang 73 tahun yang lalu, ayah beliau berasal dari Sumatra Barat dan ibu berasal dari  Kuningan Jawa Barat. Pada masa anak-anak ketika masih tinggal di Sumatra Barat, ia sangat senang melihat neneknya memasak di dapurnya yang sangat luas. Walaupun nenek beliau sebagai pemilik kebun kopi dan ladang padi dikenal cukup berada di jamannya, namun ia sangat senang memasak dan makan. Mengikuti jejak Ayah beliau yang sangat gemar memasak dan sangat ahli dalam membuat masakan. Kehidupan beliau di Sumatra Barat tidak berlangsung lama, kedua orang tuanya memutuskan untuk pindah ke Jawa pada saat itu Indonesia berada dalam pendudukan Jepang dan mereka menganggap Jawa lebih aman.  Setelah menyelesaikan Sekolah Menengah Atas, beliau melanjutkan sekolah di Universitas Gajah Mada, jurusan Bahasa Inggris.  Beliau memutuskan mengambil jurusan Bahasa Inggris karena bercita-cita ingin melanjutkan sekolah dan jalan-jalan ke luar negeri.  
 

Selama kuliah di Universitas Gajah Mada untuk membantu kebutuhan keluarga  dan juga saudara perempuannya, ia bekerja sebagai sekretaris pada seorang professor di universitas serta di perpustakaan bagian bahasa Inggris dan kemudian menjadi pengajar muda di Universitas tersebut. Menurut beliau, selama tinggal di Yogyakarta, ia sangat menikmati kehidupannya di kota tersebut. Selain sering menjadi penerjemah untuk tamu VIP, beliau juga selalu tampil dalam acara pembacaan puisi dan drama yang disiarkan stasiun radio di Yogyakarta. 

Pada tahun 1962, Ibu Sri Owen dipersunting oleh  Roger Anthony Owen,  seorang dosen muda berkebangsaan Inggris yang mengajar Sejarah di Universitas Gajah Mada. Kemudian 18 bulan kemudian atau tepatnya tahun 1964, beliau bersama suaminya pindah ke London, Inggris.  Pengalamannya dalam dunia siaran ketika beliau di Yogyakarta kemudian juga membawanya untuk mendapatkan pekerjaan di BBC di bagian siaran Indonesia sebagai penyiar, produser dan penerjemah.

Selama tinggal di Inggris, Ibu Sri Owen yang saat itu baru menikah dan berputra dua orang selalu memasak masakan Indonesia baik untuk suaminya maupun kedua putranya di rumahnya yang mungil di sekitar kampus universitas. Karena hobinya, Ibu Sri Owen dan suami sering mengadakan jamuan makan. Walaupun hanya dilengkapi dengan peralatan dapur yang sederhana, juga kompor minyak tanah dan lemari es yang sering "ngadat", beliau menjadi tuan rumah yang handal dalam urusan pesta jamuan makan. Beruntungnya saat itu beliau mempunyai ruang tamu dan ruang makan cukup besar untuk menyelenggarakan pesta jamuan makan.
 
Urusan masak-memasak inilah yang kemudian membawa Ibu Sri Owen menjadi seorang penulis masakan Indonesia. Beliau termotivasi untuk menulis buku pertama masakan Indonesia atas dukungan teman suaminya yang sangat senang dengan masakannya. Saat itu orang Inggris baru mulai mengetahui kawasan Asia Tenggara sebagai daerah tujuan wisata. Pada saat itu beberapa jenis buah-buahan, sayuran dan bumbu-bumbu masakan yang berasal dari Asia Tenggara hanya bisa  ditemui di sejumlah kecil toko makanan di Inggris.  Buku masakan yang pertama kali ditulisnya diterbitkan oleh Faber pada tahun 1976 dengan judul ‘The Home Book of Indonesian Cookery’.  Buku tersebut juga kemudian telah diterjemahkan dalam bahasa Jerman dengan judul ‘Die Indonesiche Kuche’ yang diterbitkan oleh Heyne Verlang, Munich. Sejak saat itulah Ibu Sri Owen kemudian memutuskan untuk menjadi penulis buku mengenai masakan dan makanan Indonesia, setelah seorang penerbit tertarik dan  memintanya untuk terus menulis buku mengenai masakan dan makanan.

Sudah banyak buku mengenai masakan yang telah ditulis oleh Ibu Sri Owen. Sekitar 15 buku masakan telah diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun bahasa lainnya. Selain menulis buku masakan Indonesia, Ibu Sri Owen juga memodifikasikan masakan Indonesia dan Thailand dengan menerbitkan buku yang berjudul ‘Indonesian and Thai Cookery’. Buku terserbut telah mendapatkan penghargaan Andre Simon Award yang kemudian juga diterbitkan  penerbit Crossing Press di AS dengan judul ‘Honestyle Thai and Indonesia Cooking’. Buku lainnya yang berjudul “Indonesian Regional Food” mendapatkan Julia Child Award di Italia Premio Langhe Cetetto. Sementara bukunya yang diterbitkan pada tahun 1993 yang berjudul” The Rice Book” berhasil meraih penghargaan Andre Simon Award sebagai Food Book of the Year 1993-1994 yang kemudian dinominasikan untuk mendapatkan penghargaan James Beard Award New York pada tahun 1994. Buku tersebut juga telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda. Buku terakhir yang ditulisnya adalah berjudul ”Sri Owen Indonesian Food” yang akan diterbitkan bulan September 2008 mendatang.

Selain menulis buku, pada tahun 1984 Ibu Sri Owen dan suaminya pernah membuka usaha toko makanan di rumahnya di Wimbledon Village yang mereka beri nama ‘Sri Owen  Indonesian Food’ serta membuka kursus masak didapurnya. Masakan khas Indonesia yang dijual ditokonya antara lain rendang daging, mie goreng, lumpia goreng dan nasi goreng. Selain dijual ditokonya, semua masakan itupun dijual  di ‘Harrods’ Food Court .

Saat ini bersama suaminya, beliau tengah menulis  buku berjudul ‘The Oxford Companion to Southeast Asia’ yang menurut rencana akan diterbitkan tahun 2009 atau 2010 mendatang. Ibu Sri Owen tidak pernah mempermasalahkan apakah ia beliau akan dapat memenuhi deadline penerbitan. Keinginannya adalah bahwa beliau tidak akan pernah berhenti untuk melakukan apa yang ia cintai yaitu mengajar masak-memasak, melancong untuk mengeksplorasi makanan yang lezat serta kegiatan memasak dengan bahan-bahan makanan segar.

Walaupun Ibu Sri Owen belum pernah mendapatkan pelatihan sebagai seorang juru masak restoran, beliau mendapatkan cukup banyak pelatihan dalam memasak berbagai jenis masakan untuk dapat menjadi seorang juru masak profesional di setiap negara yang ia kunjungi. Beliau dapat memasak di dapur bersama seorang chef dan timnya untuk melayani hingga 200 orang di negara yang pernah ia kunjungi.

Selain masih menulis buku mengenai masakan, Ibu Sri Owen saat ini masih aktif mengisi demonstrasi masakan di sejumlah acara, diantaranya pernah tampil di ABC Channel dan sejumlah televisi di Inggris lainnya serta MTV Helsinki. Ibu Sri Owen juga tercatat sebagai anggota Guiild of Food Writer, London dan IACP (Internasional Association of Culinary Professional) USA serta Society of Author London. Ambisinya masih tetap seperti ketika ia pertama kali menulis buku 40 tahun yang lalu yaitu bagaimana untuk memasak masakan Indonesia yang bercita rasa sempurna dan bisa lebih dikenal di dunia.

Selamat berkarya Ibu Sri Owen dan terima kasih atas jasa Ibu dalam memperkenalkan masakan Indonesia ke manca negara.  Ibu tidak hanya sebagai penulis buku masakan dan makanan Indonesia tetapi juga telah menjadi Duta Indonesia yang handal dalam  memperkenalkan Indonesia di dunia Internasional.

 

Oleh Ine Herry Sudradjat

Sumber foto: http://www.sriowen.com 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s