Tana Toraja

 

Bila Anda pergi berlibur ke propinsi Sulawesi Selatan, rasanya belum “sah” kalau belum berkunjung ke Tana Toraja. Ketika memasuki wilayah ini, mata Anda akan disambut dengan panorama indah dari bebatuan granit, persawahan hijau dan alam pegunungan. Berada di sebelah utara dan berjarak tempuh sekitar 355 km dari kota Makassar atau Ujung Pandang, Tana Toraja selain terkenal dengan upacara penguburannya, juga memiliki banyak obyek wisata alam yang menarik untuk Anda datangi. Beberapa di antaranya berikut ini.

 

Rantepao

Merupakan pusatnya turis di Tana Toraja. Selain tersedia pusat informasi juga terdapat berbagai tempat penginapan dari kelas berbintang sampai yang murah. Ada banyak toko yang menjual souvenir khas Tana Toraja seperti kain tenun, ukiran kayu, golok dan lain sebagainya.  

 
Dataran Tinggi Batu Tumonga

Memiliki arti, bebatuan yang berhadapan dengan langit. Berlokasi 1300 m di atas permukaan laut dan berada di kawasan pegunungan Sesean. Dari sini dapat dilihat pemandangan  indah kota Rantepao jauh dibawah dan lembah pegunungan nan indah. Tampak batu-batu besar yang dijadikan sebagai gua tempat penguburan.

 
Palawa

Adalah sebuah kompleks perkampungan dimana Anda dapat melihat “Tongkonan”, rumah tradisional toraja yang berbentuk tanduk kerbau, lokasi kuburan dan berbagai perayaan. Pengunjung diharapkan berpakaian menghormati adat istiadat setempat.

 
Londa

Salah satu tempat penguburan di dinding berbatu yang terkenal, berjarak 4 km dari Rantepao. Patung-patung penjaga yang disebut “tau-tau” berdiri di balkon tempat jalan masuk ke gua yang di dalamnya terdapat peti mati dengan banyak tengkorak kepala manusia di sekitarnya.

 
Lemo Buntang

Diberi nama Lemo karena salah satu liangnya berbentuk seperti jeruk bundar dan berbintik-bintik. Juga merupakan tempat penguburan berdinding batu dimana terdapat patung “tau-tau”. Berjarak sekitar 12 km dari kota Rantepao. Area yang memiliki jumlah lubang batu kuno sebanyak 75 buah ini adalah tempat penguburan bagi golongan ningrat yang ditandai dengan banyaknya “tau-tau” yang berjumlah 40 buah.  

 
Ke’te Kesu’

Ditetapkan sebagai salah satu Cagar Budaya karena memiliki kompleks perumahan khas Toraja, “Tongkonan”, yang masih asli yakni lengkap dengan lumbung padinya. Area yang berlokasi di Bonoran berjarak tempuh 4 km dari Rantepao ini tidak hanya mengadakan upacara penguburan, juga terdapat kuburan-kuburan purba (“liang”) dan kuburan modern yang tetap bermotifkan khas Toraja. Di sini pula pengunjung dapat menikmati seni ukir Toraja. 
 

Upacara penguburan yang diadakan besar-besaran kebanyakan dilakukan untuk para kaum ningrat kelas atas. Walaupun upacara ini diadakan sepanjang tahun, namun waktu terbaik untuk melihat biasanya pada “musim perayaan” yaitu berlangsung dari bulan Juli sampai dengan September.

 

Sumber:

http://celebes-tourism.com 

http://www.my-indonesia.info

http://members.aol.com/batusura/wisata.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s