Archive | June 2008

Musim Panas di London

 
Tinggal di negara empat musim membawa dinamika tersendiri. Musim yang selalu berganti kadang dapat mempengaruhi suasana hati kita. Di London dengan cuaca yang kapan saja secara drastis dapat berubah, datangnya sinar matahari sepertinya ditunggu-tunggu. Jangan malas keluar rumah, hiruplah udara segar di taman-taman, atau mencari suasana baru dengan mengamati lingkungan sekitar. Munculnya semangat, gairah dan ide baru mudah-mudahan membawa rasa optimis dan kebahagiaan, dan menjauhkan kita dari perasaan sedih dan kebosanan.

Edisi kali ini kami menampilkan event yang cukup besar di setiap musim panas, yaitu Ladies’ Day di Royal Ascot. Juga resep segar Aneka Rujak yang sangat ideal di hari yang panas beserta tips praktis berpiknik. Jalan-jalan ke Hatfield House yang tak jauh dari kota London juga layak Anda kunjungi. Tak lupa, warta International Spring Fair adalah liputan kegiatan terakhir kami di pertengahan bulan Mei 2008 yang lalu.

Salam hangat dari kami.

Advertisements

The Beauty of Sumatera Songket, Ladies Coffee Morning 12 Juni 2008

    
 
Sehari menjelang Ladies Coffee Morning dilaksanakan, seluruh panitia yang terdiri dari Pengurus DWP KBRI London bersiap-siap  melakukan gladi bersih yang tentunya bertujuan agar acara yang akan di gelar esok harinya dapat berjalan dengan lancar. Kesigapan ibu-ibu terlihat dari antusiasnya persiapan acara ini, diantaranya Ibu Hanna Sastrawan dan Ny. Keke Sudradjat menyumbangkan keahliannya dengan merangkai bunga yang sangat cantik. Master of Ceremony dipercayakan kepada Ibu Woro Yuwono yang enerjik. Tidak lupa semua ibu-ibu Pengurus diminta untuk  mengumpulkan kain-kain songket Sumatra yang mereka miliki untuk dijadikan  bahan presentasi yang kali ini mengangkat tema The Beauty of Sumatera Songket.

Continue reading

International Spring Fair 2008

 

Setahun telah berlalu, International Spring Fair 2008 yang diadakan oleh International Social Service (ISS) UK kembali digelar. Ajang penggalangan dana setahun sekali ini berlangsung  selama dua hari, 13-14 Mei 2008, dengan tetap mengambil tempat di Kensington Town Hall, London. Kegiatan yang bertujuan untuk mencari dana untuk perlindungan hak dan kesejahteraan anak ini diikuti hampir dari 100 negara yang didukung oleh perwakilan diplomatik negaranya di London.

KBRI London bersama DWP KBRI London turut berpartisipasi dalam aktifitas ini yang sekaligus bertujuan untuk mempromosikan makanan dan produk kerajinan Indonesia. Dua stall dibuka yaitu stall yang menjual aneka makanan dan stall yang menampilkan kerajinan tangan. Stall makanan Indonesia tetap dicari oleh para pengunjung. Sate ayam khas Indonesia, nasi goreng, mie goreng dan aneka kue manis dan asin masih menjadi favorit yang dicari oleh pengunjung bazaar. Hal ini terlihat dari ibu-ibu DWP yang berpakaian kebaya cukup sibuk melayani pembeli makanan selama dua hari bazaar ini berlangsung.

Hal yang sama terjadi pula di stall barang yang menampilkan pernak-pernik kerajinan tangan dengan nuansa Indonesia. Selain menonjolkan perhiasan indah dari batu, mutiara dan perak hasil karya dari pengrajin Indonesia dari Aulia Jewellery oleh Ny. Nunik Anurningsih yang turut berpartisipasi di bazaar kali ini, juga dipamerkan scarf batik, baju batik, tas anyaman dan sandal “summer”. Continue reading

Ladies Day in Royal Ascot

 

Pacuan kuda Royal Ascot yang sangat terkenal di seluruh dunia dimulai sejak 300 tahun yang lalu tepatnya 11 Agustus 1711. Dalam sejarahnya disebutkan bahwa Queen Anne yang pertama menemukan potensi pacuan kuda di Ascot yang dahulu disebut East Cote. Letaknya tidak jauh dari Windsor Castle (sekarang menjadi kediaman Queen Elizabeth II). Event ini merupakan centrepiece dalam British Calendar. Keluarga kerajaan hadir setiap hari dengan mengendarai kereta kuda dan berkeliling pacuan.  

Pacuan kuda Royal Ascot tahun ini akan dimulai  tanggal 17 Juni sampai dengan 21 Juni 2008. Pada hari kamis tanggal 19 Juni merupakan Ladies’s Day yang juga merupakan Royal Ascot Gold Cup. Gold Cup Day selalu jatuh pada hari ketiga dan merupakan hari tersibuk. Pada hari ini pengunjung yang kebanyakan wanita menjadi pusat perhatian karena pakaian yang dikenakan. Topi dengan berbagai model dan keunikan menjadi daya tarik tersendiri mendominasi Ladies’s Day ini. Continue reading

Hatfield House, Rumah Megah Elizabeth I

Undangan menarik dari “Diplomatic Neighbours” yang di prakasai oleh Prunella Briance dan Nahid Lipman untuk wisata bersama ke Hatfiled House sayang untuk dilewatkan. Selain untuk menambah wawasan dan pengetahuan, wisata bersama dengan teman-teman di luar pengurus tentu sangatlah baik sehingga kita bisa menambah teman sebanyak mungkin dari berbagai bangsa, selain juga Pengurus DWP KBRI London dan tim redaksi Buletin yang memang belum pernah melihat dan berkunjung ke Hatfiled House, yang tidak lain adalah ‘rumah megah’ dari Ratu Elizabeth I. Bersama dengan Penasihat DWP KBRI London, Ibu Risandrani Thamrin, beserta Ibu Hanna Sastrawan, Ny. Lita Winadi, Ny. Farah Novan dan Ny. Titi Iman pada hari Kamis 22 Mei 2008 yang cerah kami sempatkan untuk jalan-jalan ke rumah yang terkenal ini. Hanya dengan menempuh waktu sekitar kurang dari 45 menit dari London akhirnya kami tiba di Hatfield House.

Hatfield House berada di Hertfordshire dengan jarak hanya 21 mil di utara kota London, Hatfield House memberi kesempatan kepada pengunjung untuk dapat menikmati kemegahan khas “Victorian/Elizabethan” dengan koleksi bersejarahnya seperti lukisan-lukisannya, ukiran-ukiran tangga dari kayu, koleksi buku-buku kuno terdiri lebih dari 10.000 buku, furniture dan lain-lain. Tur berkeliling dalam bangunan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Juga yang tak kalah menariknya adalah taman-taman di sekitarnya yang sangat indah. Hatfield House didirikan oleh Robert Cecil, Earl I dari Salisbury dan Chief Minister dari Raja King James I pada tahun 1611. Rumah ini menjadi kediaman hingga keturunan bangsawan Salisbury ke-7 dan bangunan ini berada dalam kepemilikan keluarga Cecil selama hampir 400 tahun.

Taman di Hatfield House sayang sekali untuk dilewatkan. Dibangun pada awal abad ke 17, Robet Cecil memperkerjakan John Tradescant untuk mengumpulkan tanaman-tanaman yang tidak bisa hidup di England. Taman-taman yang ada di sekitar Hatfield House yaitu Palace Knot Garden sangatlah indah, pengunjung memang tidak bisa langsung memasuki taman ini tapi bisa dilihat dari dekat melalui Lime Walk. Jangan lewatkan pula Scented Garden, Herb Garden dan West Parterre. Bagi anda yang ingin berpiknik, tempat ini adalah pilihan yang tepat selain disediakan area piknik anda pun bisa melihat dari dekat kijang-kijang dan aneka burung.

Apabila anda mencari tempat makan yang lezat, singgahlah di restaurant di sekitar area Hatfiled House, tidak ketinggalan pula berbelanja oleh-oleh di “Gift Shop” yang tersedia melengkapi acara wisata pengunjung ke Hatfiled House.

Pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Mei sampai Agustus, banyak sekali event menarik yang bisa anda dan keluarga kunjungi seperti The Hatfiled Banquet, The Festival of Living Crafts, Rose Weekend, Battle Proms Concert, Art in Clay, Hatfield House Country Show dan masih banyak lagi acara-acara menarik lainnya. Untuk keterangan lebih lanjut anda bisa log in ke http://www.hatfield-house.co.uk.

Selamat berwisata!

Oleh Lita Winadi

Tips Praktis Berpiknik di Taman

 
Memasuki musim panas tahun 2008, jangan lewatkan untuk menikmati udara cerah dan matahari di kota London. London terkenal dengan taman-tamannya yang indah. Selain murah, berpiknik bersama keluarga atau teman dapat menjadi pilihan Anda untuk bersenang-senang dan melepaskan diri dari kepenatan. Di bawah ini beberapa tips agar piknik Anda berkesan.
  1. Cek ramalan cuaca terlebih dahulu sebelum merencanakan berpiknik karena cuaca di London selalu berubah-ubah. Udara yang terlalu panas atau dingin, berangin dan turunnya hujan dapat merusak acara piknik Anda.
  2. Tentukan lokasi taman yang ingin Anda kunjungi, apakah memiliki area bermain untuk anak-anak atau menyelenggarakan suatu “event” seperti pertunjukan musik atau tarian yang dapat menambah keceriaan piknik Anda.
  3. Bawalah alas pinik untuk Anda duduk atau berbaring. Alas yang “waterproof” lebih baik daripada selimut karena lebih nyaman dan tidak mudah bergerak. Sekarang banyak dijual alas piknik yang dapat dilipat menjadi ukuran yang kecil, sangat praktis, simpanlah di kendaraan Anda dan gunakan bila diperlukan.
    Continue reading

Aneka Rujak

"Summer" di London  sudah di depan mata. Suhu udara yang menghangat dan sinar matahari yang cukup banyak mendorong kita untuk menikmatinya dengan berjalan-jalan di taman atau berpiknik ria dengan keluarga atau sahabat. Rujak adalah salah satu makanan yang bisa kita bawa. Berikut adalah beberapa resep rujak yang bisa kita nikmati  sebagai penyegar dan menghilangkan dahaga.

emoticon  RUJAK SERUT

Bahan-bahan:

– Bengkoang
– Ubi merah
– Timun
– Nanas
– Mangga
– Delima
– Cabe rawit
– Gula pasir
– Cuka
– Garam
 
Cara membuat:

1. Bengkoang, ubi dan timun di parut/serut, Nanas dan Mangga  di potong memanjang.

2. Ulek cabe rawit, masukan ke campuran buah-buahan.

3. Tambahkan air matang dan gula pasir  (sesukanya).

Continue reading