Tips Seputar ‘Perkawinan Bahagia’

Setiap orang didunia ini pasti menginginkan perkawinannya bahagia, sakinah dan sejahtera. Namun, jalan menuju kebahagian tak selamanya mulus. Banyak hambatan, tantangan dan persoalan yang terkadang menggagalkan jalannya rumah tangga. Bagaimana kita mengantisipasi supaya mahligai rumah tangga kita tetap bahagia sampai akhir nanti? Berikut ini ada beberapa tips yang patut dicoba dan perlu dilakukan untuk memperkokoh ikatan cinta di antara Anda berdua.

  • Anda dan dia sudah menjadi satu, tapi tetap merupakan individu yang terpisah. Anda dan dia tetap bisa menghabiskan waktu tanpa harus bersama-sama. "Banyak pasangan suami-istri berpikir bahwa mereka harus menikmati semua hal bersama-sama. Padahal mereka tetap individu terpisah, yang membutuhkan ruang pribadi untuk diri mereka“ (kutipan dari  Suzanne Lopez, pengarang buku Get Smart with Your Heart). Jadi, ajaklah pasangan Anda menyusun jadwal apa saja kegiatan hari ini, mana yang ingin Anda dan dia lakukan bersama-sama dan mana yang tidak. Dengan demikian, kehidupan perkawinan tak akan terasa sebagai sesuatu yang mengekang Anda dan dia.
  • Komunikasi. Komunikasi juga merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Hilangnya komunikasi berarti hilang pula salah satu pilar rumah tanga. Bagaimana mungkin hubungan Anda dengan suami akan mulus jika menyapa pun Anda enggan. Jika rumah tangga adalah sebuah mobil, maka komunikasi adalah rodanya. Tanpanya, tak mungkin rasanya rumah tangga berjalan.
  • Saling percaya.Tanpa rasa saling percaya antara pasangan suami-istri, perkawinan tentu tak akan berjalan mulus. Bagaimana bisa mulus jika suami atau istri selalu mengawasi gerak-gerik kita karena ketidakpercayaannya itu? Yang muncul adalah kegelisahan, kecurigaan, kekhawatiran, tak pernah merasa tenteram, dan sebagainya. Ujung-ujungnya, Anda berdua justru saling menyalahkan dan menuduh. Rasa saling percaya akan mengantarkan Anda pada perasaan aman dan nyaman. Kuncinya, jangan sia-siakan kepercayaan yang diberikan suami Anda. Istri tak perlu mencurigai suami, dan sebaliknya, suami juga tak perlu mencurigai istri. Membangun rasa saling percaya juga merupakan perwujudan cinta yang dewasa.
  • Pandai menjaga rahasia. Kalau dulu segala permasalahan yang Anda alami bisa dibagi dengan sahabat atau teman, sekarang haruslah dibatasi. Ada hal-hal yang tak bisa dibagi dengan orang lain, terutama yang menyangkut urusan "dalam negeri" hubungan Anda berdua.
  • Syukuri semua berkah yang didapat. Rumah yang nyaman dan anak yang lucu-lucu sudah Anda dapatkan. Tapi, mengapa rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, sehingga Anda selalu bertanya-tanya apa yang salah dan kurang dengan kehidupan perkawinan Anda berdua? Wah, sudah saatnya Anda belajar mensyukuri semua berkah yang didapat. Ini akan melatih Anda mengingat lebih banyak hal positif dibanding yang negatif. Bila perlu, buatlah daftar yang berisi apa saja yang Anda syukuri hari ini, seminggu, atau sebulan ini, dan perlihatkanlah kepada suami Anda. Dengan begitu, ia bisa menyadari betapa kehidupannya sudah dipenuhi dengan berkah.
  • Cari hobi bersama. Ajak pasangan mencoba hal-hal baru yang mungkin bisa dijadikan hobi bersama, untuk dilakukan berdua saja.
  • Jangan mencoba mengubah dirinya. Terimalah apa adanya tanpa menuntut harus melakukan ini-itu untuk mengubah dirinya. Jika keinginan itu muncul, ingat Anda pun punya kebiasaan yang sering membuatnya kesal tapi dia tak pernah mencoba mengubah Anda.
  • Menjaga romantisme. Terkadang, pasangan suami-istri yang sudah cukup lama membangun mahligai rumah tangga tak lagi peduli pada soal yang satu ini. Tak ada kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun seperti barang mahal. Padahal, menjaga romantisme dibutuhkan oleh pasangan suami-istri sampai kapan pun, tak cuma ketika mereka berpacaran. Sekedar memberikan bunga, mencium pipi, menggandeng tangan, saling memuji, atau berjalan-jalan menyusuri tempat-tempat romantis akan kembali memercikkan rasa cinta kepada pasangan hidup Anda. Tentu, ujung-ujungnya pasangan suami-istri akan merasa semakin erat dan saling membutuhkan.
  • Saling memuji dan memperhatikan. Meski sepele, pujian atau perhatian sangat besar pengaruhnya bagi suami, dan sebaliknya. Ucapan bernada pujian akan semakin memperkuat ikatan suami-istri. Tanpa pujian atau perhatian, bisa-bisa yang ada hanya saling mencela dan merendahkan. Memberikan pujian ringan seperti "Masakan Mama hari ini luar biasa, lho!" atau "Wah, Papa tambah keren pakai dasi itu." Ucapan-ucapan sepele seperti itu akan memberikan dorongan/semangat yang luar biasa. Pasangan Anda pun akan merasa dihargai. Memuji tak butuh biaya atau ongkos mahal kok. Yang dibutuhkan adalah ketulusan dan rasa cinta pada suami.

ATURAN MAIN PERKAWINAN BAHAGIA!

  • Jangan pernah marah pada saat yang sama. Bila Anda sedang marah, dia sebaiknya tidak terpancing, demikian pula sebaliknya.
  • Jangan pernah membentak satu sama lain.
  • Jika Anda harus mengkritiknya, lakukan dengan manis.
  • Jangan pernah mengungkit-ungkit kesalahan di masa lalu.
  • Jadikan pasangan Anda sebagai orang yang paling penting dalam kehidupan Anda.
  • Jangan pernah pergi tidur saat argumen belum terselesaikan.
  • Berikan pujian untuknya minimal satu kali sehari, setiap hari.
  • Saat Anda melakukan kesalahan, akui dan mintalah maaf.

Selamat mempraktikkan sekarang juga sehingga Anda berdua akan mendapatkan perkawinan bahagia hingga akhir nanti.

* Dirangkum oleh Ida Pradopo

Sumber: Tabloid Nova, kutipan dari buku Get Smart with Your Heart by Suzanne Lopez dan dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s