Cinta yang Terjaga

Di sebuah café, Dinda dan Rani sampai pada obrolan soal suami yang tidak lagi romantis. “Kemana menghilangnya romantisme semasa pacaran dulu ya?” keluh Dinda. “Romantisme  itu barang  langka,  bila kita tidak berusaha menciptakannya” Rani mencoba berpendapat.

Berbeda dengan Dinda yang cenderung membiarkan perkawinannya mengalir seperti sungai, Rani mampu membuatnya lebih berwarna paling tidak hingga kini memasuki 10 tahun lebih usia perkawinan. Banyak pakar mengatakan, bahwa cinta memang tidak bisa terus bersemi tanpa ada usaha dari pasangan. Cinta yang tumbuh di awal perkawinan lama kelamaan akan memudar seiring bertambahnya usia perkawinan. Sehingga untuk dapat terus mempertahankan agar cinta tak lekang oleh waktu, pasangan perlu memupuknya.

Apa yang dilakukan Rani nampaknya sederhana. Dari awal  Rani sadar betul, bahwa suaminya bukanlah makhluk  yang romantis. ‘Cinta tak harus diungkapkan’ begitu selalu kata suami Rani. Apa boleh buat, kata mesra dan hal-hal romantis lainnya  jarang mampir pada awal kehidupan perkawinan Rani. Agar atmosfir perkawinan tak terasa hambar, Rani mencoba mengisi kekosongan tersebut. Kecupan sayang tak jarang mendarat di pipi suami kapan saja. Sebutan ‘sayang’ atau ‘cinta’ rajin dia selipkan di setiap pembicaraan. Rani percaya bahwa kata-kata manis memerlukan lebih sedikit energi yang akan berbuah manis, daripada kata-kata kasar. Tidak heran bila Rani tetap mampu berbicara dengan nada rendah, meski emosi suami sedang melonjak.  Konflik yang terjadi pun tidak sampai berlarut-larut. Ditambah lagi ditunjang oleh pembawaan Rani yang ceria dan humoris, makin membuat rumah tangganya semarak. Apa yang dilakukan seolah sepihak, tapi  lama kelamaan suami  merespon dengan baik. Sedikit saja Rani berubah sikap dalam kesehariannya, suami menerima sinyal bahwa istrinya sedang bete.

Kesempurnaan bukan milik kita manusia, itu Rani sadari sepenuhnya. Kelebihan dan kekurangan pasangan dia jadikan sebagai bumbu yang saling melengkapi. Lebih melihat kelebihan daripada kekurangan dari pasangan akan dapat menambah kekaguman dan tentu saja cinta. Barangkali mensyukuri apa yang kita miliki, cukup membuat cinta tetap berada di tempatnya, bahkan bila mungkin bertambah porsinya.

 

Love is a many splendored thing…..

Love is nature’s way of giving, a reason to be living…

 

* Oleh Woro Yuwono

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s