SAMPAI BERJUMPA LAGI IBU SRANYA (Kenangan Manis dari Pengurus DWP KBRI London)

Perpisahan memang menyakitkan. Di sisi lain perpisahan selalu ada di tengah-tengah kehidupan kita, apa lagi untuk kehidupan pejabat dinas luar negeri, dimana seakan-akan perpisahan dan perkenalan menjadi bagian utama dari kehidupan itu.

Setelah selama setahun delapan bulan Ibu Sranya B. Natalegawa bersama kami, akhirnya kami mengucapkan juga kata-kata perpisahan itu. Waktu yang singkat, terlebih-lebih kebersamaan dengan Ibu yang baik hati dan murah senyum ini membuat waktu itu semakin lebih pendek terasanya. Kesan kami terhadap beliau sangat mendalam. Begitu banyak kesan tertinggal, demikianlah paling tidak yang terungkap dari ibu-ibu pengurus saat minum teh bersama pada sore hari tanggal 7 September 2007 yang lalu, sehari sebelum keberangkatan beliau. Satu kesan yang pasti dari kami semua adalah kerendahan hati dan perhatian beliau yang begitu besar. Senyum manis dan tulus yang terpancar dari dalam hati menimbulkan ketenangan dan kedamaian bagi kami semua.

Ibu Sranya adalah pendengar yang baik. Setiap cerita bahkan keluhan, selalu menjadi perhatian beliau. Beliau juga dengan spontan akan memberikan saran atau masukan bila kita memerlukannya. Ibu juga adalah guru yang baik dan sangat well prepared. Kami beruntung mendapatkan guru bahasa Inggris sekaliber Ibu Sranya yang selalu setia di tengah-tengah kesibukannya menyediakan waktu setiap Jumat untuk program English Speaking Day. Hubungan kami seolah-olah tidak terasa berjarak. Memang sesuai dengan yang beliau katakan bahwa bagi beliau yang paling penting adalah persahabatan. Apa lagi Ibu Sranya selalu muncul dengan humor-humor yang segar.
 

Tentu banyak kenangan manis yang patut dikenang bersama Ibu Sranya. Banyak kejadian lucu selama kunjungan kami pengurus DWP KBRI London ke Marseilles bulan Juli 2007 yang lalu. Kenangan naik pesawat Ryanair yang merupakan pengalaman pertama buat beliau dimana economy-flight ini tidak memberikan seat number pada penumpangnya membuat kami -termasuk Ibu Sranya- tidak segan-segan berlari-lari untuk mendapatkan tempat duduk yang strategis, merupakan kenangan yang selalu menimbulkan senyuman. Pengalaman di suatu pagi mencari ‘tempat ngopi yang enak dengan roti Perancis yang katanya terkenal’ juga merupakan hal lucu yang selalu membuat tawa kami pecah.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari kebersamaan dengan beliau. Beliau selalu bersikap terbuka dan mengajak kami menarik pengalaman dan pelajaran dari suatu peristiwa, membuat kami semakin matang dalam kehidupan berorganisasi dan kehidupan sehari-hari. Memang cukup banyak event-event yang berlangsung selama beliau menjadi Penasehat, sehingga banyak pula kami memperoleh kesempatan belajar dari beliau.

Ibu Sranya sekeluarga terbang ke New York tanggal 8 September 2007, mendampingi Bapak Marty Natalegawa yang dipercaya Pemerintah sebagai Duta Besar di PTRI New York. Selamat jalan Ibu. Banyak orang bilang bahwa perpisahan hanya pertemuan yang tertunda dan kami percaya itu. One day kita akan bertemu lagi jika Allah mengijinkan. Yang pasti that we’ll miss you Ibu. Thank you for everything that so many to mention. All the best from all of us.

 

*Oleh : Dara Arief

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s