Visite à Marseille

Marseille, Perancis adalah tujuan wisata kami – Pengurus DWP KBRI London – selanjutnya. Keinginan menikmati hangatnya sinar matahari sembari menciptakan kenangan manis bersama Penasihat Ibu Sranya B. Natalegawa dan Ny. Fenty Sutiono yang akan segera meninggalkan London, membawa kami pada perjalanan ini yang berlangsung dari tanggal 18 – 21 Juli 2007. Marseille sebagai kota tertua di Perancis yang kaya akan peninggalan bersejarah dengan pantai-pantai Mediterraneannya, tentunya mempunyai daya tarik tersendiri, khususnya bagi kami yang tetap diguyur hujan dan kedinginan walaupun saat musim panas ini.

Setelah pesawat yang membawa kami menyentuhkan rodanya di bandara internasional Marseille, kami disambut dengan hangat oleh DWP KJRI dibawah pimpinan Ny. Ota Prasetyo Hadi. Hari pertama kunjungan ini, kami sempat menikmati keindahan sore. Melewati Vieux Port, kami menyaksikan keindahan perpaduan gedung-gedung tua dengan restoran dan café-café modern. Kami membayangkan betapa asiknya menikmati hangatnya kopi Perancis yang terkenal, dengan croissant, dan suguhan berupa hamparan pemandangan pantai dengan yacht-yacht yang sedang berlabuh.

Setelah beristirahat, esok paginya kami siap melaksanakan city tour. Sayang pada hari ini bertepatan dengan pelaksanaan Tour de France, sehingga kondisi kota agak crowded. Pagi hari itu kami langsung menuju Avignon untuk menikmati keindahan kota bersejarah bagi perkembangan Christianity.

Di kota kecil yang disebut Châteauneuf du Pape yang kurang lebih berarti ‘istana baru paus’, kami menikmati jalan-jalan kecil yang indah. Mampir sebentar di katedral Notre Dame des Doms dan dilanjutkan dengan menyaksikan keindahan pinggir sungai Rhone dengan jembatan Saint Benezet, membuat kunjungan ini menjadi berkesan.

Sekembalinya di Marseille, tujuan kami selanjutnya adalah Notre Dame de la Garde Basilica. Dari ketinggian, kami menyaksikan keindahan kota dan tidak lupa mengabadikannya. Memang tidak lengkap kalau mengunjungi Marseille tanpa melihat langsung keindahan pantainya. Kami menggeleng-gelengkan kepala melihat banyak pengunjung yang berendam dan berenang di laut pada malam hari.

Hari ketiga kunjungan ini, pagi-pagi kami sudah berada di atas kendaraan yang akan membawa kami ke Monaco. Tentu saja mengunjungi istana raja yang berada di ketinggian tidak boleh dilewatkan. Kebersihan kota Monaco sangat menakjubkan, sehingga tidak heran kalau Ibu Sranya berkomentar ‘Monaco mirip Disneyland ya…’

Dalam perjalanan kembali dimana dalam jadual kami akan mampir di Nice, kami berhenti di pabrik parfum ‘Fragonard’. Di sini kami menyaksikan bagaimana proses pembuatan parfum mulai dari sari bunga/buah sampai dikemas di dalam botol. Kami membeli beberapa produk wewangian di toko parfum yang berada dalam lokasi pabrik untuk dijadikan oleh-oleh.

Hari terakhir biasanya merupakan hari tersibuk, karena mencari oleh-oleh. Tentu saja buah tangan terutama buat orang-orang yang tercinta di London merupakan sebuah ‘obligasi’. Tampaknya perburuan Ibu-ibu ini cukup membawa hasil.

Sore harinya kami kembali terbang menuju London. Memang sayang sekali karena dari sejumlah 16 orang pengurus, setengahnya tidak dapat mengikuti perjalanan ini dengan berbagai alasan. Mudah-mudahan kenangan perjalanan selama di Marseille menambah kedekatan di antara kami, khususnya dengan Ibu Sranya dan Ny. Fenty yang akan meninggalkan London. Tentu saja terima kasih banyak kami sampaikan kepada pengurus dan anggota DWP KJRI Marseille atas sambutan dan persahabatan yang hangat.

*Oleh : Dara Arief

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s