Merangsang Kreatifitas Anak

Kreativitas tidak hanya bakat dalam bidang seni atau musik, akan tetapi meliputi cara berpikir kreatif dalam setiap bidang. Juga merupakan kemampuan untuk menemukan ide-ide baru, merumuskan konsep-konsep baru dan menemukan jawaban baru terhadap suatu pertanyaan. Seorang anak yang kreatif memiliki taraf kecerdasan tinggi, tetapi belum tentu memperoleh angka tinggi dalam tes IQ, yang terutama mengukur kemampuan akademis.

Riset mengenai kreativitas anak masih jauh dari sempurna, namun semua ahli riset berpendapat sama dalam hal:

  1. Hampir semua anak kecil memiliki kemampuan kreativitas
  2. Kreativitas dapat ditingkatkan bila diberi rangsangan, kesempatan dan latihan.
  3. Kreativitas dapat berkurang dengan cara pengasuhan dan pendidikan tertentu.

Dr. E. Paul Torrance, professor ilmu pendidikan di Universitas Minnesota, peran orang tua penting sekali dalam menemukan cara untuk meningkatkan kreativitas pada anak kecil, karena kemampuan ini perlu dirangsang dan diberi pengarahan sejak bayi. Menurut ahli ini, kreativitas anak mulai meningkat pada usia 3 tahun, mencapai puncaknya usia 4-41/2 tahun lalu menurun pada usia 5 tahun ketika anak masuk sekolah (mungkin karena tekanan guru dan teman yang menuntut dia agar menyesuaikan diri).

Tanda-tanda anak yang kreatif antara lain: 

  1. Rasa ingin tahu yang sangat besar
  2. Senang bereksperimen 
  3. Terus menerus bertanya dan biasanya dengan cara mendesak sehingga sering menjengkelkan orang tua yang sibuk atau guru yang kurang mengerti kecerdasan ini. 
  4. Peka terhadap yang dilihat, didengar, diraba dan dialami. 
  5. Banyak ide baru, kadang agak aneh. 
  6. Bisa menemukan berbagai macam kegunaan dari suatu benda biasa. 
  7. Mencoba mengerjakan tugas-tugas yang sulit untuk dirinya, 
  8. Dapat memusatkan perhatian lebih lama dibandingkan anak lain yang seumur 
  9. Sangat fleksibel, terbuka bagi saran, pendapat dan kegiatan baru 
  10. Cenderung lebih percaya diri, keras kepala, rajin, pendiam, kompleks dan stabil.

Karena anak yang kreatif sering mempunyai pendapat sendiri, biasanya sering konflik dengan guru atau orang tuanya. Bagaimana kita dapat merangsang dan meningkatkan kreativitas pada anak? Walaupun riset di bidang ini masih belum sempurna, cukup banyak petunjuk yang bisa diperoleh dari sejumlah penelitian. Dengan merangsang anak untuk melihat, mendengar, meraba untuk meneliti dan mencoba, maka kita telah merangsang kreativitas. Orang tua yang bercakap-cakap gembira dengan anak kecil dan memperhatikan apa yang dikatakan, telah membantu pertumbuhan kreativitas. Demikian juga orangtua yang ikut bergembira dengan hasil yang dicapai anaknya dan terus merangsang rasa ingin tahunya. Sebagai tambahan, para ahli dalam kreativitas memberi saran-saran sebagai berikut: 

  1. Bantulah agar anak menyadari dan menghargai keunikan dirinya, dapat merasakan kepuasan dalam menyatakan perasaannya, dapat merasakan kegembiraan dalam menciptakan sesuatu. Seringkali anak merasa dirinya tidak mungkin mempunyai ide yang berharga, sehingga tidak melanjutkan ide yang sudah dimiliknya. 
  2. Bila mungkin biarkan anak merencanakan sebagian dari kegiatannya, termasuk kegiatan keluarga, dan bila mungkin laksanakan rencana tersebut. Sebagai contoh, anak perlu diberi kesempatan untuk mengatur menu keluarga (“mau masak apa hari ini? Buah apa yang akan dibeli?”), untuk merencanakan acara hari libur dan pesta. Dengan mengijinkan anak membuat keputusan-keputusan seperti itu akan meyakinkan dirinya, bahwa pendapatnya itu cukup berharga. Anak juga menjadi sadar bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi. Bila kita bisa melihat dan menghargai anak sebagai suatu individu, maka dorongannya untuk bebas dan berdiri sendiri tidak akan meletus melalui cara yang tidak diinginkan. 
  3. Rangsanglah anak agar lebih peka terhadap lingkungannya, banyak bertanya, berani bereksperimen. 
  4. Kegiatan-kegiatan ilmiah membantu anak untuk mengerti, tidak semua eksperimen akan berhasil. Dan eksperimen yang tidak berhasil bukan berarti kegagalan. Memang penting mengajarkan anak agar terhindar dari kegagalan, dan sangatlah penting jika ini menyangkut keselamatan fisik. 
  5. Doronglah agar anak menghargai pengalaman-pengalaman baru, mulai dengan mengamati munculnya kuncup baru pada pohon mawar, mengamati matahari tenggelam di sore hari dan sebagainya. 
  6. Jangan khawatir bila anak kita senang membuat cerita atau mengkhayal. Ini merupakan perkembangan normal anak prasekolah. 
  7. Hargailah anak untuk usaha-usahanya yang kreatif, dengan pujian, dorongan dan perhatian; dengan bersama-sama merasakan kegembiraan dalam berkreasi. 
  8. Perkaya hidup anak dengan musik. Anak akan senang sekali mendapat kesempatan menggunakan alat musik sederhana seperti drum, tamburin, juga piano ataupun organ. 
  9. Doronglah agar anak membiarkan rangsangan dari suatu bidang seni menimbulkan kegiatan kreatif di bidang lain. Misalnya: rangsanglah anak kita menari bila mendengar suara gamelan, melukis suatu ilustrasi untuk sajak yang disenanginya atau mengarang cerita untuk lukisan yang baru dibuatnya.

Sangatlah penting, bahwa kemampuan-kemampuan kreativitas anak sudah tertanam sebelum masuk sekolah, sebelum dia terkena pengaruh kelompok atau menghadapi guru yang menuntut kepatuhan tanpa banyak bertanya.

*Dirangkum oleh : Hanna Sastrawan Sumber:Meningkatkan Kecerdasan Anak oleh Joan Beck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s