Ibu Hanna Sastrawan

Senyum hangat dan sapa ramah akan selalu terasa ketika kita bertemu dengan Ibu Hanna Sastrawan, sosok Ketua DWP KBRI London sejak Juni 2006 lalu. Dedikasi dan komitmen ibu Hanna terhadap tanggung jawab sebagai istri, sebagai pengurus DWP KBRI London, dan sebagai warga negara Indonesia, sangat patut untuk kita simak sebagai salah satu sosok tangguh wanita Indonesia. Berjuang dengan pendekatan budaya di luar negeri, ibu Hanna berharap sekecil apapun peran kita akan ada artinya bagi citra Indonesia di mata dunia.

Bernama lengkap D.A.M. Herawati Hanna P. Sastrawan, ibu Hanna lahir di Denpasar, Bali sebagai bungsu dari empat bersaudara. Sebagai satu-satunya anak perempuan, beliau terbiasa untuk patuh kepada orangtua, termasuk ketika menentukan arah pendidikan saat akan kuliah. Pendidikan Dokter ditempuh ibu Hanna selama 6 tahun di Universitas Udayana, dengan tujuan salah satunya agar dekat dengan orang tua, meski sebenarnya beliau juga diterima di IPB (Bogor) dan Universitas Airlangga (Surabaya).

Ibu Hanna memulai kiprahnya sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI London sejak Juni 2006. Pada saat mendampingi suami, Bpk. Dewa Made Sastrawan (saat ini DCM KBRI London), di New York dan Hongkong, Ibu Hanna sempat berada pada bidang pendidikan, organisasi, dan sebagai wakil ketua. Sementara di DWP Deplu di Jakarta, ibu Hanna tidak dapat aktif dalam kegiatan DWP karena kesibukan bekerja. Namun beliau sempat dua kali mengisi acara sebagai pembicara untuk tema kedokteran.

Menikah dengan Bapak Made Sastrawan yang merupakan teman sepermainan sejak kecil, ibu Hanna dikaruniai 3 orang putri, Vitri, Yanti, dan si bungsu Tri. Sesibuk apapun ibu yang berpembawaan tenang dan bertutur kata lembut ini selalu menyempatkan diri untuk menyapa dan menanyakan kegiatan anak-anak agar komunikasi selalu terjaga. Mengantar atau menjemput anak-anak dari sekolahpun sering ia lakukan sendiri. Kejujuran, respect each other, dan berani meminta maaf, menjadi prinsip dari keluarga ibu Hanna demi peningkatan kualitas hubungan anggota keluarga.

Jika dalam beberapa event kita menyaksikan ibu Hanna dan anak-anak beliau menari Bali, sebenarnya hal tersebut memang didasari kecintaan kepada tari Bali. Sejak usia 5 tahun, beliau telah mengikuti les tari Bali. Kecintaan pada tari Bali dimulai ketika ibu Hanna sering diajak ayahanda menonton pertunjukan hingga pukul 2 pagi, yang kemudian ditularkan kepada anak-anak dan beberapa teman anak-anak yang berminat.

Melalui tari Bali, ibu Hanna ingin memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Jika ada permintaan untuk mengisi acara dengan menari Bali, beliau dan anak-anak berusaha untuk menyempatkan berpartisipasi. Menari di dalam dan di luar London dan bahkan di sekolah anak-anak pernah dijalani oleh ibu Hanna, dengan tujuan promosi budaya Indonesia. “Siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang akan memperkenalkan Negara kita,” demikian ujar beliau dalam menyemangati anak-anak.

Ibu Hanna yang dalam waktu luangnya senang membaca buku apa saja, terutama mengenai kedokteran dan culture ini, berharap agar kita berusaha memperkenalkan Indonesia dengan promosi budaya. Hal-hal kecil seperti memperkenalkan makanan Indonesia dan tarian sangat baik dilakukan karena kita sebagai istri tidak memiliki kemampuan politik atau menggalang dana besar untuk mempromosikan Indonesia.

Tantangan terbesar selama menjadi ketua DWP KBRI London adalah tantangan keluar, yaitu terkait dengan image DWP yang masih kurang positif. Cap bahwa DWP adalah organisasi ngerumpi yang mendompleng nama suami, masih lekat dengan DWP hingga saat ini, padahal sesungguhnya DWP di luar negeri adalah organisasi yang memiliki kemandirian dan merupakan mitra kerja KBRI. Untuk itu, upaya merubah image yang bisa dilakukan, salah satunya dengan berusaha menunjukkan profesionalisme dan kemandirian  dalam menjalankan fungsi mendukung kegiatan KBRI.

Terkait dengan pergantian kepengurusan, ibu Hanna berharap pada pemilihan ketua DWP dalam beberapa pekan mendatang, akan dapat terpilih ketua yang baru. Siapapun yang mampu dan memenuhi persyaratan dapat dipilih sebagai ketua. Reformasi hanya akan menjadi sekedar wacana jika tidak berani dimulai.

“Pergantian ketua banyak positifnya, dimana pengurus, anggota, dan ketua baru akan sama-sama belajar dan bekerja dengan situasi yg berbeda, karena setiap orang punya kelebihan sendiri-sendiri dan itu akan membuat kita lebih matang. Terlalu lama menjadi ketua atau berada di atas tidak baik karena orang bisa lupa dan bisa semena-mena”, tambah beliau.

Untuk semua anggota DWP, Ibu Hanna berpesan agar selalu menjaga hubungan baik satu sama lain. Dan pesan yang selalu diulang-ulang oleh ibu yang mengaku aslinya pendiam dan amat menikmati diam ini adalah agar mencari persamaan yang ada pada kita sehingga kita menjadi kuat. Tak perlu selalu mencari perbedaan karena dengan mencari perbedaan maka kita akan lemah dan akan timbul perselisihan. Di manapun kita berada pasti akan menemukan perbedaan dan bila perbedaan itu yg ditonjolkan maka tidak ada sisi positif ataupun produktivitas yang akan kita dapatkan.

Sementara itu harapan beliau kedepan untuk DWP adalah agar DWP lebih maju dengan image yang lebih baik. Kesempatan di luar negeri yang tidak lama, seyogyanya juga dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan mencari pengalaman, pendidikan, dan peningkatan dalam kemampuan berbahasa asing.

Harapan ideal ibu Hanna terhadap DWP sebagai mitra kerja KBRI adalah bahwa DWP harus dapat membuat anggotanya lebih maju, berpikiran terbuka dan dapat membela kaum perempuan secara nyata. Selain itu kita juga harus berperan untuk memperbaiki citra Indonesia, yang salah satu caranya adalah dengan rasa bangga sebagai orang Indonesia, melakukan promosi budaya, serta banyak bergaul dengan masyarakat Inggris.

Semoga harapan tersebut dapat terwujud, dan mampu menjadi penggerak perubahan demi perbaikan citra Indonesia, dan khususnya wanita Indonesia di mata dunia.

*Vidya M Sihbudi & Shinta Samudera

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s