Usia

Life is short play naked, ungkapan kata-kata itu sering terdengar dari teman-teman berkumpul saya. Nekad dan berani tanpa berpikir panjang itulah kesan yang terlintas, menanggapi ungkapan itu seolah-olah apapun dapat kita coba dan lakukan selagi kita mampu, sehat dan masih diberi umur panjang.

Sebagai seorang ibu yang sudah melewati masa triwindu hal itu rasaya terlalu muluk, mungkin karena ungkapan itu lebih cocok untuk anak muda dari pada saya yang seorang ibu. Kalaupun ada motto hidup,  tidaklah harus sevulgar itu.

Semakin saya coba menepis ungkapan yg eksentrik itu semakin saya berfikir, haruskan saya mulai membatasi diri ini hanya karena usia yang sudah mulai tidak muda lagi..?

Ungkapan nyentrik agak sedikit vulgar perlahan-lahan membangkitkan keingintahuan diri, apakah memang saya sudah memanfaatkan waktu saya seperti ungkapan tadi itu.

Kilas balik hidup menoleh ke belakang kadang tersirat ada sedikit rasa penyesalan, juga rasa syukur untuk apa yang saya sudah raih.

Menoreh, mengisi riwayat hidup diri dan menguntai kenangan yang lambat laun akan menjadi berkarat sepertinya akan sia-sia tanpa kita isi usia ini dengan sesuatu hal yg menantang dan menarik untuk dikenang, mungkin juga bisa menjadi inspirasi bagi anak cucu kita apabila kita mengoreskan cerita usia  kita untuk sesuatu hal yang positif. Seperti kata pepatah yang mengatakan tiga hal yang tidak bisa diulang kembali yaitu waktu, masa muda dan kecantikan.

Usia tidak akan ada artinya jika tanpa diisi dengan perubahan karena nilai hidup dan matinya seseorang dilihat dari apa yang sudah kita perbuat. Apakah kemarin dan hari ini saya sudah berubah menjadi lebih baik atau buruk. Waktu memang mustahil untuk dibalik. Kadang penyesalan pun membuat sesak dada tapi saya berusaha menerima dan berfikir jernih. Kesempatan dulu mungkin belum mencoba meraih saya ataupun sebaliknya tak cukup usaha saya untuk meraihnya, tapi jangan terpaku menyesali yang sudah lalu, di sisa usia yang masih ada selama Tuhan masih memberi saya nafas untuk hidup saya mencoba kembali mengisi hidup ini dengan arti yang lebih baik. Memang tidak sebebas dulu kala muda tapi usia pastilah tidak harus membatasi kemampuan diri saya, siapa tahu mungkin di sisa usia ini saya masih menyimpan sesuatu yg bisa membuat orang-orang terkasih bangga terhadap prestasi saya.

Saya mencoba tidak melulu menghitung berapa usia saya sekarang tanpa saya berusaha mengisinya. Saya mecoba memacu diri untuk melakukan hal-hal yang tak pernah saya lakukan yang membuat saya merasa lebih berguna mengisi waktu di sisa usia ini. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, saya masih diberi kesempatan olehNya untuk merenungkan apa  yang telah dan belum saya lakukan. DiberiNya saya kesempatan untuk memperbaiki diri dan berbuat sesuatu yang berguna disisa usia ini. Saya berjanji tak akan saya sia-sia kan  arti usia ini…..

Untuk Bulletin DWP London tercinta, Selamat Ulang Tahun…!

*Oleh: lita Winadi 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s