Katakan Dengan Bunga

Bicara bunga, adalah bicara cinta. Mengapa? Karena bunga diciptakan Tuhan dengan cinta. Karena bunga adalah simbol keindahan pengungkap cinta. Karena bunga, dengan wanginya bisa menginspirasi kita … dan banyak lagi “karena” yang akan menguraikan betapa dekatnya bunga dengan cinta.

Bahkan untuk mengungkapkan betapa bahagianya hati kita, digunakan istilah “hatiku berbunga-bunga”! Hati yang bahagia, diwakilkan dengan semerbak bunga. Rasanya tak ada yang bisa menggantikan posisi bunga sebagai simbol keindahan.

Bagi saya cinta adalah keindahan. Jika menyimak kata mutiara, bahwa “siap mencintai adalah siap bahagia dan menderita”, sebenarnya gambaran demikian adalah sebuah cinta yang sedang berproses. Karena cinta yang telah menemukan esensinya, adalah sikap hati yang memandang setiap kejadian sebagai sesuatu yang pasti menyimpan keindahan dan kebaikan saja. Sikap hati yang percaya, bahwa pada satu kesulitan, selalu tersimpan jalan keluar dan nikmat yang berlipat-lipat menanti kita. Bukankah sudah menjadi ketentuan (sunnatullah), bahwa di dunia selalu ada dua sisi yang berdampingan, sebagai penyeimbang. Ada sedih-bahagia, nikmat-ujian, laki-laki-perempuan, gelap-terang, cinta-benci, keras-lunak, panas-dingin, dsb. Maka terus berusaha menata hati, agar memandang setiap baik buruk kejadian sebagai keindahan, adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

Sayapun adalah makhluk yang tengah berproses menemukan hakikat cinta. Cinta kepada Pencipta, kepada pasangan hidup, kepada sesama, dan bentuk-bentuk cinta lain yang semestinya dipupuk dan ditumbuhkan jika belum ada. Seperti bunga, yang jika dirawat dengan cinta maka akan tumbuh semakin indah. Meski ada, banyak bunga yang tumbuh apa adanya tanpa campur tangan manusia merawatnya. Banyak yang indah dan wangi, indah namun tak berbau, indah tetapi berbau tak sedap, banyak juga yang tak indah dan wangi, tak indah dan tak sedap, tetapi tetaplah bernama bunga yang lekat dengan harum dan wangi dalam persepsi manusia. Aneka jenis, bentuk, dan aroma bunga, tetapi tetap identik dengan keindahan. Seperti itulah semestinya kita mengidentikkan cinta, dengan hadirnya pastilah keindahan yang ada.

Mari hadirkan cinta setiap hari di hati kita. “Katakanlah dengan bunga”, demikian kata mutiara lain yang kerapkali digunakan. Walau sebenarnya tak hanya kebahagiaan, kesedihan di pusara-pun juga dikelilingi oleh bunga. Betapa universalnya bunga. “Sekuntum bunga untuk yang terkasih”, sebutan “bunga bangsa” bagi pengharum nama bangsa, adalah sedikit contoh pelekatan bunga pada banyak sisi kehidupan kita.

Ibarat bunga yang disukai setiap makhluk di dunia, mari kita hiasi diri dengan keindahan akhlak, perilaku, dan sikap pandang seindah-indahnya. Indahnya jika bisa mengawali dan menutup hari dalam perjalanan usia kita, dengan cinta. Semoga.

*Oleh: Shinta Samudera

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s