Archive | March 2007

Bahasa Bunga

Bunga….. Banyak orang yang mengibaratkan wanita sebagai bunga. Tak dapat dipungkiri bahwa bunga sangat dekat dengan dunia wanita. Ya, bunga dan keindahannya kali ini kami pilih sebagai thema edisi Maret. Bukan hanya karena kecintaan pada bunga, tetapi UK yang siap memasuki musim semi dengan bunga-bunga yang bermekaran, semakin menggugah kita akan kehadiran bunga dengan wangi dan keindahannya.

Belakangan ini terlihat semakin meningkatnya perhatian pengurus DWP KBRI London akan bunga. Bukan sekedar kebetulan, tapi berkat kursus singkat merangkai bunga yang diikuti bersama semakin membuka wawasan hati dan pikiran kami akan keindahan bunga (baca Warta). Bunga juga berarti beribu-ribu simbol. ‘Katakan dengan Bunga’ (Bunga Rampai) menggambarkan beribu rahasia dibalik indahnya bunga. Menyaksikan keindahan bunga juga menjadi tujuan wisata yang kami pilih (Eden Project). Singkat kata, kami sepakat memilih bunga sebagai inspirasi di setiap rubrik edisi ini. Continue reading

Advertisements

Selamat Jalan Ny. Lina Prasetyo

Ny. Lina Prasetyo adalah salah satu dari pengurus DWP KBRI London sejak tahun 2003. Beliau aktif dalam berbagai kegiatan DWP, di sela-sela kesibukan bersama keluarga. Istri dari Bpk. Heru Prasetyo (dahulu adalah Atase Perhubungan KBRI London) ini telah kembali ke tanah air pada 29 Maret 2007 lalu.

Semoga ibu Lina Prasetyo dapat terus berkarya di tempat yang baru, dan semoga silaturahmi kita tidak akan terputus.

Selamat jalan ibu Lina emoticon 

ASEAN Ladies Morning: Indonesian Street Food

Makanan, tentu semua orang suka! “Eat to live and live to eat”. Sebuah cuplikan singkat dan padat yang menggambarkan kesenangan orang Indonesia akan berbagai jenis makanan. Itulah sedikit kutipan dari presentasi yang dibawakan oleh Ny. Titi Iman pada acara ASEAN Ladies Morning, Selasa, 27 Februari 2007 di ruang Crutacala KBRI London.
 
Acara yang dikemas apik oleh ibu-ibu pengurus DWP KBRI London ini mengangkat tema “Indonesia Street Food”. Kekayaan dan keragaman makanan khas tanah air diperkenalkan melalui presentasi, sajian menu, dan demo memasak. Kue Klepon dan kue Gemblong menjadi pilihan demo yang dipandu oleh Ny. Fenty Sutiono dan diperagakan oleh Ny. Titi Iman dan Ny. Reny Djaelani. Para undangan tampak antusias pada sesi demo memasak ini, karena kue yang diperagakan selain tidak terlalu asing bagi lidah sesama anggota negara ASEAN, juga praktis dan mudah dibuat. Continue reading

Bincang-bincang dengan Ibu Herawatie Hassan Wirajuda mengenai “Mutu Manikam Nusantara”

Di sela-sela kesibukan  mendampingi Menteri Luar Negeri melakukan kunjungan kerja di London, Ibu Herawatie Hassan Wirajuda berkenan meluangkan waktunya untuk berbagi informasi dengan pembaca Buletin DWP KBRI London perihal organisasi Mutu Manikam Nusantara. Dalam wawancara yang dilakukan di atas bis saat perjalanan menuju Stratford-upon-Avon bersama-sama pengurus DWP KBRI London, beliau menjelaskan mengenai visi, misi dan kegiatan yang telah dilakukan oleh MMN. Seperti yang diketahui, Ibu Herawatie merupakan koordinator organisasi Mutu Manikam Nusantara (MMN) yang diprakarsai oleh Ibu Ani Bambang Yudhoyono. Organisasi nirlaba ini didirikan untuk memanfaatkan kekayaan sumber daya alam di tanah air berupa aneka ragam batu-batuan serta SDM yang terampil dan memiliki jiwa seni yang tinggi. Keunggulan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan kerja melalui industri sehingga pada akhirnya akan mendukung kesejahteraan rakyat. Disamping membantu memperluas pemasarannya agar dapat mempekerjakan lebih banyak pengrajin, MMN berupaya keras meningkatkan kualitas perhiasan yang ada sekarang melalui  pelatihan yang berkelanjutan.

Berikut ini adalah hasil bincang-bincang antara Buletin DWP KBRI London (selanjutnya disebut Buletin) dengan Ibu Herawatie Hassan Wirajuda (selanjutnya disebut Ibu Herawatie)

Buletin :
Apa yang merupakan latar belakang berdirinya organisasi ini?

Ibu Herawatie :
Pada bulan Mei tahun lalu, ibu negara mengajukan gagasan untuk mendirikan yayasan perhiasan karena selama ini belum ada yang membinanya sebagai produk kerajinan. Selanjutnya Ibu Ani mengusulkan saya untuk menjadi ketuanya. Continue reading

Katakan Dengan Bunga

Bicara bunga, adalah bicara cinta. Mengapa? Karena bunga diciptakan Tuhan dengan cinta. Karena bunga adalah simbol keindahan pengungkap cinta. Karena bunga, dengan wanginya bisa menginspirasi kita … dan banyak lagi “karena” yang akan menguraikan betapa dekatnya bunga dengan cinta.

Bahkan untuk mengungkapkan betapa bahagianya hati kita, digunakan istilah “hatiku berbunga-bunga”! Hati yang bahagia, diwakilkan dengan semerbak bunga. Rasanya tak ada yang bisa menggantikan posisi bunga sebagai simbol keindahan.

Bagi saya cinta adalah keindahan. Jika menyimak kata mutiara, bahwa “siap mencintai adalah siap bahagia dan menderita”, sebenarnya gambaran demikian adalah sebuah cinta yang sedang berproses. Karena cinta yang telah menemukan esensinya, adalah sikap hati yang memandang setiap kejadian sebagai sesuatu yang pasti menyimpan keindahan dan kebaikan saja. Sikap hati yang percaya, bahwa pada satu kesulitan, selalu tersimpan jalan keluar dan nikmat yang berlipat-lipat menanti kita. Continue reading

Kursus Merangkai Bunga

Merangkai bunga sulit? Siapa bilang. Coba tengok ibu-ibu DWP KBRI London mempraktekan merangkai bunga. Awalnya ibu-ibu tampak grogi, namun hal ini tidak berlangsung lama. Dengan lincah dan bersemangat ibu-ibu mulai berani mengkombinasikan berbagai aneka bunga dan daun-daunan. Ibu-ibu terlihat antusias dan cukup percaya diri berusaha menciptakan rangkaian bunga yang indah.

Sebagai realisasi program pendidikan DWP awal bulan Januari 2007, beberapa pengurus DWP KBRI London mengikuti kursus ketrampilan  merangkai bunga yang bertempat di The Art Centre ,The Institute, The Hampstead Garden Suburb Institute, yang dipandu  oleh Mrs. Alikaani. Continue reading