Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA

Selama kurang lebih satu bulan lamanya, Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, MA dengan kesabaran dan kesahajaan menularkan ilmu kepada masyarakat muslim Indonesia di London. Aktif mengisi pengajian mingguan ibu-ibu dan anak-anak, menjadi imam dalam mendirikan ibadah sholat wajib dan sunnah di bulan Ramadhan, membuat keberadaan ustadz Lutfi memberikan semangat dan nuansa baru pada Ramadhan tahun ini.

Ustadz Lutfi adalah putra Betawi yang sejak usia muda telah banyak berpisah dengan keluarganya guna  menempuh pendidikan  diluar Jakarta. Menyantren di Pondok Modern Gontor Ponorogo, S-1 di Damascus University, S-2 di Jordan University dan S-3 di Universiti Kebangsaan Malaysia dengan kajian utama Hadist. Selain sebagai Direktur Perguruan Islam al-Mughni, Kuningan, Jakarta, beliau juga aktif mengajar di  program Pascasarjana berbagai universitas dalam dan luar negeri. Ayah tiga anak ini, berbagai karya tulisnya baik dalam bentuk buku maupun artikel tersebar di berbagai majalah dan surat kabar di Indonesia.

Berjauhan dari keluarga, terlebih saat Ramadhan dan Lebaran ternyata sudah biasa dijalani oleh ustadz Lutfi. Pun begitu keluarga sudah terkondisikan karena semua sudah sevisi dan telah menjadi kebiasaan. Ustadz Lutfi sendiri sejak masih SMP sudah terbiasa berlebaran tanpa keluarga ketika harus tetap tinggal di pondok menyelesaikan tugas. Ketika belajar di luar negeri pun, berpisah beberapa kali dengan keluarga telah menjadi kebiasaan yang dianggap sebagai bagian dari jalan dakwah. Anak-anak pun tak ada masalah dengan sarana komunikasi yang makin canggih, di samping juga pendampingan ibu yang maksimal sehingga membuat anak dapat lebih menerima kepadatan aktifitas beliau.

Berbicara tentang anak, menurut beliau peranan istri sangat banyak dalam hal mendidik anak. Selain itu orang tua pada jaman sekarang harus mencari sekolah yang dapat dipercaya dan mempunyai visi dan misi yang sama dengan konsep pendidikan anak yang shaleh. Jika sekolah tidak dapat memberikan hal itu, maka pilihannya keluargalah yang harus memberikan pendidikan agama tambahan sehingga tidak akan kehilangan fondasi keimanan.

Keluarga ustadz Lutfi mencoba menerapkan model keluarga dengan pendidikan agama yang lengkap baik di sekolah maupun di rumah. Untuk di rumah, anak-anak dibatasi sekali dalam menonton televisi, sehingga mereka sama sekali tidak mengenal sinetron. Langganan TV kabel juga menjadi pilihan bagus karena channel TV bisa dipilih mana yang boleh dan mana yang tidak. Hobi bermusik anak disalurkan dengan memilih nasyid yang mengandung pesan-pesan agama. Anak kedua ustadz Lutfi sendiri cukup mahir memainkan organ mengiringi nasyid, sedangkan anak sulung beliau bergabung dengan klub nasyid. Penggunaan tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris di rumah beliau, dicoba untuk konsisten diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk anak-anak yang tinggal permanen di Inggris dimana sekolah Islam jarang, ustadz Lutfi menyarankan agar beberapa tahun sekali anak diajak pulang ke Indonesia misalnya ketika liburan musim panas, kemudian diikutkan pesantren kilat. Saat ini telah banyak terdapat pesantren modern yang fasilitas nya tidak terlalu jauh dengan di Inggris. Selain itu, beliau juga menyarankan agar setiap rumah memiliki paket buku-buku standar pendidikan agama untuk anak, misalnya Seri Hadits untuk anak, Anak dengan Al Qur’an, Anak dengan Fiqih. Paket buku pendidikan agama sebaiknya juga tak hanya untuk anak sejak usia dasar hingga SMU, tetapi juga untuk orang tua sehingga akan tahu bagaimana mendidik anak sesuai dengan panduan agama.

Ustadz Lutfi sendiri dalam aktifitas nya berkonsentrasi pada bidang pendidikan agama. Beliau berusaha untuk mendekatkan anak kepada Al Quran, dan memulainya dari tingkat SD dimana anak-anak dibiasakan membaca dan menghafal Al Quran. Baru pada tingkat selanjutnya mereka akan diarahkan untuk membaca terjemahannya. Beliau memiliki harapan agar anak-anak memiliki pengetahuan umum yang kuat dengan basic agama yang kokoh.

Keberadaan ustadz Lutfi di Inggris sendiri sangat besar terasa ilmu dan manfaatnya bagi beliau, selain bisa berbagi dengan sesama muslim disini, beliau juga mendapatkan gambaran wajah baru muslim dimana mereka menjadi minoritas. Beliau berharap dapat menawarkan sebuah formulasi untuk menjaga keimanan di lingkungan minoritas. Beliau berharap melalui ceramah-ceramah yang dilakukan kelak akan menjadi sebuah nilai tersendiri.

Keragaman komunitas muslim Indonesia di Inggris dipandang dari segi positifnya oleh ustafz Lutfi, yaitu tidak adanya rasa minder dalam keislamannya. Meskipun telah berusia lanjut mereka tetap bersemangat belajar Islam dari awal. Banyak juga muslim di sini yang justru lebih aktif bergabung dalam majelis pengajian dibandingkan dengan ketika berada di Indonesia. Mungkin itulah yang disebut sebagai bahasa iman, ketika ditekan malah akan naik, bukannya turun. Sangat lain dengan bahasa kepentingan, yang ketika ditekan akan semakin surut.

Ketika berbicara masalah tuduhan teroris yang dilekatkan kepada umat Islam, ustadz Lutfi merasa memiliki PR untuk membuat buku mengenai bagaimana Islam menjawab mengenai teroris, hak asasi manusia, perbudakan, dll.  Hal ini sangat penting agar umat Islam sendiri jangan sampai direndahkan karena keterbatasan pemahaman terhadap Al Quran. Sementara media sangat berperan besar dalam mendiskreditkan Islam.

Tak lupa beliau berpesan dengan Idul Fitri ini agar dapat dijadikan sebagai momen untuk memperbarui keimanan, di saat kita telah menyucikan diri dengan berpuasa dan ibadah Ramadhan lainnya.

*Oleh: Nining Bob 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s