Dr. Nila Djuwita F. Moeloek, dr. SpM (K)

Di bawah dua periode kepemimpinan Ibu Nila F. Moeloek sejak 1999, Dharma Wanita Persatuan Pusat semakin menunjukkan kiprahnya dalam gerak pembangunan bangsa. Bincang-bincang singkat dengan beliau pada 11 September 2006 lalu, membawa kita lebih dekat pada sosok dokter spesialis tumor mata yang cantik, ramah, energik dan tentu saja sangat pandai ini. 

Ibu Nila F. Moeloek memulai kiprah sebagai Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan Pusat pada tahun 1999, dimana beliau terpilih kembali pada tahun 2004. Sebagai seorang dokter ahli tumor mata, memang tak mudah untuk membagi waktu di antara kesibukan karir, rumah tangga, dan organisasi. Namun Ibu Nila Moeloek yang sejak semula menyadari bahwa tak mudah menjadi seorang perempuan, memiliki sebuah keyakinan bahwa berbagi kepada sesama itu sangatlah penting.

Ketika bergabung di DWP, Ibu Nila F. Moeloek mendapatkan pengalaman berharga yaitu teraplikasinya secara nyata ilmu yang dimiliki kepada masyarakat. Berbagai problem yang dihadapi wanita Indonesia seperti kekerasan dalam rumah tangga dan rendahnya tingkat pendidikan masih banyak ditemui. Tentu masalah ini menuntut kerjasama semua pihak untuk mencari jalan keluarnya.

Permasalahan lain yang menjadi keprihatinan beliau adalah mengenai kualitas pelaksanaan program KB yang saat ini mengalami penurunan. Penyebabnya antara lain karena sudah tidak adanya lagi pelayanan KB gratis bagi masyarakat, sehingga mengikuti program KB dirasakan cukup mahal oleh masyarakat kurang mampu. Padahal dalam keadaan kenaikan ekonomi yang lambat saat ini, laju penduduk harus dikendalikan dengan baik.

Di balik berbagai masalah yang ada tersebut, menurut beliau ternyata perkembangan wanita Indonesia juga mengalami  peningkatan dalam hal kemauan meningkatkan kualitas diri. Wanita Indonesia saat ini tak lagi hanya berkecimpung di sektor domestik, tetapi juga telah banyak aktif dalam peran publik. Meskipun data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kualitas pendidikan wanita Indonesia secara umum masih rendah, tetapi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, saat ini kesadaran kaum wanita untuk meningkatkan diri berangsur lebih baik.

Berangkat dari berbagai persoalan bangsa yang ada, Ibu Nila memiliki beberapa program DWP, di antaranya berkonsentrasi pada turut serta mendorong program Wajib Belajar 9 tahun dan Bantuan Pendidikan Murid. Sebuah hal menarik dari program DWP yang telah berjalan adalah program pembagian buku tulis yang menempatkan cerita komik berisi pesan-pesan moral di bagian cover nya. Selain itu dilaksanakan program berkebun di sekolah untuk menanamkan pemahaman bagi siswa bahwa tanaman tersebut adalah salah satu ciptaan Tuhan yang harus dilestarikan. Terkait dengan bencana gempa bumi di Yogyakarta, dengan segala keterbatasan dana, Ibu Nila bersama DWP mengusulkan pembuatan rumah sederhana sehingga dapat menampung banyak warga yang membutuhkan.

Mengetahui kiat Ibu Nila Moeloek dalam menjalani perannya sebagai wanita aktif tentu sangat menarik. Ibu dari tiga putera/i dengan tiga cucu ini ternyata memiliki strategi yang cerdik agar berhasil dalam hidup berumah tangga dan beraktifitas di luar rumah, yaitu misalnya dengan pembagian waktu kerja di luar rumah dengan suami. Suami memperoleh proporsi waktu kerja lebih besar, sementara ibu Nila bisa lebih banyak mencurahkan energi untuk mendidik dan merawat anak. Mensiasati keterbatasan waktu, Ibu Nila selalu menyempatkan diri mengantar anak-anak ke sekolah. Memberikan contoh yang baik dan selalu mengkomunikasikan karya yang dilakukan, menurut ibu Nila bermanfaat untuk menimbulkan kebanggaan anak kepada orang tua. Ibu Nila sesekali membawa anak saat beliau mengikuti meeting, sehingga anak bisa melihat aktifitas ibunya dan mengambil sisi baiknya. Selain itu, berusaha agar bisa menjadi partner diskusi suami juga dirasa sebagai hal yang sangat penting untuk dicapai oleh setiap ibu.

Di penghujung bincang-bincang, Ibu Nila menyampaikan harapan beliau kepada ibu-ibu DWP KBRI London khususnya, dan ibu-ibu yang tergabung dalam DWP Departemen Luar Negeri, yaitu agar berbagi pengalaman selama di luar negeri misalnya dalam bentuk tulisan. Peluang-peluang yang ada di luar negeri, diharapkan bisa terekam sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Sebuah cita-cita program juga disampaikan oleh Ibu Nila, yaitu ingin mengumpulkan apa saja kegiatan yang telah dilakukan oleh DWP selama masa kerjanya. Sebuah rencana program yang sangat bagus untuk diwujudkan, karena tentu akan sangat bermanfaat bagi generasi mendatang sebagai bahan pembelajaran dan perbaikan.

Dalam kepempinan Ibu Nila F. Moeloek, ibu-ibu yang tergabung dalam DWP bisa melihat contoh nyata sosok seorang ibu yang hebat dalam kiprahnya sebagai ibu rumah tangga, wanita karir yang sukses, dan pemimpin organisasi yang akomodatif dan visioner. Selamat berjuang Ibu Nila, semoga gerak langkah Ibu Nila terus menjadi inspirasi bagi wanita Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas diri.

 *Oleh: Shinta (Pewawancara: Dara Arief & Shinta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s