Linda Effendy

            JALUR MELAYU SEBAGAI PANGGILAN JIWANYA

Bukan hanya wajah ayunya yang membuat KBRI London memilih Linda Effendy untuk memeriahkan suasana Tujuh Belas Agustus, tetapi lebih dikarenakan kualitas suaranya yang merdu dan kemampuannya menjadi entertainer

Linda Effendy yang bernama asli Octorin Yolinda ini mengawali karir menyanyinya sejak usia 14 tahun sewaktu bersekolah di sebuah Sekolah Menengah Pertama di Jakarta. Bermula dari festival lomba menyanyi yang berkali-kali diikutinya dan menjadi juara, akhirnya Linda Effendy ditawari untuk mengisi acara secara reguler di Dunia Fantasi Ancol.  Setelah dikenal baik oleh para musisi, sekitar tahun 1994 wanita yang berayah asal Medan (Deli) dan Ibu gabungan Padang-Jawa ini diajak untuk mengisi acara sebagai penyanyi Café Pasir Putih di daerah Kemang Jakarta.

Penyanyi yang memilih jalur Melayu (khususnya Melayu Deli) lahir di Surabaya 11 Oktober 30 tahun yang lalu ini, sebelumnya sempat juga berkeliling Indonesia mengisi acara pesta rakyat yang digelar dalam rangka HUT TNI dan HUT Bhayangkara.  Album perdananya di tahun 2005 bertajuk “Senandung Kasih” yang sarat dengan nuansa Melayu, merupakan ‘proyek pembelajaran’ ujarnya menjelaskan ikhwal albumnya yang terwujud berkat dorongan dan dukungan kuat dari sang Bunda yang menginginkan kemajuan dan gebrakan putrinya di blantika musik Indonesia.

Penyanyi yang bersuamikan seorang musisi ini sangat senang sekali dapat dipercaya KBRI London dan berniat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ini  merupakan perjalanan keempat  bagi Mbak Linda  diundang menyanyi ke luar negeri yaitu sebelumnya ke Malaysia, Canada dan Boston Amerika.

Linda Effendy yang biasanya mengisi acara lagu-lagu Dangdut di Trans TV, SCTV dan acara lagu Melayu di TVRI, sering mendapat order menyanyi sekaligus menjadi MC dalam acara Tournament Golf ini, berpesan kepada Warga Negara Indonesia yang berada di Luar Negeri untuk selalu mencintai dan bangga kepada Bangsa dan Negara Indonesia walaupun berada jauh dari Bumi Pertiwi.

Selanjutnya Ibu dari seorang putri bernama Dhea (7 tahun) ini berharap pada  Perwakilan Indonesia di Luar Negeri untuk dapat lebih memperkenalkan budaya dan nuansa etnik daerah-daerah di Indonesia dengan cara mengundang lebih banyak lagi musisi daerah supaya dikenal di luar negeri.

Diakhir wawancaranya, Linda Effendy memberi pesan kepada pembaca Buletin DWP KBRI London yang berada di Luar Negeri khususnya yang mendampingi tugas suami, bahwa kita harus selalu bersyukur dan menerima semuanya dengan ikhlas serta melihat segala sesuatu yang didapatkan sebagai anugerahNya.

*Oleh Henny Iroth (Pewawancara: Henny Iroth dan Shinta Samudera)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s