Anna Pasin

Suaranya yang keras dan lantang menjadi penyemangat para pemain bola volley dalam timnya. Usia senja, tidak mengurangi kelincahannya pada setiap pertandingan bola volley dalam rangka tujuh belasan. Dalam pengajian suara yang tegas dan lugas ini banyak memberikan pacuan kepada Ibu-Ibu yang sedang belajar.

Ibu Naahsana Nuhassan (lebih dikenal dengan Ibu Anna Passin) lahir di Pangkalan Balai, 45 km utara kota Palembang  61 tahun yang lalu. Yu Anna (begitu panggilan akrabnya), menghabiskan masa muda di kota kelahirannya. Karena kecintaannya pada dunia olah raga, Yu Anna dipercaya memperkuat tim bola volley Propinsi Sumatera Selatan ke PON VII di Jakarta pada tahun 1971. “Saat kuliah dulu, saya lebih banyak berada di lapangan volley dari pada di bangku kuliah” ujarnya sambil tertawa.

Bulan Mei tahun 1973 setelah mengikat tali perkawinan dengan Bapak Yusuf Bay Passin, Yu Anna berangkat ke London untuk mendampingi suami yang bekerja sebagai therapist pada Shenley Mental Hospital. Kehidupan yang serba baru dapat dilalui dengan mulus berkat tekadnya yang tidak pernah bosan belajar. Belajar bahasa Inggris, belajar mengemudi sampai mendapatkan SIM dilakoninya, sambil bekerja.  Memasak, hal yang tidak pernah ditekuninya sebelum menikah, dipelajari Yu Anna sehingga sampai saat ini ia dikenal sebagai seorang caterer. Kelahiran 3 orang putra dan putrinya tidak pernah mengurangi semangat juang Yu Anna.

Sejak 1981 sampai sekarang Yu Anna aktif sebagai pengurus Dharma Wanita. Spesialisasinya di bidang Ekonomi. “Paling tidak inilah yang  merupakan sumbangsih saya pada tanah air” ujar Yu Anna.  Hal ini tentu karena keahlian Yu Anna dalam dunia katering. Walaupun sibuk dengan pekerjaannya di Brunei Hall, Yu Anna selalu siap membantu DWP apabila diperlukan.

Dalam kelompok pengajian, Yu Anna banyak memiliki kenangan manis. Ketika baru bergabung dalam kelompok pengajian tahun 1979, biasanya Yu Annalah menjemput  Ibu-Ibu untuk bersama-sama ke tempat pengajian. Setelah pengajian selesai, mereka mampir ke Portobello Market untuk belanja di Halal Meat, yang pada saat itu baru satu-satunya di London. Yu Anna yang dulunya belajar mengaji, sekarang aktif mengajar Ibu-Ibu mengaji dalam kelompok pengajian setiap hari Rabu .

Sebagai sosok yang dituakan baik dalam kelompok Pengajian maupun DWP, Yu Anna menghimbau kepada Ibu-ibu yang lebih muda agar jangan pernah bosan belajar, terutama belajar memahami karakter orang lain karena dalam hidup ini kita akan menemui berbagai karakter.

*Oleh: Hanna Sastrawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s