PENULIS

Sejak kecil bahkan sebelum balita kita sudah diajarkan untuk mengenal abjad dan menuliskannya, mengenal wujud dan menggoreskannya. Mencoret dan menggambarpun adalah kegiatan menulis di luar abjad yang secara disadari atau tidak sesungguhnya telah memvisualisasikan sesuatu yang ada di pikiran dan benak kita.

Proses pembelajaran menulis yang telah kita mulai sejak kecil hingga kini, sebenarnya membuktikan bahwa setiap orang memiliki bakat menulis dalam proporsi yang berbeda. Ada orang yang sangat mudah sekali menuliskan sebuah daya imaginasi. Ada yang mudah sekali menuliskan gagasan dan ide-ide yang terlintas. Ada yang mudah menuliskan segala yang tertangkap oleh mata dan telinga menjadi sebuah tulisan. Pun ada pula yang dalam kadar berbeda memiliki kesulitan menulis. Tetapi, kita semua pernah menulis.

Menulis itu mudah! Demikian seuntai kalimat yang banyak disuarakan oleh banyak penulis buku, untuk memotivasi kita memulai menulis apa saja. Bahkan seorang Helvy Tiana Rosa, penulis puluhan buku dan peraih banyak penghargaan dalam dunia sastra mengibaratkan menulis ibarat bermain kungfu. Apabila dilatih terus menerus maka akan semakin mahir, begitulah kesimpulannya. 

Menulis dapat dimulai dengan apa saja, menulis rencana harian, diary, atau jurnal perjalanan. Semua dapat mulai dilakukan dari sekarang, hingga tanpa kita sadari kita telah menghasilkan banyak karya tulisan yang mungkin, kelak bisa kita bagikan manfaatnya untuk orang lain. Teringat ucapan Ali bin Abi Thalib yaitu "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya".

Manfaat lain dari menulis juga dituturkan oleh seorang ahli linguistik Stephen Krashen dan pakar psikologi James W. Pennebaker yang menemukan fakta bahwa menulis bebas di samping dapat menjadikan kita lebih cerdas dalam mengatasi problem-problem kompleks, juga dapat membawa kita ke wilayah kebermaknaan. Lewat menulis, diri kita dapat dikuras dan apabila seluruh diri dapat dikeluarkan, kita akan melihat semacam "peta diri" yang mengajak diri kita untuk memaknai kehidupan kita.

Maka sesungguhnya kita semua adalah seorang penulis. Apapun hasil tulisan kita, baik itu berupa catatan kecil saat rapat, karya-karya ilmiah, hasil penelitian, atau goresan renungan yang menjadi karya non fiksi, baik untuk konsumsi pribadi ataupun untuk dipublikasikan (diterbitkan) pasti semuanya bermakna. Bukankah banyak tokoh-tokoh besar yang di kemudian hari, catatan hariannya diterbitkan menjadi sebuah biografi yang mengandung pelajaran bagi generasi kemudian?

Jadi mari memulai menulis apa saja. Karena kita adalah penulis!  

*Oleh: Shinta

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s