I NENGAH SUSILA

http://www.balinesedance.org/Nengah%20Susila%20CV.htmDi balik suksesnya penampilan Ibu-Ibu DWP KBRI London dalam urusan  menabuh gamelan Bali, ada satu sosok yang memegang peran kunci. Ibarat kertas putih yang semula kosong, kemudian dibuatkan sketsa hingga menjadi gambar, begitulah perkenalan Ibu-ibu dengan gamelan Bali.  Mulai dari mengenali nama perangkat gamelan, cara menabuhnya, sampai lancar memainkan beberapa lagu.

Semua mata tertuju serius kepadanya.  Sementara alunan tetabuhan dimainkan, tangannya memberi aba-aba pada instrumen yang harus ditabuh atau berhenti ditabuh.  Memberikan hitungan ketukan dan memastikan semua berjalan lancar.  Begitulah kira-kira suasana latihan gamelan Ibu-Ibu DWP KBRI London di bawah asuhan pelatih gamelan bapak I Nengah Susila.

Lahir sebagai anak ke 4 dari 5 orang bersaudara di Watuwulan, Gianyar, Bali. Dengan orang tua seorang guru  gamelan, dan saudara-saudara kandung semua berkecimpung di dunia gamelan, kehidupan pak Nengah memang lekat dengan gamelan. Seperti kita semua ketahui, kehidupan berbudaya di Bali sangat lekat dengan keseharian, sehingga begitu kentalnya darah berkesenian dalam diri seorang Bali.  Sejak kelas 4 sekolah dasar sudah berpentas profesional bersama kelompok gamelan desanya di sebuah hotel di Bali, sambil meneruskan pendidikan formalnya di SPG dan kemudian STSI Denpasar  pak Nengah terus berkecimpung dengan gamelan. 

Mulai malang melintang mancanegara tahun 1987 di Osaka Jepang, dilanjutkan tahun 1993 di Iwate, dan kemudian 1995 di Tokyo untuk melatih gamelan.  Menurut pak Nengah, orang Jepang sangat piawai memainkan gamelan Bali, hampir menyerupai orang Bali sendiri.  Barangkali karena latar belakang budaya yang sama-sama berada di belahan Timur dunia. Selanjutnya  selama tahun 1996 hingga 1998 pak Nengah berada di Taiwan untuk mendukung proyek Bali Village yang ada di sana, bersama kelompoknya mementaskan Jegog.  Tahun 2001 kembali lagi ke Taiwan untuk mengikuti International Mask Festival.

Pada tahun 2003, pak Nengah menjejakkan kakinya di London, untuk mendukung proyek SOAS (School of Oriental and African Studies) mengembangkan suatu tari Bali kreasi baru bekerja sama dengan Ni Made Pujawati.  SOAS sendiri memiliki seperangkat gamelan Bali yang dipelopori oleh bapak Mark Hobart, seorang ahli antropologi dari SOAS yang mendalami Bali.  Selanjutnya pak Nengah melatih kelompok penabuh gamelan Lila Cita yang terdiri dari orang-orang Inggris, yang sebagian pemainnya sebelumnya telah menguasai gamelan Jawa.  Tahun 2005 pak Nengah kembali ke London, dan pada waktu inilah Dharma Wanita Persatuan KBRI London pun berkenalan dengan gamelan Bali dan hingga kini terus berjalan.

Bagaimana kesan pak Nengah melatih ibu-ibu DWP London?  Ternyata, menurut pak Nengah melatih ibu-ibu memerlukan kesabaran, karena ibu-ibu masih sangat awam berurusan dengan gamelan Bali.  Tapi, di sisi baiknya, dalam keadaan yang masih “kosong” ini lebih mudah untuk memberikan bentuk dan warna cara memainkan gamelan Bali kepada ibu-ibu.  Umumnya gamelan Bali dimainkan oleh kelompok penabuh pria, tapi saat ini sudah mulai ada satu dua kelompok penabuh gamelan di Bali yang terdiri dari ibu-ibu, dan salah satunya juga dilatih oleh pak Nengah.  Jadi, melatih ibu-ibu sudah tidak asing bagi pak Nengah.

Saat ditanya mengenai misi hidupnya, pak Nengah yang ternyata masih single ini menyatakan telah mantap memilih gamelan Bali sebagai profesinya dan bertekad untuk mengembangkan gamelan Bali di London.  Dalam wawancara singkat di ruang gamelan SOAS ini juga pak Nengah menyampaikan terima kasihnya kepada ibu-ibu Dharma Wanita KBRI London karena sudah turut mengenalkan gamelan Bali sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia dan perangkat musik tradisional yang tidak sulit untuk dimainkan.   

*Oleh: Pratiwi Herman
Image from: http://www.balinesedance.org/Nengah%20Susila%20CV.htm
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s