Ghea Panggabean di Arisan DWP KBRI London

Salah satu kegiatan rutin Bidang Sosial Budaya DWP KBRI London adalah mengadakan pertemuan pengurus dan anggota DWP KBRI yang biasanya diadakan sebulan sekali. Selain dimaksudkan untuk menjaga dan mempererat tali silaturahmi dan wadah menyampaikan informasi dari pengurus kepada anggota atau sebaliknya, dalam pertemuan ini juga diadakan arisan dan biasanya ada puncak acara yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan. Agar tidak monoton, pelaksana Bidang Pendidikan senantiasa menyiapkan topik materi yang bervariasi dengan menghadirkan pembicara atau pendemo yang ada disekitar London untuk berbagi ilmu, ketrampilan atau pengalaman.

Ghea Panggabean yang sudah beberapa hari berada di London atas undangan PM Malaysia dalam rangka ikut bagian dalam mengisi acara Islamic Fashion Festival (IFF) pada 25 April 2012, suatu event atas gagasan Raja Rezza Shah dari Malaysia yang diselenggarakan untuk kedua kalinya di London, tidak keberatan saat diminta untuk mengisi acara pertemuan rutin DWP KBRI London. Walhasil, pada pertemuan dan arisan DWP KBRI London yang diadakan pada tanggal 27 April 2012 di Wisma Nusantara hadirlah Ghea Panggabean, seorang desainer Indonesia dibidang tekstil dan busana etnik Indonesia bersama krunya untuk berkenalan, berbagi pengalaman dan mempresentasikan karyanya dalam sebuah peragaan busana.

Dalam presentasinya, desainer berdarah Indo-Belanda yang memulai karirnya pada tahun 1979 ini menuturkan secara singkat tentang perjalanan karirnya di bidang desainer tekstil dan mode dan sejarah singkat tekstil di Indonesia.

Dimulai dari kecintaannya pada wastra (kain) Indonesia, Ghea mengangkat corak dan tekstur kain etnik suatu daerah di Indonesia untuk dijadikan sumber inspirasi karyanya. Koleksi karya Ghea yang tetap memperhatikan pakem tradisional namun dibuat lebih fleksibel pengunaannya dan modern adalah karakter khas bagi karya-karyanya. Kecintaan dan konsistensi karakter yang membudayakan produk dalam negeri ini pulalah yang pada akhirnya membuat namanya terkenal di dalam maupun dan di luar negeri.

Ibu dari tiga orang anak yang aktif di Yayasan Batik Indonesia, Himpunan Wastraprema dan Himpunan Ratna Busana ini selain menciptakan motif tekstilnya sendiri yang diaplikasikan ke berbagai bahan, juga mampu mendesainnya menjadi baju ready to wear yang eksklusif yang mampu bersaing dengan busana berlabel internasional.

Di akhir penuturannya, Ghea yang banyak dipengaruhi oleh gaya Bohemian mempertunjukkan beberapa motif kain hasil karyanya yang banyak bernuansa warna alam. Salah satu karyanya yang diangkatnya tahun lalu dan dipamerkan di depan Ibu-Ibu adalah dan kain bermotif Grinsing dari Tenganan Bali yang memiliki motif seremonial berupa motif healing.

Pada presentasi terakhir yang di siapkan oleh Ghea yaitu peragaan koleksi rancangannya, telah disiapkan beberapa rancangan busana etnik bergaya modern yang dapat dipakai dalam suasana lebaran yang akan datang. Selain itu di saat peragaan juga disisipkan trik padupadan pengunaan bahan tradisional namun tetap mengikuti tren mode dengan penggunaan aksesoris tambahan. Koleksi busana yang dihadirkan antara lain kebaya modern, penggunaan koleksi kain bermotif jumputan, blus batik motif pekalongan yang dipadukan dengan celana panjang maupun rok panjang, kaftan bermotif jumputan, busana etnik yang elegan bagi wanita berkerudung yang kesemuanya diperagakan dengan cantik dan elegan oleh model-model amatir yang merupakan anggota DWP KBRI London.

                

Ide-ide dari Ghea yang kreatif ini membuka mata dan bukan tidak mungkin dapat dijadikan inspirasi bagi Ibu-Ibu untuk tidak terlampau kaku dalam memperlakukan kain-kain etnik kita dan berani bereksperimen mengolah dan mengkombinasikan busana tradisional menjadi busana nusantara yang lebih nyaman dipakai namun tidak ketinggalan tren mode dan tetap kental nuansa Indonesianya.

Jarangnya dihadirkannya desainer profesional dan peragaan busana karya desainer professional seperti Ghea Panggabean di dalam pertemuan dan arisan DWP KBRI London membuat acara kali ini menjadi lebih istimewa dan hidup juga akibat antusiasme Ibu-Ibu untuk berkonsultasi maupun ingin melihat lebih dekat hasil karyanya sehingga acara berlangsung lebih lama dari waktu pertemuan dan arisan biasanya.

“SUKSES SELALU UNTUK GHEA PANGGABEAN”

*adp

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s